
"Sial! kenapa rasa sakitnya nggak mau hilang!" teriak frustasi Afifah sambil membenturkan kepalanya ke lantai.
"Ya ampun Vita, jangan seperti ini. Jangan bikin gue takut, gue nggak mau terjadi apa-apa sama lo" ucap Justin berusaha menenangkan Afifah dengan memeluknya erat.
Bukannya mereda, Afifah justru merasa sangat pusing dan sakit dikepalanya saat Justin memeluknya. Bahkan kepalanya sampai berdenyut hebat disertai nafas mulai naik turun tidak tetatur membuat saluran pernafasan jadi tidak terkontrol menyebabkan sesak nafas.
Keringat dingin pun tidak henti hentinya mengalir membasahi wajah dan dahi Afifah. Dalam keadaan seperti itu sangat menyiksa tubuh Afifah. Dia terus melukai tubuhnya sendiri dengan memukul atau menjambak kepalanya.
"Aggghhtt sakit! gue butuh obat, gue udah nggak tahan" keluh Afifah dengan suara melemah.
"Mama Papa, tolong! hiks.. hiks.. hiks.. sakit sekali, Mama Papa tolong! " jerit Afifah sambil terus memegang kepalanya.
"Vita, jangan kayak gini. Gue mohon sama lo jangan menyiksa diri lo sendiri nanti tubuh lo bisa terluka. Sebenarnya lo kenapa sih? kenapa bisa depresi berat sayak gini haa? " tanya Justin sambil terus menahan tubuh Afifah.
"Apa gue nyakitin lo? kalo emang iya tolong maafin gue, gue janji nggak akan melukai lo lagi. Gue bener-bener sayang sama lo dan gue juga cinta sama lo, cinta mati malahan. Gue pengen kita balikan lagi kayak dulu, gue pengen kita jalan bareng, tidur bareng, Sekolah bareng, pokoknya gue pengen kita selalu berdua kayak dulu" ucap Justin meneteskan air matanya.
"Vita, Lo tau nggak? selama ini hidup gue bener-bener kesiksa banget tau nggak ada elo. Gue nyesel karna pernah nyakitin lo, gue nyesel karna pernah mengkhianati lo, dan sekarang gue datang kesini buat ajak lo balikan sama gue, lo mau kan? masa lo nggak mau sih, emang lo nggak rindu sama kebersamaan kita. Lo nggak kangen sama momen romantis kita berdua haa?:"
"Sepuluh tahun loh Vit kita menjalin hubungan sama-sama, dari mulai sahabat hingga pacaran. Masa satu kenangan pun nggak ada yang lo ingat? tolong lah Vita, ingatlah momen kebersamaan kita. Gue pengen kita kembali seperti dulu. Sumpah demi apa gue bener-bener merindukan lo" ucap Justin dengan air mata yang terus mengalir dipelupuk matanya sambil tetap memeluk erat tubuh Afifah.
Sekelebat banyangan tiba-tiba muncul dikepala Afifah membuat kepalanya semakin pusing dan akan pecah saja rasanya.
"Namaku Vita, nama mu siapa?"
