
"Oh ya bang, Vita lihat didepan ada mobil. Itu mobil siapa bang? " tanya Afifah.
"Itu mobilnya tante leli sama om aries. Sahabatnya Mama sama Papa, mereka datang kesini jauh-jauh dari indonesia hanya untuk mengunjungi Mama sama Papa" jawab Fian.
Yup, tamu yang sedang berkunjung kerumah Afifah saat ini adalah Mommy sama Daddy Alex. Mereka sengaja datang kesana buat bahas masalah perjodohan Afifah dan Alex.
"Vita mau ikut abang ke taman samping nggak?"
"Mau ngapain bang kita disana? "
"Ya main, disana ada anaknya tante leli sama om aries lagi main. Kita kenalan sama mereka yuk"
"Nggak deh bang, Vita mau ke tempat Jeje aja"
"Vita, ayo dong ikut abang kesana. Abang udah janji loh sama mereka buat ajak kamu gabung"
"Baiklah, aku akan ikut abang"
Fian dan Afifah segera melangkahkan kakinya menuju taman belakang. Busa dilihat disana ada 3 anak cowok sedang bermain kejar kejaran. Tiga anak itu adalah Brian ( Abang Alex ), Alex, dan Juan ( Adik kembar Alex ).
"Ehem.. hai" sapa Fian pada mereka bertiga.
"Hai juga... lo pasti Fian ya? " tanya Brian.
"Iya, gue Fian dan ini adik gue namanya Vita, dia emang agak pemalu orangnya" jawab Fian.
"Kak, cewek ini cantik banget ya" bisik Juan ditelinga Alex.
"Nggak, biasa aja. Masih cantikan Mommy" jawab cuek Alex.
"Ih.. Kak Alex mah, apa-apa selalu Mommy terus" ucap Juan.
"Kenalin juga, gue Brian, dan yang ini Juan terus yang itu Alex" ucap Brian.
"Mereka kembar ya? " tanya Fian.
"Iya, mereka berdua kembar. Selisih 10 menit doang" jawab Brian.
__ADS_1
"Kita boleh ikut gabung main nggak? " tanya Fian. Sedangkan Afifah, dia berdiri disamping Fian sambil terus memeluk tangan Fian.
"Boleh, biar makin rame" ucap Juan semangat.
"Abang, Vita nggak mau main. Vita mau sama Jeje abang, kasian Jeje udah nunggu Vita dirumahnya" ucap Afifah.
"Vita, jangan begitu. Kalo ada tamu itu diajak main atau ngobrol jangan malah ditinggal pergi, itu nggak sopan namanya. Jika Vita nggak mau ikut main, Vita duduk diam disini aja. Jangan pergi kemana-mana" ucap Fian.
"Tapi bang, kasian Jeje sendirian dirumahnya, dia nggak ada. temen"
"Vita"
"Baiklah, Vita nggak akan pergi kemana-mana"
Afifah pun mendudukan dirinya dikursi sambil melihat abangnya bermain dengan yang lainnya. Karna merasa bosan, Afifah berjalan menuju air mancur dan melempar batu kerikil kesembarang arah.
Tuk
Karna terlalu kencang dia melempar, batu kerikil tersebut terpental cukup jauh dan mengenai rahang Alex yang sedang bermain petak umpet tak jauh dari tempatnya .
"Darah" gumam Alex ketika menyentuh dagunya. Dia pun langsung menatap tajam Afifah dan berjalan menghampirinya membuat Afifah ketakutan.
"Sorry, Vita nggak sengaja. Beneran sumpah, tadi Vita asal lempar doang. Vita nggak ada niat jahat sama kamu" ucap Afifah meminta maaf.
"Alah.. alesan aja lo, gue tau kok. Lo nggak suka kan gue sama abang dan adik gue datang kesini. Lo pasti sengaja kan lukain gue. Dasar cewek pendendam" seru Alex emosi membuat Afifah semakin ketakutan.
"Nggak, Vita beneran nggak sengaja. Vita nggak dendam sama kamu. Vita cewek baik bukan jahat" ucap Afifah sambil menahan tangis saking takutnya melihat tatapan tajam Alex.
"Dih, udah pendendam, cenggeng lagi. Cewek lemah, baru digituin udah nangis" hina Alex langsung membuat tangis Afifah pecah, dia pun segera berlari ke arah Fian dan memeluknya untuk menyenbunyikan tangisannya.
