WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 132 : Ulet bulu


__ADS_3

"Oh ya Al. Ngomong-ngomong kok nomer ponsel lo nggak pernah aktif sejak sebulan lalu? lo ganti nomer ya? " tanya Nela.


"Hmmm" jawab Alex malas.


"Kenapa? " tanya Nela.


"Suapaya lo nggak gangguin gue lagi karna gue nggak suka modelan cewek gatel kayak lo" jawab Alex jujur apa adanya.


Jleb


Ucapan Alex langsung menusuk hati Nela.


"Kok lo gitu sih ngomongnya. Nusuk hati gue tau nggak" ucap Nela.


"Biarin. Emang gue sengaja biar lo sakit hati dan nggak gangguin gue lagi karna gue bener-bener nggak suka sama kehadiran lo" balas Alex pedas semakin membuat Nela sakit hati.


*Untung dia ganteng udah gitu tajir lagi jadi gue harus semangat buat dapetin cintanya. Ahhh.. gue makin sayang sama dia kalo dia jual mahal begini* batin Nela yang kembali menyemangati dirinya.


"Kalo gitu gue boleh minta nomer baru lo nggak? " tanya Nela.


"Nggak" jawab Alex.


"Ayolah, kasih gue nomer lo. Gue janji deh kalo gue nggak akan sering-sering kirim pesan sama lo" pinta Nela lagi.


"Gue bilang nggak ya nggak. Nomer gue itu nomer privasi jadi cuman keluarga sama sahabat gue aja yang gue kasih" tolak Alex.


"Masa sama temen satu angkatan lo tetap nggak mau kasih" pinta Nela lagi.


"Boro-boro ngasih temen seangkatan. Orang temen sekelas aja nggak gue kasih apalagi elo yang cuman tetangga kelas" ucap Alex yang masih menolak.


*Ihh.. emang susah ya pdkt sama Alex. Masa iya dari tiga bulan lalu sampai sekarang gue belum juga berhasil dapetin hatinya.


Oh iya gue ada ide. Gimana kalo gue cium aja mukanya atau gue pegang aja tanganya. Biar dia jatuh cinta sama gue. Eh tapi dia kan punya trauma sama wanita nanti kalo dia kambuh gimana?.


Ahh masa bodo lah, biarin aja kalo dia ngamuk sama gue yang penting gue berhasil nyium atau megang dia biar dia jatuh cinta sama gue* batin Nela.


Dengan langkah penuh percaya diri Nela berjalan menghampiri Alex sambil menyunggingkan senyum smirk.


"Mau ngapain lo? " ucap Alex saat Nela berjalan semakin dekat ke arahnya.


"Jangan deket deket sama gue"

__ADS_1


"Woyy jangan macem macem ya. Lo tau kan gue itu punya trauma jadi lo jangan aneh-aneh sama gue kalo lo nggak mau jadi korban gue" peringat Alex.


"Nel, gue sedang lagi nggak becanda ya. Gue bisa aja bunuh lo kalo trauma gue kambuh tapi berhubung gue nggak mau hal itu terjadi jadi gue peringatin lo jangan deket-deket sama gue atau megang tubuh gue" peringat Alex lagi.


Namun hanya dianggap angin lalu sama Nela dan dia tetap melangkah mendekat ke arah Alex kemudian dia memajukan bibirnya hendak mencium Alex saat berada didepannya.


"Nel, berhenti" ucap Alex sambil mengalihkan wajahnya saat bibir Nela semakin mendekat.


*Duh, gimana ini? gue nggak bisa nglawan dia. Gue takut kalo gue nglawan dan nggak sengaja kesentuh kulitnya atau bagian tubuhnya trauma gue bakal kambuh tapi kalo gue nggak nglawan dan dia berhasil cium gue berarti sama aja dong trauma gue juga bakal kambuh.


Aggghht.. gue benci keadaan seperti ini, gue benci hidup dengan bayang-bayang trauma. Gue pengen hidup normal* batin Alex memjamkan mata.


"Alex sebentar lagi lo bakal jadi milik gue" gumam Nela dalam hati lalu dia bersiap ingin mencium Alex yang sedang memejamkan mata sambil mengalihkan wajahnya kesamping.


