WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 196 : What a bitch


__ADS_3

Jam pulang sekolah sudah berdering, kini saatnya semua anak sekolah berbondong bondong berhamburan keluar kelas untuk pulang.


Begitu pula dengan Justin, sekarang ini dirinya tengah duduk dikursi pinggir jalan guna untuk menungu taksi.


Justin duduk dengan bersedakap dada sambil memejamkan kedua mata. Entah apa yang sedang dia pikirkan sampai sampai dia sama sekali tak peduli sekitarnya.


Ting


Suara nontifikasi pesan masuk didalam ponsel membuat Justin terpaksa membuka mata untuk melihat isi pesan itu.


💬 Papa Justin : [ Pulanglah, papa menunggumu ]


💬 Papa Justin : [ Jika kamu tidak mau pulang maka papa tidak akan memberi kamu kebebasan dan memberi mu izin lagi ]


💬 Papa Justin : [ Ini bukanlah sebuah gertakan tapi ini sebuah ancaman yang akan jadi kenyataan jika kamu tidak melakukannya. Ingatlah, kali ini papa tidak sedang bercanda jadi tolong bijaklah mengambil keputusan ]


💬 Papa Justin : [ Jaga diri mu baik baik, papa menyayangi mu ]


Prak


Justin langsung melempar ponsel miliknya tepat ke arah trotoar setelah membaca pesan tersebut.


Terlihat wajah Justin nampak merah menahan kesal. Bahkan ponsel nya tadi sampai retak akibat kencangnya dia melempar.


"Shit! papa tidak main main kali ini. Dia benar benar akan membatasi pergerakan gue jika gue nggak mau pulang" gumam Justin memaki papa nya.


"Mau nggak mau gue harus balik ke belanda. Tapi bagaimana dengan Vita? jika gue pergi siapa yang akan menjaganya? dan bagaimana jika tu cowok penikung semakin dekat dengan Vita?"


"Agghhttt sialan. what a *****. Benar benar sangat menyebalkan" umpat Justin mengepalkan tangan.


Dia kemudian memukul mukulkan tangannya pada pohon yang ada disampingnya untuk meluapkan rasa kesalnya.


"Brengsek.. kenapa hidup gue jadi kayak gini. Kenapa setiap kali gue mau deketin Vita selalu saja ada masalah datang! Entah itu teman, orang, bahkan papa pun juga jadi masalah!"


"Ahhh emang dasar sialan! ... gue benci hal seperti ini" erang Justin lagi sambil terus memukul mukulkan tangannya dipohon.


...❇️ ✳️ ✴️ ❇️ ✳️ ✴️ ❇️...

__ADS_1


Mila, Aska, dan Iza terlihat baru saja keluar dari kelas. Mereka bertiga sedang berjalan dikoridor untuk pergi menuju parkiran.


"Eh kita jadi pergi ke rumah Alex Afifah kan?" tanya Aska ditengah jalan.


"Jadi kok, ada apa yank?" jawab Iza menoleh ke arah Aska.


"Emm yank.. aku boleh nebeng dimobil kamu nggak? Biar aku yang bawa mobil deh, jadi nanti kamu tinggal duduk santai aja" tanya Aska menggaruk tengkuk kepala yang tidak gatal.


"Boleh sih, tapi nanti Mila bagaimana? masa iya dia duduk dibelakang sendiri. Kan kasian jadi nyamuk" jawab Iza melirik Mila.


"Ah itu mah gampang, Mila biar sama Diki aja. Mereka berdua kan pacaran jadi biar pas gitu. Aku sama kamu sedangkan Mila sama Diki" ucap Aska membuat Mila yang tengah membenarkan tali sepatu reflek langsung mendongak dan berdiri.


"Eh sembarangan aja lo, nggak nggak nggak.. enak aja. Lo nggak boleh nebeng, Iza biar sama gue aja" seru Mila pasalnya dia tidak mau jika harus bareng sama Diki, cowok yang notabenya adalah musuh yang berlindung dibalik kata pacar.


"Apaan sih, suka suka gue dong. Ngapain lo larang, orang pacar gue aja ngizinin" balas Aska.