"Loh, Vita. Kamu kenapa nangis?" tanya Fian bingung.
"Dia hina Vita abang, katanya Vita itu cewek lemah yang cengeng"
"Siapa yang hina kamu Vita? " tanya Fian.
"Cowok itu bang, cowok itu yang hina Vita"
__ADS_1
"Alex, apa apaan kamu ini. Kenapa kamu hina dia, kamu ini laki-laki Alex, nggak sepantasnya kamu bicara sepeti itu sama perempuan" ucap Brian.
"Bukan aku bang, tapi dia duluan yang bikin aku kesel. Dia udah lukain aku bang, dia itu cewek pendendam karna dia nggak suka kita bertiga datang kerumahnya" jawab Alex.
"Nggak, Vita cewek baik. Vita tadi nggak sengaja, Vita nggak ada niat jahat kok. Sumpah deh, Vita beneran nggak sengaja" ucap Afifah.
"Kamu denger sendiri kan, dia nggak sengaja lukain kamu jadi kamu nggak boleh hina dia seenaknya. Dia itu cewek Alex, kamu sebagai cowok nggak boleh nyakitin perasaannya atau menghinanya. Abang nggak pernah ngajarin kamu buat kasar sama wanita, Sekarang juga kamu harus minta maaf sama Vita" ucap Brian.
Dengan terpaksa Alex menuruti.
"Gue minta maaf soal kejadian tadi, gue nggak bermaksut hina elo" setelah mengucapkan itu Alex langsung pergi dari sana.
"Maafin kak Alex ya Vita, dia emang gitu sifatnya. Dia nggak terlalu suka sama perempuan dan dia juga nggak suka orang asing, makanya dia seperti itu. Tapi kalo kamu udah mengenalnya lebih dekat, kamu akan tau gimana sifat aslinya, dia itu tipe orang sayang sama orang terdekat, dia juga perhatian. Vita mau kan maafin kak Alex" ucap Juan. Afifah mengangguk.
Mereka pun kembali bermain bersama dan bercanda bersama.
Setelah itu keluarga Alex pamit pulang. Sebulan kemudian, keluarga Afifah mendapat kabar jika Brian dan Juan mati tertembak. Mama sama Papa Afifah langsung pergi ke sana. Afifah yang baru saja mendengar kabar itu langsung terkejut, dia ingin ikut pergi ke indonesia tapi tidak di izinkan sama ortu mereka.
Kini Afifah sedang bermain bersama Justin ditaman samping rumah Afifah. Namun pikiran Afifah tidak fokus pada permainannnya, dia jadi kepikiran kejadian sebulan lalu dimana dia, abang, dan saudara Alex sedang bermain disana.
"Vita, kamu kenapa? kok nglamun" tanya Justin. membuat pikiran Afifah buyar.
"Nggak Je, Vita nggak ngalumin apa-apa" jawab Afifah tersenyum.
"Ouhh.. Jeje kira Vita lagi melamun" ucap Justin mangut-mangut.
*Aku kok jadi kasian sama cowok itu. Gimana ya kabarnya dia, pasti sekarang dia sedang sedih banget karna kehilangan saudaranya. Apalagi kata bang Fian, saudaranya itu meninggal karna dibunuh tepat dihadapan cowok itu. Pasti sekarang cowok itu sedang frustasi.
Aku nggak bisa bayangin gimana sedihnya dia. Semoga aja aku nggak akan pernah ngalaminnya. Membayangkannya aja sudah buat aku takut apalagi jika sampe kejadian, mungkin aku akan gila.
Nggak.. nggak, semoga aja aku sama bang Fian terus bersama sampai kita besar nanti. Aku sayang abang, aku nggak mau jika abang juga meninggal, aku nggak sanggup kehilangan abang. Aku beneran sayang sama bang Fian, dia segalanya bagiku. Dia kakak terhebat, dia juga pelindung terkuat, pokoknya aku nggak mau kehilangan abang* batin Afifah.
________________________________________
Sabar ya, masih ada beberpaa episode pagi yang menceritakan kisah masa lalu Afifah. Kalian sabar dulu ya.
Jangan lupa Like Komen🤗
__ADS_1
Jangan cuman baca doang, Like itu gratis kok. udah gitu gampang lagi, tinggal pencet jempol doang. Jangan pelit-pelit ya kasih jempolnya 😁
See you next episode😘