"Aku Justin"
"Aku panggil Jeje aja ya. Kalo Justin aku susah ngomongnya "
_____________
"Mulai hari ini Vita berjanji bahwa Vita selamanya akan jadi milik Jeje"
"Dan Jeje akan selalu jadi milik Vita. Nggak akan ada yang bisa pisahin kita berdua"
____________
"Vita, kamu mau nggak jadi pacar ku? Jujur saja, sejak kecil aku sudah mencintaimu dan aku pengen kita pacaran"
__ADS_1
"Iya, aku mau. Aku mau jadi pacar kamu Je, aku juga sudah mencintaimu sejak kecil. Kau itu cinta pertama ku"
"Benarkah, makasih ya Vita sayank kamu mau jadi pacar ku. Aku sangat sangat mencintaimu, aku janji aku akan setia dan akan selalu ada disisimu"
_________
"JEJE!! Kamu tega Je, kenapa kamu selingkuh dibelakang ku. Aku salah apa Je sama kamu? sekarang juga jangan pernah kamu temui aku karna kita beruda udah putus. Aku nggak mau melihat wajahmu lagi! Aku membencimu Justin! "
"Vita, aku minta maaf. Aku mohon jangan akhirin hubungan kita, aku khilaf karna udah duain kamu. Aku minta maaf"
"Nggak, pokoknya kamu jangan pernah lagi datang temui aku sampai kapan pun. Anggap aja kita udah nggak ada hubungan apa-apa, sekalipun itu sahabat. Karna aku tidak suka dengan penghianat sepertimu"
___________
"Ku mohon lepasin aku Je, aku pengen pulang! hiks.. hiks.. hiks.. "
"Jangan harap karna hari ini aku akan memperkosa kamu dan menghamili mu supaya aku bisa kembali bersama mu"
"Jangan gila Je. Tolong jangan lakuin itu, aku masih smp, aku nggak mau hamil. Kenapa kamu jahat sama ku sih Je"
"Terserah kamu mau ngomong apa yang terpenting sekarang kamu akan jadi milik ku selamanya dan kita akan hidup bahagia dengan anak kita nanti. Hahahaha..."
Brakkk
"Justin! Lepasin Vita, kamu mau apa sama adik gue haa? "
"Bang Fian, bang tolongin Vita bang. Jeje mau perkosa Vita dan dia juga mau hamilin Vita, Vita takut bang. Vita nggak mau nikah sama Jeje, vita nggak mau hamil. Hiks.. hiks.. hiks.. "
"Dasar brengs*k! berani sekali lo mau perkosa adik haa? Lo itu masih smp. Nggak sepantasnya lo berbuat seperti ini"
"Bang Fian jangan ikut campur, ini urusan ku sama Vita. Aku cinta sama dia dan aku juga sayang sama dia tapi dia malah nggak mau lagi lihat Wajahku. Hanya dengan cara ini aku bisa milikin Vita, jadi abang jangan mencegahku atau menghalangiku"
"Kurang ajar!!"
Bugh
Bugh
__ADS_1
Plakk
"Akkhhkk"
Bugh
Dugh
"Rasain tuh, makanya jangan berani macam-macam sama adik gue!! ngerti nggak lo!! "
"Tenang lah Vita, ada abang disini. Kamu jangan takut. Abanga akan lindungin kamu dari cowok bejat ini. Sekarang ayo kita pulang "
______________
Tin tin tin
"BANG FIAN! AWAS!!"
Brakk
"ABANG!! Hiks.. hikss.. bangun bang bangun, jangan tinggalin Vita bang, ayo bangun abang "
_______________
Kenangan demi kenangan secara abstrak tersebut memenuhi isi kepala Afifah. Dia pun lantas langsung membuka matanya dan melihat kesamping tepat ke wajah Justin.
"Jeje" satu kata terucap dari bibir Afifah dengan mata merah penuh kebencian terpancar jelas dimanik matanya.
"Vita, kamu mengingat ku haa? kamu mengimgat siapa aku. Ya ampun Vita, aku sangat bersyukur banget akhirnya kamu bisa mengingat siapa diriku" ucap senang Justin karna Afifah menyebut namanya.
Dia pun lansung kembali memeluk tubuh Afifah dan mencium kepala Afifah membuat Afifah semakin emosi apalagi jika mengingat semua perbuatan Justin pada dirinya dan kakaknya.
"JANGAN SENTUH GUE. GUE BENCI SAMA Lo! DASAR PEMBUNUH!! "
Teriak Afifah sambil mendorong keras tubuh Justin membuat kepala Justin terbentur meja dan mengeluarkan darah.
Jangan lupa tinggalkan jejak man teman🤗
__ADS_1
See you next episode😘