WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 161 : Alex kemana sih?


__ADS_3

Afifah baru saja bangun dari tidurnya. Ia tampak mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang menerpa wajahnya.


"Huh panas banget, jam berapa sih ini?" gumam Afifah sambil melihat ke arah dinding dan melihat jam yang sudah menunjukan 11.00 wib.


Dia pun lantas duduk bersandar disandaran ranjang sambil minum air yang ada diatas nakas.


"Loh! ni anak kemana? kok ilang? apa dia ada dibawah" ucap Afifah ketika dirinya tak melihat keberadaan Alex disampingnya.


Dengan langkah malas Afifah berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai mandi dan berpakaian Afifah keluar kamar untuk mencari Alex.


"Ma" panggil Afifah yang melihat Mama sedang duduk diteras.


"Eh sayang, baru bangun? " tanya Mama dan dijawab anggukan kepala oleh Afifah.


"Gimana keadaan kamu? apa kepala kamu masih pusing? " tanya Mama Afifah lagi.


"Udah enggak Ma. Oh ya, Mama lihat Alex nggak? soalnya aku cariin sampai keliling rumah kok nggak ketemu-ketemu" tanya Afifah sambil ikut duduk disamping Mamanya.


"Tadi pagi dia pamit pergi, katanya sih lagi ada urusan dan sampai sekarang belum balik" jawab Mama Afifah.


"Haa pergi? pergi kemana? " tanya Afifah penasaran.


"Ya mana Mama tau, orang tadi Alex cuman bilang ada urusan" jawab Mama Afifah sambil mengedikan bahu.


"Resek emang tu anak, pergi nggak ngajak-ngajak gue. Udah gitu nggak pamit lagi" gerutu Afifah cemberut yang masih bisa didengar Mamanya.


"Heh, nggak boleh gitu sama suami. Dia nggak pamit palingan juga karna nggak tega bangunin kamu" ucap Mama Afifah sambil menepuk tangan Afifah membuat Afifah berjingkat kaget.


"Mama ih.. jangan main tepuk sembarangan, aku kan jadi kaget" seru Afifah memegangi dadanya.


"Ya kamu sih dari dulu nggak pernah berubah, selalu bersikap begitu sama Alex" balas Mama Afifah.


"Perasaan sejak aku nikah Mama tuh selalu aja belain Alex, nggak pernah sama sekali belain aku. Malahan Mommy yang sering bela aku dibanding sama Alex. Sebenarnya anak Mama siapa sih? Aku apa Alex, terus juga sebenarnya Mama aku siapa? Mama apa Mommy. Setiap kita berantem yang bela selalu Metua" cibir kesal Afifah.


"Anak Mama ya kamu tapi menantu Mama Alex dan Mama lebih milih Alex ketimbang kamu soalnya Alex bisa diandalakan dan dipercaya, sedangkan kamu apa? tiap disuruh selalu aja bilangnya nanti aja Ma, atau nggak biar bibi aja Ma yang kerjain. Udah gitu hampir setiap hari suka bikin masalah" ucap Mama Afifah.


"Mama nggak asik, aku pergi aja deh dari sini" ucap Afifah seraya berdiri dan berjalan menjauh dari Mamanya.


"Hey Fi, mau kemana kamu? jangan keluyuran, kamu kan habis sakit" tanya Mama Afifah berteriak.


"Ke taman belakang Ma, mau nemenin tukang kebun aja dari pada sama Mama" jawab Afifah yang juga berteriak.


"Gini nih kalo kelakuannya nurun sama Papa, kalo dibilangin atau dinasehatin bukanya didengerin tapi malah kabur" gerutu Mama.


Sedangkan Afifah, dia terus berjalan menuju ke taman belakang lalu mendudukan diri disalah satu gazebo yang ada disana.


Cukup lama Afifah duduk disana sambil memperhatikan tukang kebun yang sedang membersihkan taman belakang sampai akhirnya dia merasa bosan dan pergi menuju halaman belakang.


Lalu dia memanjat pohon rambutan karna dihalaman miliknya pohon yang berbuah cuman rambutan saja.

__ADS_1


"Tu anak sebenarnya kemana sih, udah pergi nggak pamit eh pulangnya juga lama banget lagi. Kalo kayak gini gue kan jadi kesepian, nggak ada temen yang bisa diajak ngobrol" gumam Afifah seraya mendudukan dirinya diatas salah satu batang pohon rambutan.


"Apa jangan-jangan dia lagi sama Aska dan Diki ya, kan kemarin dia bilang kalo mereka berdua mengajaknya jalan-jalan bertiga" ucap Afifah sambil mengambil ponsel dan menelpon mereka berdua menggunakan via video call.


Diki berdering


Aska berdering


Tak sampai semenit, panggilan video call itu tersambung dan menampilkan wajah mereka berdua dari balik layar.


📽 Aska : "Hallo, ada apa? " tanya Aska dari balik ponsel yang memperlihatkan jika dia sedang tiduran di kamarnya.


📽 Diki : "Iya, ada apa? ngapain lo vc kita?" tanya Diki yang terlihat sedang berada ditempat umum.


📽 Afifah : "Gue cuman mau nanya, Alex lagi sama lo berdua nggak? Soalnya tadi pagi dia pergi kagak pamit sama gue"


📽 Aska : "Nggak, gue dirumah sendirian nih"


📽 Diki : "Gue juga nggak ada"


📽 Afifah : "Lah terus kalo dia nggak sama lo berdua dia pergi kemana?"