Srettt


Brugh


"AAKKHH.. "


Mendengar suara orang jatuh disertai teriakan, Alex pun membuka matanya dan betapa senangnya dia melihat Afifah berdiri didepan tubuhnya serta melihat Nela yang sudah terduduk dibawah sambil memegang tangannya seperti habis dihajar.


"AAAAKKKHH RAMBUT GUE!" pekik Nela kesakitan sampai kepalanya ikut ketarik.


"Rasain nih. Ini akibatnya kalo lo berani ganggu cowok gue" ucap Afifah yang makin memperkeras jambakannya.


"Brengs*k. Lepasin nggak jambakan lo" ucap Nela.


"Nggak akan sebelum lo bilang nyerah sama gue" jawab Afifah.


Plak


Nela menampar pipi Afifah membuat Afifah sedikit meringis. Alex yang berada dibelakang Afifah nampak kaget.


Dugh


"Kurang ajar. Ini balasannya karna lo berani nampar cewek gue" ucap Alex setelah mendang kaki Nela membuat Nela kembali jatuh terduduk.


"Sialan!! nantangin gue ya lo" seru Afifah sambil memegangi pipinya yang terasa sedikit perih.


Kemudian Afifah kembali menjambak rambut Nela sambil mendorongnya sampai tubuh Nela kepentok dipohon pinggir jalan lalu mencekik leher Nela.

__ADS_1


"Ini resikonya kalo lo berani berurusan sama gue, apalagi berani godain Alex" ucap Afifah sambil mencekik leher Nela dengan tangan kanan dan menjambak rambut Nela dengan tangan kirinya.


"Uhuk uhuk" Nela terbatuk akibat kerasnya cekikan Afifah.


"Al, tolongin gue. Tolong lepasin tangan cewek lo dari leher gue" ucap Nela tersendat sendat.


"Ogah. Lepasin aja sendiri, siapa suruh lo ganggu tupai ganas" jawab Alex yang sedari tadi diam menonton.


"Dasar ulat bulu nggak tau diri. Masih berani lo minta tolong sama Alex, belum kapok lo sama gue haa?! " seru Afifah.


Mereka berdua terus saja adu mulut sambil Afifah yang masih menjambak serta mencekik Nela. Sampai akhirnya Alex mengahampiri mereka berdua.


"Udah Fi, kalo lo terus nyiksa dia nanti dia bisa mati" ucap Alex mencoba melepaskan cengkraman tangan Afifah.


"Tapi gue belum puas hajar dia Wolf" ucap Afifah.


"Iya gue juga belum puas lihat dia kesiksa tapi kalo lo terusin lo bisa bunuh dia dan kalo udah begitu lo juga yang akan rugi karna akan dipenjara. Gue nggak mau lo masuk penjara hanya gara-gara dia" bujuk Alex sambil menarik pinggang Afifah membuat cengkeraman Afifah sedikit demi sedikit terlepas.


Nela pun langsung bernafas lega sambil memegang leher dan kepalanya.


"Awas ya lo kalo masih berani godain Alex atau deketin Alex lagi. Gue pastiin lo nggak bakal bisa terbebas dari amukan gue" ancam Afifah sambil menunjuk ke depan muka Nela.


"Silahkan saja, gue nggak takut" ucap Nela yang malah meledek membuat Afifah kembali marah dan berusaha untuk menghajar Nela kembali tapi dengan cepat Alex segera menggendong tubuh Afifah diatas pundaknya.


"Dasar ulet bulu nggak tau diri, cewek gatel, pelakor, setan, manusia jadi jadian. Awas aja kalo lo sekali lagi berani mancing emosi gue" teriak Afifah dengan berbagai umpatan disertai ancaman ia lontarkan kepada Nela saat tubuhnya digendong Alex menjauh dari Nela.


*Galak dan ganas banget ternyata tupai centil kalo udah marah, tapi gue seneng karna dia marah demi belain gue* batin Alex tersenyum senang.


.


Jangan lupa Like Komen dan vote 🤗


Supaya Author juga makin semangat untuk Up bab selanjutnya 💙


jangan cuman baca doang, masa tinggal pencet tombol susah banget sih. wkwkkwk becanda😂


Aku up 2 hari sekali ya, soalnya lagi sibuk daring. Jadi harus bagi waktu dan sambil nunggu ini up kalian bisa membaca karya novel saya yang satunya.


" ♥ MENIKAH KARNA DIJEBAK ♥ "


See you next episode😘

__ADS_1


__ADS_2