
"oh iya dik, gimana rasanya kena tampar mantan sama pacar?." tanya afifah yang melihat luka lebam kemerahan diwajah diki.
"sakit lah, mana tadi mbak mantan mukul perut gue lagi, terus mbk pacar bukanya nolongin eh malah ikut gebukin gue!!. " ucap diki.
"hahahah.. makan tuh karma!!. " ucap iza.
"duh kacian banget. pasti masih sakit ya.." ledek afifah.
"gausa ngeledek!!." cebik diki.
"lagian lo main api sih, udah tau kalo mantan lo itu jago bela diri eh elo nekat main belakang." ucap aska.
"habisnya tu cewek cakep banget sih, sayang kalo nggak digebet." ucap diki.
"yaudah kalo gitu terima resikonya." ucap alex
mereka pun asik tertawa meledek diki yang tengah apes karna abis dikroyok cewek.
krucuk.
lagi lagi perut afifah berbunyi sehingga membuat mereka berhenti tertawa.
"ups sorry, kedengeran ya." ucap afifah cengingisan.
"yaiyalah lah orang suara perut lo kenceng gitu!! lo laper ya?." ucap Mila.
"iya nih, tadi siang gue makan dikit jadi gue laper lagi deh. " jawab afifah.
"wolf, masak yuk. laper nih gue." ajak afifah
"eh?! apa? Masak?." ucap alex tidak percaya saat afifah mengajaknya untuk masak.
"iya masak. " ucap Afifah.
"gue nggak salah denger kan? lo ngajakin gue masak?." ucap alex yang masih tidak percaya.
"kok ekspresi lo kayak nggak seneng gitu gue ajakin masak bareng!! kenapa? lo nggak mau masak sama gue? yaudah kalo gitu gue masak sendiri aja!!." ucap afifah.
"eh eh tunggu dulu!! bukan gitu! gue cuman kaget aja kan selama ini lo tuh nggak pernah mau kalo disuruh belajar masak dan sekarang lo minta gue buat masak bareng. wajar dong kalo gue merasa aneh dan heran sama lo." cegah alex saat Afifah hendak pergi ke dapur.
"emang nggak boleh kalo gue ingin berubah." ucap Afifah.
"ya boleh, boleh banget malahan kalo lo mau berubah. " ucap alex.
"kalo gitu ayo kita masak bareng sekalian ajarin gue masak. " ucap Afifah lalu menarik tangan alex menuju dapur.
setelah sampai didapur alex kemudian memgambil semua bahan makanan yang diperlukan dengan dibantu afifah.
"fi, ambilin gue merica. " perintah alex.
"merica? merica itu bentuknya kayak gimana?. " tanya Afifah.
"masa lo nggak tau sih?." ucap alex, afifah menggeleng.
"merica itu bentuknya bulet kayak biji pepaya tapi lebih kecil. " jelas alex.
Afifah segera mencarinya.
"yang ini bukan sih?. " tanya Afifah seraya menunjukan sebuah wadah.
"bukan, itu namanya ketumbar, coba lo cari lagi!!." jawab alex.
"yang ini?. " tanya afifah.
"nah iya itu, buruan sini mericanya. " ucap alex.
afifah lalu berjalan menghampiri alex dan memberikan merica itu kepada alex.
"nih. " ucap afifah sambil menyodorkan merica dan diterima oleh alex.
__ADS_1
"gue boleh pegang nggak?. " ucap afifah saat melihat alex sedang memegang teplon.
"emang bisa?." tanya alex.
"nggak tau, makanya gue mau coba sekalian belajar. " ucap afifah, lalu alex mengizinkanya.
"aduh.. " keluh afifah saat tanganya tidak sengaja memegang bagian teplon yang panas.
alex yang saat itu sedang mencuci sayuran menjadi berhenti lalu berjalan menghampiri Afifah.
"kenapa?. " ucap alex khawatir karna melihat raut wajah afifah yang sedang kesakitan.
"kena teplon, tadi nggak sengaja megang. " ucap afifah.
"makanya hati², elo sih kebiasaan main ceroboh. " nasihat alex lalu dia mengambil kotak P3k yang sudah tersedia didapur setelah itu dia mengambil salep dan memgoleskannya ke tangan afifah.
"au..iss..pelan pelan, perih ini. " ucap afifah.
"tahan dikit, nah udah beres." ucap alex ketika selesai mengoles salep.
"thank ya wolf." ucap terimakasih afifah.
"iya, lain kali hati² jangan ceroboh lagi!! nah sekarang lo liatin gue." perintah alex sembari menyontohkan cara memegang teplon dengan benar dan cara menggoreng.
afifah pun dengan seksama memperhatikan bagaimana cara alex memegang teplon lalu pada saat alex memasukkan ayam kedalam teplon tiba tiba minyak panas meledup ledup sehingga membuat afifah sedikit menjauh membelakangi dengan alex yang memeluknya.
tiba tiba para teman² mereka datang menghampiri alex dan Afifah yang sedang sibuk memasak.
"cieelah.. masak aja pake adegan romantis segala. " cibir mila.
"gue lagi ajarin Afifah masak." ucap alex
"halah, itu mah cuman alasan padahal aslinya lo pengen deket kan sama bini lo, pake segala curi curi kesempatan lagi." ucap iza.
"napa sih lo berdua, sewot amat. " ucap alex.
"kok kalian pada kesini? kenapa nggak nunggu kita dimeja makan aja." tanya afifah.
