
Setelah sampai didapur Alex segera membuka pintu lemari es untuk mengambil bahan yang ia butuhkan untuk membuat spagety dan nugget pesanan istrinya.
Lalu dia mulai mempersiapkan bumbu-bumbu yang akan dia gunakan. Kemudian dia mulai memasak dan setelah beberapa menit akhirnya spagety dan nugget nya selesai dimasak.
"Loh Alex, kamu lagi ngapain malam-malam begini di dapur?" tanya Mama Afifah yang kebetulan saat itu juga sedang ada didapur.
"Ini Ma lagi buatin Afifah makanan. Kasian Ma dia habis siuman dari pingsannya akibat pengaruh obat tadi makanya Alex buatin makanan supaya keadaannya kembali stabil" jawab Alex.
"Ouh gitu.. terus sekarang keadaannya gimana?" tanya Mama Afifah.
"Sudah lumayan baik Ma" jawab Alex.
"Syukur deh kalo gitu, tadi sore sih Mama sempet nengok Afifah ke kamarnya mau lihat gimana keadaannya. Eh nggak taunya Mama lihat kalian berdua malah tidur, yaudah deh Mama keluar takut ganggu" ucap Mama Afifah.
Alex mangut mangut.
"Kalo gitu aku ke kamar dulu ya Ma, takut nanti Afifah keburu tidur lagi" ucap Alex sambil mengangkat nampan berisi makanan pesanan Afifah dan segelas susu coklat dan susu putih.
Mama Afifah hanya mengangguk sebagai jawaban. Alex kemudian segera naik tangga lalu berjalan menuju pintu dan membukanya.
Saat sampai didalam terlihat Afifah sedang bermain laptop seperti sedang menonton sebuah video, Alex pun berjalan menghampiri dan ikut mendudukan dirinya diatas ranjang.
"Nonton apaan lo?" tanya Alex.
"Lihat pertadingan balap motor Valentino Rossi yang tanding kemarin lusa, gue belum sempat nonton makanya gue lihat youtube" jawab Afifah yang masih fokus pada laptopnya.
"Buat apa coba nonton begituan, kagak ada faedahnya" ucap Alex.
"Ya ada lah, kalo gue nonton ini gue bisa makin jago buat ngebut jadi kalo ada pertandingan gue bisa menang. Lagian ya masih mending gue ngidolakan Rossi dari pada elo suka tuyul, kepala gundul kayak gitu kok di idolakan" ejek Afifah.
"Eh sembarangan kalo ngomong. Mereka bukan tuyul tapi Upin Ipin" seru Alex tak terima idolanya diejek.
"Ya sama aja. Mereka kan sama-sama gundul jadi pantas aja disebut tuyul"
"Nggak gitu juga konsepnya Pai, tuyul sama upin ipin nggak bisa disamain. Mereka beda, tuyul itu nyeremin kalo upin ipin itu gemesin"
"Gemesin dari hongkong. Mendingan ya Valentino Rossi, udah keren jago balapan motor lagi. Ahh.. idola gue emang the best" ucap girang Afifah.
"Stress.. ketawa ketiwi sendiri" cibir Alex namun tak ditanggapi Afifah.
"Nih spagety dan nugget pesanan lo udah jadi. Buruan dimakan nanti keburu dingin" lanjut Alex sambil mematikan laptop Afifah dan memberikan nampan diatas pangguan Afifah.
"Uhuyy makasih Wolf, emang suami terbaik dah lo" ucap Afifah seraya memakan makanannya.
"Hmmm" jawab Alex berdehem.
"Gue mau ke balkon dulu, nanti kalo udah habis taro aja dinakas piringnya" sambung Alex lalu berdiri dan berjalan menuju balkon sambil mendudukan dirinya diatas sofa.
Dia pun kemudian mengeluarkan ponsel karna ingin menghubungi orang suruhannya untuk menyelidiki kasus bang Fian.
__ADS_1
#Room chat
^^^💬 Alex : [ P ]^^^
^^^💬 Alex : [ Woi, gue ada tugas penting buat lo]^^^
💬 Unknow : [ Iya boss. Tugas apa? ]
^^^💬 Alex : [ Gue mau lo selidikin kasus soal kecelakaan beruntun yang terjadi dibelanda sekitar lima tahun lalu ]^^^
💬 Unknow : [ Eh boss, lima tahun lalu itu udah lama loh, kalaupun bisa itu juga nggak bisa cepet waktunya. Kurang lebih bisa berbulan bulan ]
^^^💬 Alex : [ Terserah, gue nggak peduli lama atau cepetnya waktu yang lo butuhkan ]^^^
^^^💬 Alex : [ Yang penting gue mau lo bisa dapat bukti atau informasi tentang kecelakan beruntun itu secara detail sedetail detailnya karna gue butuh banget informasi itu ]^^^
💬 Unknow : [ Iya boss, akan saya usahakan ]
^^^💬 Alex : [ Soal bayaran lo tenang aja, gue akan kasih berapapun yang lo mau sekaligus gue bakal biayain keberangkatan lo dibelanda beserta fasilitasnya ]^^^
^^^💬 Alex : [ Intinya gule mau lo bisa dapet informasi yang gue butuhkan ini ]^^^
💬 Unknow : [ Baik bos, saya akan usahakan untuk bisa segera mungkin mendapatkannya ]
^^^💬Alex : [ Hmmm gue tunggu ]^^^
Setelah selesai membalas pesan dari orang suruhannya, Alex berdiri dan kembali masuk ke dalam kamar.
