WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 116 : Pot Kesayangan Daddy


__ADS_3

"Nggak jelas." ucap Afifah lalu pergi meninggalkan Alex.


"Mau kemana lo?. " tanya Alex.


"Mandi." jawab singkat Afifah.


"Enak aja, gue belum selesai ngomong ya. " cegah Alex sambil menarik tangan Afifah.


"Apalagi sih. Cepetan gue mau mandi, gerah nih badan gue. " ucap Afifah.


"Mandi atau nggak mandi bau lo sama aja, nggak berubah. " ucap Alex.


"Yaiyalah, orang sabun, lotion dan parfum gue wanginya sama jadi wajar nggak berubah. Emang elo, sabun dan parfum beda aroma." ledek Afifah.


"Biarin. Yang penting sama sama seger aromanya, dari pada elo, seger enggak, nyengak iya. " ledek Alex balik.


Afifah pun membalas perkataan Alex dan terjadilah adu mulut antar Pasutri Barbar itu. Sedangkan satpam yang berada tak jauh disana hanya bisa mengelus dada karna heran melihat anak dan mantu majikannya yang nggak pernah akur.


Ctaarrrr


Suara nyaring itu membuat dua bocah yang masih adu mulut menjadi berhenti.


"Aduh mati sudah, tamat riwayat kita. " ucap Alex kaget saat mengetahui bahwa suara itu berasal dari pot bunga kesayangan Daddy nya yang pecah akibat tersenggol tangan mereka berdua.


"Gimana ini Wolf, kalo nanti Daddy tau pot bunga kesayangannya pecah gara² kita. " ucap panik Afifah.


"Gue juga nggak tau. " balas Alex yang juga panik.


"Bagaimana kalo pot ini kita singkirin dan buang jauh jauh biar Daddy nggak tau." usul Afifah.


"Boleh juga tuh. Kan nanti siang kita balik ke rumah dan kalaupun Daddy mengetahui pot bunga kesayangannya pecah, Daddy nggak akan nyalahin kita karna kita udah nggak disini lagi. " ucap Alex menyetujui.


Namun saat mereka hendak jongkok membersihkan pecahan pot bunga itu, tiba tiba suara Daddy mengagetkan mereka.


"Kalian berdua kenapa masih diluar? Apa kalian nggak mau mandi?. " tanya Daddy sambil menghampiri Afifah dan Alex dan membuat wajah mereka langsung pucat.

__ADS_1


"Ma mandi kok Dad, masa iya kita nggak mandi. " jawab Afifah gugup sambil berusaha menutupi pecahan pot dengan kakinya, begitu juga dengan Alex yang ikut membantu menutupi pecahan pot.


"Terus kenapa nggak pada masuk?. " tanya Daddy.


"Sebentar lagi kita juga masuk. " jawab Afifah.


"Oke kalo gitu, Daddy masuk lagi ya. Kalian jangan lama² disini. " ucap Daddy lalu pergi.


"Huftt... " hela nafas lega mereka berdua.


"Untung Daddy nggak tau, kalo Daddy tau bisa habis kita berdua. " ucap Alex.


"Iya bener." sahut Afifah.


"Oh iya, setelah mandi kalian jangan lupa turun ke dapur untuk sarapan bareng. " ucap Daddy Alex yang tiba tiba kembali membuat mereka berdua langsung kaget setengah mati.


"Da Daddy kenapa balik lagi?." tanya Alex berusaha menutupi kekagetannya.


"Daddy kesini mau lihat tanaman Daddy. " jawab Daddy Alex lalu berjalan kearah deretan bunga yang berjajar rapi.


*M@mpuss gue, kalo sampe Daddy lihat pot bunganya sudah pecah karna ulah gue dan Alex* batin Afifah.


"Loh, kenapa jumlahnya kurang satu. " ucapan Daddy barusan semakin membuat Alex dan Afifah takut.


"Kalian tau dimana pot bunga Daddy yang satunya?." tanya Daddy yang sedang kebingungan.


Afifah dan Alex hanya diam menunduk dengan muka yang sudah pucat.


"Kok nggak jawab, kalian tau apa nggak pot bunga Daddy yang satunya?. " tanya ulang Daddy.


Alex dan Afifah masih tetap diam sampai akhirnya Daddy memutuskan untuk masuk kedalam namun saat hendak berbalik ia tak sengaja melihat sebuah pecahan keramik didekat kaki Alex dan Afifah.


"Ini apa? kok ada pecahan keramik dibelakang kaki kalian berdua?. " tanya Daddy Alex.


"Haa? pecahan keramik, mana ada Dad. Daddy mah ada ada aja. " jawab Afifah cepat seraya menggeser posisi agar pecahannya tidak terlihat namun bukannya tak terlihat, pecahan itu justru malah semakin nampak.

__ADS_1


Daddy yang melihat hal itu langsung marah dan mengomeli mereka berdua lalu ia menyuruh anak dan mantunya itu untuk membereskan pecahan pot tersebut.


"Semua ini gara gara elo. " ucap Alex sambil memunguti satu persatu pecahan pot.


"Enak aja, yang ada elo tuh biang kladinya. " balas Afifah karna tak terima disalahkan.


"Kenapa jadi gue?. " tanya Alex.


"Yaiyalah, kalo tadi elo nggak narik tangan gue, gue nggak akan nyenggol itu pot. " jawab Afifah.


"Suruh siapa bikin gue kesal." sahut Alex.


Afifah pun hendak membalas perkataan Alex tapi tepukan bahu dari belakang membuat ia tidak jadi bicara.


"Salah kalian berdua jadi nggak usah kembali ribut." ucap Daddy Alex yang berdiri dibelakang mereka berdua.


"Iya Dad. " jawab Afifah dan Alex bersamaan.


*Boleh digigit nggak sih dua bocah nakal ini, bikin orang greget aja liat kelakuannya. Pagi pagi udah bikin keributan udah gitu pake segala mecahin pot kesayanganku lagi* batin Daddy Alex merasa gemas.


Setelah membersihkan pecahan pot itu lalu mereka masuk ke dalam rumah kemudian masuk ke dalam kamar untuk mandi.


.


.


jangan lupa LIKE KOMEN nya🤗


Aku udah crazy up 2 bab loh, jadi jangan pelit pelit buat tekan tombol jempolnya👍.


See you next episode😘


semoga kaLian masih betah buat ngikutin alur cerita ini💙


.

__ADS_1


__ADS_2