📽 Diki : "Ya mana kita tahu, lo kan bini nya harusnya tau dong dia dimana. Secara tiap hari lo berdua selalu bersama kan"


📽 Afifah : "Halah, gue tau lo berdua pasti bohongin gue kan, ngaku deh. Alex pasti lagi ada sama lo berdua kan, udahlah ngapain sih bohong segala kalo memang lagi sama kalian ya nggak papa. Nggak usah bohong gitu napa"


📽 Aska : "Eh semprul! siapa juga yang lagi bohongin elo, orang Alex emang beneran nggak ada kok"


📽 Aska : "Nah iya betul banget tuh. Sejak dia nikah sama elo, Alex jadi susah banget diajak kumpul bertiga. Alasannya dia nggak ada waktu buat main, katanya tiap pulang sekolah dia bersihin rumah sampai sore jadi nggak ada waktu lembur"


📽 Diki : "Pasti ini ulah elo kan nyuruh Alex bersihin rumah biar dia nggak bisa main sama kita"


📽 Afifah : "Eh sembarangan aja kalo ngomong. Gue nggak pernah larang dia buat ketemu sama kalian tau, lagian yang dibilang sama Alex itu benar. Kita berdua memang setelah pulang sekolah selalu bersihin rumah"


📽 Afifah : "Jadi bukan hanya Alex dan kalian berdua aja yang nggak ada waktu bertiga, gue juga kali. Setiap Mila sama Iza ngajak main gue juga sering nolak karna memang gue nggak ada waktu lembur"


📽 Aska : "Udah tau begitu kenapa nggak nyari pembantu aja, kan dengan begitu lo berdua nggak perlu susah² bersihin rumah segede istana itu"


📽 Afifah : "Gue sih juga gitu maunya, tapi sama Alex nggak dibolehin. Katanya biar kita berdua belajar hidup mandiri, ngeselin banget kan temen lo. Kalo ngomong main seenaknya aja, nggak tau apa kalo gue itu paling nggak suka dengan namanya bersih-bersih rumah "


📽 Aska : "Oh iya gue baru inget, elo kan anaknya pemalas banget jadi wajar aja Alex bilang gitu. Kalo dia cari pembantu nanti yang ada keenakan elo"


📽 Afifah : "Setan! gue kira lo mau belain gue, eh nggak tau nya tetap belain sahabatnya"


📽 Aska : "Gue nggak belain tapi gue cuman nyampein pendapat gue"


📽 Afifah : "Sama aja ogeb"


📽 Diki : "Btw, lo lagi dimana sih ini? kok belakang lo banyak banget dedaunan?"

__ADS_1


📽 Afifah : "Gue lagi diatas pohon rambutan"


📽 Diki : "Buset dah emang dasar tarzan ya elo, siang-siang bukanya masuk rumah eh ini malah duduk diatas pohon"


📽 Afifah : "Enak aja gue dibilang tarzan, elo tuh kadal"


📽 Diki : "Kadal mata lo itu, ganteng-ganteng gini disamain sama kadal"


📽 Afifah : "Lah kan emang iya, lo itu kadal. Udah jelek, pendek, Suka main perempuan lagi"


📽 Diki : "mendingan gue dong, dari pada lo udah barbar eh jadi manusia juga manusia tarzan lagi yang temannya sebangsa monyet"


📽 Afifah : "Sialan! berani banget lo ngatain gue, awas aja lo kalo ketemu. Gue akan bikin muka lo itu banyok seketika"


📽 Diki : "Silahkan aja, gue nggak takut tuh"


📽 Afifah : "Egghtt.. nantangin banget ya lo, lihat aja kalo ketemu. Gue beneran bakal bikin muka lo bonyok" ucap Afifah sambil mengakhiri panggilan video call secara sepihak.


Afifah pun lalu memetik buah rambutan dan melempar kesembarang arah dan tak sengaja mengenai tukang kebun yang sedang membersihkan halaman belakang.


"Astagfirullah non Afifah.. ngapain duduk diatas pohon" ucap tukang kebun sedikit kaget saat melihat ke atas.


"Nggak papa mang, lagi bosen aja" jawab singkat Afifah.


"Turun non nurun. Ya ampun.. nanti kalo jatuh bisa bahaya non" ucap tukang kebun itu.


"Yaelah mang, kalo jatuh pasti juga kebawah, kan nggak mungkin kalo jatuh naik ke udara. Jadi mamang tenang aja"


"Astaga non, masih sempat-sempetnya becanda. Turun atu non, nanti kalo nyonya tau bisa dimarahi, non Afifah kan baru sembuh"


"Nggak bakal mang, Mama nggak akan tau kok. Udahlah mamang diam aja, aku nggak papa kok. Dijamin aman deh nggak bakal jatuh, aku juga udah sehat"


"Duh bandel banget sih kalo dikasih tau"


"Sudahlah mang, mending mamang lanjut kerja aja. Aku nggak akan jatuh, beneran deh" ucap Afifah.


Lantas tukang kebun tersebut langsung pamit pergi meski sebenarnya dia merasa khawatir melihat anak majikannya.


"Hah, dari pada mikirin tu cowok pergi kemana mendingan makan rambutan aja" gumam Afifah seraya merebahkan tubuhnya diatas pohon kemudian dia memetik buah rambutan dan memakannya.


_________________________________________


Maaf ya guys baru bisa up hari ini dan juga maaf belum bisa crazy up. Yahh.. pengennya sih crazy up tapi untuk saat ini belum bisa, tapi jika nanti udah bisa aku akan usahain buat crazy up😊.


Jangan lupa Like Komen 🤗


Supaya Author juga makin semangat untuk Up bab selanjutnya 💙


jangan cuman baca doang, masa tinggal pencet tombol susah banget sih. wkwkkwk becanda😂

__ADS_1


See You Next Episode


__ADS_2