
Waktu demi waktu telah berlalu, jam demi jam sudah terlewati.
Setelah beberapa jam terbang akhirnya pesawat yang dinaiki oleh Justin dan Jeff mendarat juga di bandara Indonesia.
Mereka berdua pun lantas turun dan berjalan keluar dari dalam bandara. Setelah menemukan sebuah taksi Justin dan Jeff langsung segera menghampirinya.
"Pa" panggil Justin pada Papa nya yang terlihat sedang sibuk memperhatikan sekitar.
"Hemm, ada apa?" sahut Papa menoleh.
"Papa masuk dulu aja, kopernya biar aku yang masukin ke bagasi" ujar Justin mengatongkan tangannya ke depan.
"Baiklah" jawab singkat Papa Justin sambil memberikan koper itu pada anaknya dan ia pun segera masuk ke dalam mobil.
Tak lama kemudian Justin pun ikut masuk ke dalam dan duduk di samping Papanya.
"Apartemen dekat rumah sakit kota ya Pak" ucap Justin memberitahukan alamat rumahnya pada supir taksi.
"Iya tuan" balas Supir taksi lalu mulai menyalakan mesin mobil dan melajukannya.
"Makasih ya Pa karena Papa udah nurutin permintaan ku buat ikut aku balik ke Indonesia" cebik Justin tersenyum lebar menatap Papanya.
"Iya sama sama, Papa akan lakuin semuanya demi kamu asal kamu tidak bersedih. Senyum kamu sangat berharga bagi Papa, tidak ada sesuatu yang lebih penting dari Papa kecuali kebahagiaan mu" jawab tulus Papa Justin mengelus lembut puncak kepala putra semata wayangnya.
*Mungkin ini yang terbaik walaupun harus menghancurkan kehidupan orang lain, namun permintaan Justin jauh lebih berharga. Tidak akan kubiarkan anak ku membenci diriku atau menjauhi ku karena aku tidak mau membantunya untuk mengembalikan wanita pujaannya* batin Jeff sambil terus mengelus lembut puncak kepala Justin.
*Hah... Setelah dipikir-pikir ada benarnya juga apa yang dia katakan kemarin, selama ini aku terlalu sibuk dengan pekerjaan ku sehingga aku tidak pernah mempunyai waktu luang untuknya.
Dia merasa sendirian dan sangat kesepian, namun setelah hadirnya Vita dan keluarganya anak ku kembali tersenyum ceria lagi sepeti medapat Kebahagian dan kehangatan dari keluarga yang selama ini dia rindukan.
Karena keegoisan ku dan Ellie anak balita yang masih berumur dua tahun harus kehilangan kasih sayang lengkap dari kedua orang tuanya. Dia harus menjadi broken home disaat dirinya bahkan belum mengerti, memahami dan merasakan cinta dari orang sekitarnya.
Mulai sekarang aku harus lebih fokus dengan kehidupan Justin, selama ini aku kurang memperhatikan dirinya. Aku ingin tau sejauh mana pergaulan dia selama ini* batin Papa Justin
...🎞 🎞 🎞...
Sedangkan disisi lain.
Di depan sebuah rumah berdiri seorang wanita sedang berjalan mondar mandir disana. Wanita itu tampak beberapa kali mengetuk pintu dan menerikai nama seseorang dari sana.
Ellie, sore ini dirinya tengah datang kembali di rumah Jeff dan Justin. Seperti yang diminta anaknya kemarin, hari ini wanita itu menepati ucapannya untuk datang lagi. Dengan berbekal sebuah dokumen dan map di tangannya wanita itu sedari tadi terus berusaha memanggil manggil nama putranya dari luar.
Tok tokt tok
__ADS_1
"Justin buka pintunya, ini Mama nak" teriak Ellie untuk kesekian kalinya.
Tok tok tok
"Buka pintunya, Mama datang buat penuhin permintaan mu kemarin. Sekarang keluarlah, Mama ada di depan"
"Justin, apa kamu bisa mendengar Mama? buka pintunya sayang" teriak Ellie lagi tapi sama sekali tak ada sahutan.
Cukup lama dia berdiri dan berteriak disana sampai akhirnya setelah merasa lelah Ellie pun berhenti mengetuk.
"Hah.. kenapa sepi sekali, dimana anak itu! udah dipanggilin dari tadi belum keluar juga"
"Ckk, kalo bukan karena butuh gue ogah sebenarnya datang kesini dan berlagak sedih terus ngemis ngemis cinta dari anak itu kayak orang gila. Apalagi kalo ketemu sama Jeff, huh males banget deh" gerutunya sambil bersedekap dada.
Dari depan gerbang tiba tiba datang seorang pria yang berjalan masuk ke dalam area rumah perkarangan Justin kemudian dia menghampiri Ellie.
"Permisi" ucap orang itu.
"Eh iya, anda siapa ya?" sahut Ellie dengan kening berkerut menatap pria itu dari atas sampai bawah.
"Maaf apa anda sedang mencari pemilik rumah ini?" tanya orang itu.
"Iya, apa bapak tau mereka dimana? soalnya dari tadi saya ketuk pintu tidak ada sahutan" tanya balik Ellie.
"Keluar kemana? terus kira kira pulangnya lama nggak ya pak? kalo cuman sebentar saya tunggu aja disini nggak papa"
"Maaf saya kurang tau mereka pergi kemana tapi tadi pagi mereka membawa banyak koper, kemungkinan mereka sedang pergi ke luar negeri atau luar kota" jawab orang itu.