"ya nggak papa, gue cuman mau lihat apakah alex itu bisa masak beneran apa nggak!! soalnya gue rada ragu, masa cowok bisa masak. " jawab iza.
Afifah pun hanya mengganguk sedangkan alex kembali mencuci sayuran.
"Sekarang lo potongin sayuran ini. " perintah alex. Afifah pun segera memotong sayur tersebut.
"Astaga!!Afifah!!! bukan gitu cara motongnya!!." pekik alex saat melihat cara afifah memotong wortel.
bukanya dipotong tipis tipis, afifah malah memotong satu wortel tersebut menjadi 3 potong.
"lah, emang bukan begini cara motongnya?." tanya afifah.
"ya bukan, harusnya lo potong tipis bukan kayak gitu!!." ucap alex.
"jadi gue salah dong." ucap afifah sambil menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal.
"Buahahahaha..itu wortel apa ganjel pintu, gede banget." tawa aska saat melihat afifah salah memotong wortel.
"buset!! fi, kenapa lo potonghya gede² gitu, mana muat mulut kita kalo lo potongnya kayak gitu!!. " ucap mila.
"diem lo!! nggak usah ketawa, namanya baru belajar ya wajar dong kalo gue salah motong. " ucap afifah membela Dirinya sendiri.
"ya ampun Afifah, baru belajar sih baru belajar tapi nggak gitu juga kale. kebangetan tau nggak lo!!." ucap iza
"eh dimana mana ya setahu gue, wortel itu dipotong tipis tipis, lah elo malah satu wortel lo potong jadi 3. aduh duh, ngakak gue sumpah. " ucap diki.
"udah deh, mending lo semua pergi!! ganggu tau nggak!! bukanya kasih ngasih semangat ke gue, eh malah pada ngeledek!!." ucap ketus Afifah.
"yaelah fi, gitu aja ngambek." ucap diki.
__ADS_1
"awas nanti cepat tua loh!! terus alex cari cewek lain." ucap aska dan berhasil mendapat plototan dari afifah.
"oke oke, gue pergi. " ucap aska sambil menarik tangan iza dan diki dan diikuti iza yang juga menarik tangan mila.
"udah sini biar gue aja yang potong." ucap alex mengambil alih wortel tersebut.
"terus gue ngapain?. " ucap afifah.
"lo ambilin santan dikulkas aja, santannya gue taruh didalam gelas kaca." ucap alex.
afifah pun segera mengambil santan tersebut.
"lah ini santannya yang mana?." bingung afifah saat melihat didalam kulkas ada dua gelas kaca yang isinya sama sama berwarna putih.
"yang ini kali ya santannya. " ucap afifah lalu dia berjalan menghampiri alex.
"wolf, nih santan yang lo minta udah gue ambilin. " ucap afifah sambil menyodorkan santan tersebut kearah alex.
alex pun mengambil santan tersebut lalu dia masukkan kedalam panci.
"bentar bentar, kok kayak ada yang aneh!!." ucap alex yang melihat masakannya sedikit aneh lalu dia memgambil gelas tadi dan mengeceknya.
"astaga afifah!! gue kan minta santan kenapa lo ambilin gue susu putih." ucap alex saat mengetahui bahwa tadi yang dia masukkan bukan santan tapi segelas susu putih.
"haa? susu putih? nggak kok gue tadi ambil santan bukan susu putih." ucap afifah.
"tapi kenapa masakannya jadi kayak gini terus gelasnya juga rasanya rasa susu bukan santan. kalo lo nggak percaya cek aja sendiri." ucap alex.
afifah mengambil gelas tadi lalu mengeceknya.
"Lah iya ini kan susu putih, berarti gue salah ambil dong!! " ucap afifah setelah mengecek.
"tuh kan, elo mah kali disuruh nggak pernah Bener selalu aja salah!! mana udah gue masukin kedalam panci lagi!! jadi mubazirkan gara gara elo!!." kesal alex.
"ya sorry, gue kan nggak tau. lagian tadi dikulkas ada dua gelas ya gue bingung makanya gue asal ambil aja." ucap Afifah.
"harusnya lo cek dulu sebelum lo kasih ke gue!! kalo kayak gini gue jadi ngulang dari awal lagi kan!! ah, kesal gue sama elo!! buang² waktu tau nggak lo. " ucap alex yang masih kesal.
"udah dong jangab marah² terus, gue kan udah minta maaf!! yaudah kalo gitu gue bantuin deh biar cepet. " ucap afifah.
"nggak usah, mending lo duduk aja, biar gue yang masak. bukanya matang nanti yang ada masakannya jadi nggak karu-karuan karna lo. " ucap alex.
"Bikin kacau aja!!." sambung alex. lalu dia kembali memulai memasak dari awal.
-_-
"mereka berdua lucu ya. " ucap mila saat melihat kekacauan yang terjadi didapur.
"iya, dimana mana itu cewe yang masak lah ini malah cowok yang masak. " ucap aska.
sedangkan Afifah dia duduk melihat kearah alex sambil memasang muka cemberut karna kesal alex tidak memperbolehkan nya ikut masak.
setelah beberapa menit akhirnya makanan jadi, lalu mereka semua makan bersama.
.
.
...jgn lupa tinggalkan jejak man teman🤗...
...LIKE.. 👍👍...
...KOMEN.. 💬💬...
...RATE BINTANG LIMA.. ⭐⭐...
...karna itu sangat berharga bagi author💙...
...Sampai jumpa diepisode berikutnya🧚♀...
__ADS_1
.
.