WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 286 : Gescheiden


__ADS_3

Sementara Alex, pria itu sekarang ini tengah kelimpungan mencari keberadaan istrinya. Akibat kesalahpahaman dan kelalaian dirinya kini istri cantiknya menjadi pergi.


Beberapa jam lalu Alex sempat datang ke rumah untuk sekedar mengecek apakah Afifah ada didalam atau tidak namun sayang, sesampainya di sana dia tidak menemukan apa-apa. Rumahnya kosong dan pagar gerbang masih terkunci menandakan jika belum ada siapapun yang datang.


Tak mau ambil pusing Alex kemudian langsung bergegas pergi ke rumah mertuanya, dia yakin jika istrinya ada di sana. Kurang lebih setelah beberapa menit mengendarai Alex akhirnya sampai juga, ia pun lalu segera turun dari sana.


Tok tok tok


"Ma Pa, ini aku Alex" teriaknya sambil mengetuk pintu.


Tok tok tok


"Mama Papa ini aku tolong buka pintunya"


"Ma Pa, tolong buka. Ini aku Alex" teriaknya semakin kencang dengan perasaan tidak sabaran.


Ceklek. Pintu terbuka dan munculah Harry serta Reta dari balik sana.


"Loh Alex, ada apa? kenapa malam-malam kamu datang kesini?" ucap Reta sedikit terkejut.


"Ma, Afifah ada disini?" tanya Alex to the points.


"Hah Afifah, nggak ada kok. Dia nggak datang kesini"


Deg!


Seketika jantung Alex merasa berhenti, nafasnya tercekat dan tubuhnya mendadak jadi lemas mendengar jika istrinya tidak ada.


"Masa sih, jangan bohong Ma Pa. Afifah ada disini kan?"


"Nggak ada, dia nggak kesini"


"Terus kalo bukan disini dia ada dimana?" ucap Alex bingung.


"Memangnya Afifah kenapa? bukannya tadi dia sama kamu di pesta?" tanya Harry.


"Iya tadi Afifah memang ada sama aku tapi sekarang nggak tau. Dia tadi pulang duluan, aku udah nyari ke rumah tapi rumah kita masih dikunci"


"La terus sekarang dia dimana?"


"Aku juga nggak tau makanya aku datang kesini" jawab Alex.


"Apa kalian bertengkar?" tanya Reta menatap gelagat aneh menantunya.


Alex mengangguk ragu.


"I-iya ma, ada kesalahpahaman sedikit diantara kita makanya aku mencarinya untuk meminta maaf"


"Ya Tuhan kenapa bisa, memang ada masalah apa?"


"Ceritanya panjang Pa, yang jelas sekarang aku butuh bertemu Afifah. Aku harus menjelaskan semuanya sebelum terlambat" jawab Alex.

__ADS_1


"Kalo gitu aku pamit ya Ma Pa, aku mau nyari Afifah ditempat lain barangkali dia kesana" pamit Alex seraya mencium kedua tangan mertuanya lalu langsung berlari menaiki mobilnya tanpa menunggu jawaban mertuanya.


"Alex tunggu" teriak Reta namun tak ditanggapi.


Alex justru kembali mengendarai mobilnya di jalanan dengan kecepatan sedang, hatinya sedang kacau.


Bayang-bayang istrinya pergi meninggalkannya selalu berkeliaran dikepalanya, ucapan Afifah yang mengatakan jika ingin cerai membuat Alex merasa frustasi. Dia tak mau berpisah dengan istrinya.


Rasa syok, takut, tidak percaya, sekaligus rasa menyesal bercampur aduk dipikirkannya sehingga membuat air matanya perlahan turun dari kelopak matanya.


Alex langsung menangis histeris di sana, ia menangis menyesali semuanya. Dia tak menyangka istrinya tega pergi meninggalkan dirinya sendirian.


Sungguh ini adalah pertama kalinya dia menangisi perempuan, rasa cintanya yang besar membuat Alex sangat ketakutan untuk berpisah. Alex tidak mau rumah tangganya hancur gegara kesalahpahaman.


"Pai lo dimana? jangan tinggalin gue, maafin gue sayang" teriak Alex ditengah jalan.


Sudah beberapa jalan dia telusuri namun belum juga menemukannya bahkan ponsel Afifah berada diluar jangkauan membuat dirinya semakin bingung.