"Apa! mereka pergi sambil bawa koper?" tanya Ellie melototkan matanya.
"Iya"
"Sial, itu artinya gue di tipu dong. Sia sia gue nyempetin waktu buat datang kesini taunya cuman prank" decak kesal Ellie memukul tembok di sampingnya.
"Oh ya, tadi sebelum pergi Justin nitipin saya surat katanya disuruh ngasih kepada seorang wanita yang datang kerumahnya waktu sore dan wanita itu bernama Ellie, itu anda bukan. Kalo iya ini suratnya" sambung orang itu sembari menyodorkan secarik kertas di depan Ellie dan di terima oleh wanita itu.
"Kalo begitu saya permisi" pamit orang itu dan dibalas anggukan kepala.
Sepeninggal orang itu Ellie lalu duduk di sofa yang ada disana lalu mulai membuka dan membacanya.
~ • ~ • ~ • ~ • ~ • ~ • ~ • ~ • ~ • ~ • ~ • ~
ISI SURAT :
__ADS_1
Hai wanita hina eh salah maksudnya Mama, gimana kabarnya? gue tau pasti baik kan. Oh ya maafin anakmu ini ya karena waktu datang akunya malah nggak ada.
Tapi emang sengaja sih karena gue pengen ngerjain lo hehehe maaf ya udah kurang ajar tapi nggak papa lah sekali kali yakan, jangan marah ya kalo marah nanti cepet mati wkwkwkwk. Eh tapi silahkan aja sih kalo mau marah gue malah seneng karena gue jadi anak piatu jika lo mati, malahan gue berharapnya hari ini juga lo mati hehehe canda. Jangan nggap serius anggap aja itu doa.
Oh ya gue ngasih surat ini karena gue cuman mau ngasih tau lo kalo gue itu kemarin sebenarnya cuman pura pura. Gue suruh lo dateng bukan karena gue udah mulai suka sama lo tapi gue lakuin itu buat mancing Papa gue doang. Lo jangan ke Pd an dulu makanya, ngakak banget sumpah kemarin malam lihat postingan lo dimedia sosial yang bilang kalo lo bersyukur karena gue udah maafin lo dan mau ikut sama lo.
Ciuh, asal lo tau ya. Jika aja gue nggak bertengkar dengan Papa, gue sebenarnya ogah ngajak lo ngomong, Jijik banget rasanya waktu tau kalo ternyata lo itu mama gue, kayak merasa nyesel aja gitu lahir dari rahim wanita gila kayak lo.
Andaikan aja gue bisa pilih lahir dari rahim mana pasti gue nggak akan mau masuk di dalam perut lo. Tapi nggak papa lah udah terlanjur juga, btw makasih ya karena udah mau hamil dan lahirin gue. Berkat perjuangan lo gue bisa ketemu orang sebaik Papa gue.
Oh ya satu lagi, gue juga mau kasih tau kalo lo jangan coba coba lagi gangguin kehidupan papa gue. Kalo lo berani langgar gue bakal jamin hidup lo bakal berantakan, lo masih ingat kan kertas yang gue kasih kemarin dan lo tanda tangani.
Di dalam surat itu mengatakan kalo lo merusak ketenangan hidup gue dan Papa, kekayaan lo bakal sepenuhnya milik gue dan lo nggak berhak memilikinya secuil pun.
Jadi kalo sampek habis ini lo masih berani nginjak kaki lo di rumah gue atau kantor Papa gue hanya buat ketemu gue maka bersiaplah semua harta lo bakal jadi milik gue, ini bukan ancaman tapi ini peringatan. Gue benar benar akan mengambil apa yang jadi milik gue sesuai perjanjian.
Lo pikir gue nggak tau, lo itu cewe matre kan? lo sibuk nyariin gue setelah belasan tahun hilang karena lo mau manfaatin gue agar lo bisa dapat duwit banyak yakan.
Yaelah murahan banget sih lo hanya demi uang lo sampek rela kayak gini. Tapi nggk papa deh gue malah senang kalo lo sujud sujud dikaki Papa gue buat minta izin untuk ketemu dengan gue, setidaknya derajat Papa gue lebih tinggi dibanding elo. Udah itu aja yang mau gue sampein ke elo.
Intinya jangan ganggu Papa dan gue lagi kalo nggak mau jatuh miskin. Gue khawatir kalo semua harta lo habis jadi milik gue nanti lo akan gila, lo kan matre so pinter pinter aja kalo mau nglakuin sesuatu ya!
Bye bye wanita parasit. Buruan pergi dari rumah gue, gerbang rumah terbuka lebar untuk lo keluar dari sana.
~ • ~ • ~ • ~ • ~ • ~ • ~ • ~ • ~ • ~ • ~ • ~
Brak
"Brengsek!! dasar anak sialan" geram Ellie dengan rahang mengeras setelah membaca isi surat tersebut.
"Hancur sudah hancur harapan gue buat porotin hartanya Jeff, niat awal ingin jebak mereka berdua eh malah gue yang kejebak"
"Benar benar anak bodoh, bisa bisanya gue ceroboh! Andai aja kemarin gue baca dulu dokumen dari dia pasti nggak bakal begini"
"Akkhhkk"
Tarr
Teriak kesal Ellie seraya melempar pot bunga yang ada di meja teras Justin hingga hancur berantakan.
___________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak.
__ADS_1
Like komen vote gitu💙