"Nggak ngapa-ngapain cuman cari angin" jawab Alex.
"Ouhh.. gue kira ngapain" ucap Afifah mengangguk.
"Udah habis makanan lo? " tanya Alex.
"Udah, nih barusan habisnya. Kenapa?" tanya Afifah.
"Enggak, cuman tanya aja" jawab Alex.
Afifah kemudian berdiri dan turun dari ranjang sambil membawa nampan tadi dan berjalan menuju pintu lalu membukanya.
"BI, BIBI... BI" teriak Afifah memanggil pembantu dirumahnya.
"BI.. BI MAR, BI... " panggil Afifah kembali.
"IYA NON, BENTAR" sahut pembantu rumah tangga dikediaman ortu Afifah.
"Ada apa non, kenapa non Afifah panggil saya? " tanya bik Mar setelah sampai didepan Afifah.
"Ini bik, tolong bibi bawa nampan ini ke dapur sekalian beresin ya bik" perintah Afifah.
__ADS_1
"Baik non, saya pamit dulu" ucap bi Mar lalu pergi.
_-_-_-_
"Habis ngapain lo?" tanya Alex ketika Afifah masuk kamar.
"Habis panggil bibi buat beresin nampan tadi" jawab Afifah.
Dia pun berjalan menuju ranjang lalu naik ke atas, dan karna kurang hati-hati saat naik ranjang, Kaki Afifah tersangkut sprei sehingga membuat Afifah jatuh terjungkal kebelakang dengan posisi seperti sujud membuat Alex yang melihatnya menjadi tertawa.
Bugh
"Auuu.. badan gue" jerit Afifah kesakitan
"Buahahahaha..... Eh buset, ngapain lo sujud dibawah ranjang haa? lo kira ini mushola apa. Astaga.. ada ada aja sih lo" tawa Alex pecah saat melihat Afifah dari atas ranjang.
"Sujud mata lo itu. Gue jatuh beg0, bukannya ditolong malah diketawain" seru Afifah.
"Lah ternyata jatuh, gue kira lo mau sujud syukur" ucap Alex yang masih tertawa.
"Bangs*t, nggak usah ketawa lo. Buruan bantuin gue berdiri, sakit nih badan gue" ucap ngegas Afifah.
"Lagian aneh-aneh aja sih kelakuan lo. Mau naik ranjang aja pake jungkir balik dulu, dikira ini acara ninja warrior apa" balas Alex sambil membantu Afifah berdiri namun alih-alih berhasil, Alex justru malah menjatuhkan kembali badan Afifah di lantai karna kebanyakan tertawa.
"Sialan! kalo bantu orang yang ikhlas dong, lo pikir jatuh itu nggak sakit apa" ucap kesal Afifah.
"Sorry.. sorry.. soryy... gue tadi nggak fokus. Yaudah sini gue bantu berdiri lagi" ucap Alex jongkok didepan Afifah.
"Kagak perlu, gue bisa berdiri sendiri. Nanti lo banting lagi badan gue" tolak Afifah seraya berdiri dan duduk bersandar diatas ranjang.
"Maaf Pai, habisnya lucu banget tau nggak posisi lo jatuh tadi. Gue pikir tadi lo sedang sujud beneran eh nggak taunya jatuh, mana kepala duluan lagi yang nyungsep" ucap Alex yang masih tertawa.
"Nggak usah ngeledek. Sakit nih badan gue gara-gata lo banting. Mana bantingnya kayak lempar guling lagi, nggak pake aba-aba langsung dijatuhin, untung tulang gue pada kuat semua" cebik Afifah melototkan matanya.
"Ya maaf, gue kagak sengaja. Yaudah sini, gue pijitin biar enakan badan lo" ucap Alex ikut naik dan duduk diatas ranjang.
"Kagak usah, nanti tangan lo Kemana-mana lagi. Bukanya pijitin punggung, bisa-bisa tangan lo pijitin dada gue kayak waktu dulu" ucap sinis Afifah.
"Itu kan dulu, sekarang nggak deh. Percaya sama gue" ucap Alex.
"Beneran ya, kalo lo nggak akan macem-macem" ucap Afifah.
"Iya beneran. Suer dah" ucap Alex menyakinkan. Akhirnya Afifah mau di pijitin Alex.
_______________________________________
Jangan lupa Like Komen 🤗
Supaya Author juga makin semangat untuk Up bab selanjutnya 💙
__ADS_1
jangan cuman baca doang, masa tinggal pencet tombol susah banget sih. wkwkkwk becanda😂
See You Next Episode