"Ckk, pokoknya lo nggak boleh nebeng. Iza biar sama gue aja"


"Dih, lo kenapa sih Mil? bukannya malah enak kalo gue nebeng sama ayank gue, jadi nanti lo kan bisa berduaan sama Diki" ucap Aska yang memang dia belum mengetahui jika Mila dan Diki hanya pacar taruhan, begitu pula dengan Iza, Alex, dan Afifah yang sama sama juga belum tau.


"Iya tuh, kan lo berdua baru pacaran jadi ini ketempatan lo buat mesra mesraan. Kenapa lo malah nolak?" ucap Iza yang ikut menyahuti.


"Ogah, orang gue mau berduaan sama pacar gue. Ya kan yank" ucap Aska melihat ke arah Iza.


"Hmmmm" jawab Iza menyetujui.


"Yaelah Za, lo kok gitu sama gue, nggak setia kawan. Tega banget lo sama gue" cebik Mila cemberut.


"Lah, tega gimana sih maksut lo? emang gue ngapain elo? bukannya malah tambah bagus yang diomongin ayank gue, lo sama Diki kan baru pacaran jadi ini kesempatan lo buat mesra mesraan sama dia" ucap Iza tak mengerti.


"Iya tuh. Biasa nya ya kalo orang baru pacaran itu lagi uwu uwunya lagi romantis romantisnya dan biasanya disituasi kayak gitu mereka cenderung pengen berduaan terus lah tapi ini kenapa elo malah nggak mau. Aneh banget" sambung Aska.


*Ya enggak mau lah, orang gue sama Diki cuman pacar taruhan bukan pacar beneran* batin Mila


*Lagian boro boro gue sama Diki mau mesra mesraan. Orang lihat muka sama tampangnya aja udah ngreget ngajak baku hantam* batin Mila lagi.


"Yaudah yuk yank kita pergi" lanjut Iza sembari menarik lengan Aska. Mila yang tersadar jika sahabatnya hendak pergi langsung mencegahnya.

__ADS_1


"Eh woy tunggu dulu" teriak Mila pada Aska dan Iza


"Apa lagi?" tanya Iza terpaksa menghentikan langkahnya.


"Kalo lo berdua pergi terus gue gimana?"


"Ya lo sama pacar lo lah si Diki, gitu aja pake nanya" jawab Aska.


"Ckk, gue kan udah bilang kalo gue nggak mau. Gue maunya sama Iza, Aska elo nebeng sama Iza nya besok aja lah. Hari ini dia biar sama gue aja" ucap Mila.


"Apa? besok? nggak nggak.. gue nggak mau. Orang gue maunya sekarang bukan besok" tolak Aska menggelengkan kepala.


"Tapi gue nggak mau ka sama Diki, gue maunya sama Iza" ucap Mila yang masih kekeh.


"Terserah, gue nggak peduli. Intinya Iza harus sama gue sekarang" balas Aska seraya merangkul pundak Iza dan menariknya pergi meninggalkan Mila sendiri disana.


"Lah woy kok gue malah ditinggal"


"Aska.. Iza.. terus ini gue jadinya gimana?" teriak Mila.


"Bodo amat, terserah elo. Kalo lo mau nebeng sama Diki ya silahkan tapi kalo lo nggak mau ya itu urusan lo sendiri" sahut Aska tanpa menoleh dan terus berjalan pergi.


"Setan emang tu anak, gue ditinggalin" gerutu Mila.


"Duh, ini gimana sih? masa iya gue semobil sama manusia kadal itu. Haisshh... kalo gue nggak mau terus gue naik apa buat pergi ke rumah Alex sama Afifah"


"Ya ampun, mana gue tadi berangkatnya nggak naik mobil sendiri lagi. Huh! kalo kayak gini terpaksa deh gue mau nggak mau harus semobil sama tu anak kadal" gerutu Mila lagi.


"Ahh.. Malas banget gue sebenarnya ketemu sama dia. Tapi kalo gue nggak mau nanti gue juga yang bingung sendiri nyari tumpangan" ucap bingung Mila.


"Cek, Tu bocah juga sedang ada dimana lagi? bikin susah aja" sambung Mila kemudian dia berjalan pergi untuk mencari keberadaan Diki.


________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak😍


Like komen Vote gitu🐾

__ADS_1


See you next episode💙


Bersambung....


__ADS_2