"Aghhttt... " erang frustasi Alex sambil menjambak rambutnya. Pikirannya sekarang benar benar kacau, hingga akhirnya setelah tiga jam mencari Alex memutuskan untuk pulang ke rumah orangtuanya sebab rencananya besok dia akan kembali mencari istrinya.


...★ ★ ★ ★...


Keesokan harinya setelah dirasa keadaan sahabatnya sudah merasa lebih tenang Reza kemudian mengantarkan Afifah pulang ke rumah orangtuanya.


Melihat kondisi Afifah yang kacau membuat dirinya tak tega, kini dua anak itu sedang duduk di ruang tamu.


"Fi, sekarang katakan sama mama, kamu dan Alex bertengkar karena apa? semalam dia sempat nyari kamu disini tapi nggak ketemu akhirnya dia pulang lagi" Reta bertanya dengan nada hati-hati sembari memegang erat telapak tangan putrinya.


Mendengar pertanyaan dari mamanya entah kenapa dada Afifah kembali sesak. Air mata yang sudah terkuras habis kini dengan perlahan mulai turun. Mengingat kejadian semalam membuat hatinya kembali sakit, Afifah tak sanggup menahan semua itu.


"Iya kenapa? katakan saja jangan takut" sahut Reta lembut.


"Alex selingkuh ma, di-dia main dibelakang aku sama Nela" jawab Afifah.


Duarr!


Seperti terkena pisau tajam Harry dan Reta seketika terkejut setengah mati setelah mendengar ucapan anaknya.


"Apa? Alex selingkuh?" pekik kaget mereka.


"I-iya, Alex selingkuh. Dia bahkan semalam tidur bersama Nela di hotel"


"Tapi bagaimana bisa sayang, bukannya suami kamu itu trauma sama wanita lantas kenapa dia bisa main dengan wanita lain" ucap Harry sedikit ragu.


"Aku juga nggak tau pa, yang jelas dia main belakang" jawab Afifah sesenggukan.


"Coba kamu ceritakan sama kita, bagaimana kejadiannya" pinta Harry.


Afifah nampak terdiam untuk menetralisir hatinya setelah dirasa membaik dia lalu menceritakan semuanya pada orangtuanya mulai dari Alex mengangkat telepon sampai dia memergokinya.


Sepanjang bercerita air mata Afifah tak henti-hentinya keluar, rasa sakit kecewa dan hancur bercampur aduk didalam dirinya.

__ADS_1


Dengan sigap Reta langsung memeluk erat tubuh anaknya.


"Kamu yang sabar sayang, mama tau anak mama kuat jadi jangan terlalu kamu fikirkan ya" ucap Reta setelah Afifah selesai bercerita.


"Kurang ajar! berani sekali anak itu menyakiti putriku. Awas aja, aku tidak akan mengizinkan dia bertemu putriku sebelum Afifah sendiri yang mengatakannya” ucap geram Harry.


"Ma Pa, aku ingin cerai dengan Alex. Aku nggak mau lagi sama dia, hiks.. hiks.. aku ingin pisah" tangis Afifah.


"Cerai? memang kamu yakin?"


"Iya aku yakin, berada terus bersamanya hanya akan membuatku menderita. Aku benci sama dia, aku benar-benar sangat membencinya" seru Afifah sesenggukan.


"Baiklah jika itu keputusanmu, Papa akan mendukungmu. Papa akan urus surat perceraian kalian jadi kamu tenang saja, semuanya akan baik-baik saja" ucap Harry mengelus rambut anaknya.


"Reza"


"Eh iya om ada apa?"


"Papa kamu seorang pengacara bukan?"


"Iya om"


"Bagus kalo gitu, nanti kamu bilang sama papa kamu buat urus perceraian Afifah. Aku ingin mereka secepatnya berpisah agar putriku tidak lagi menderita" ucap Harry.


Reza mengangguk ragu.


"Baik om, nanti aku kasih tau sama papa" jawab Reza.


"Oke, bilang juga kalo nanti siang kita ketemuan untuk membahas masalah ini" pintanya lagi, Reza kembali mengangguk.


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya


See you next episode🤗


Bersambung...


-


-


Sama satu lagi, yuk baca novel baru dengan judul


"Kekuatan hati Wanita" dari Author Rifa_Fizka


__ADS_1


Jangan lupa ya, dari Author Rifa_Fizka, dijamin bagus deh novelnya.


Dan jangan lupa kalo baca tinggalkan jejak disana okeyy🥰😘


__ADS_2