WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 264 : Canggung


__ADS_3

Mommy Alex berjalan tergesa-gesa menuju ke arah ruang tamu, ia berjalan sambil sesekali menoleh ke belakang.


Rasa kaget dan gugup tiba tiba saja menyelimuti hatinya saat tadi secara tak sengaja ia melihat kejadian yang tak seharusnya ia lihat.


Andai saja dirinya tidak datang ke halaman belakang mungkin saja perasaan ini tidak muncul di dalam dirinya, Mommy Alex sangat merasa tak enak hati dengan kedua anaknya sebab sudah mengganggu waktu mereka.


*Ya tuhan apa yang udah aku lakukan, dasar ceroboh! jika saja tadi aku nggak mencari kesana mungkin sekarang ini Alex dan Afifah sudah selesai dengan kegiatan ranjangnya, kalo begini aku nggak jadi punya cucu dong astaga.. benar benar ceroboh* batin geram Mommy Alex sambil memukul kepalanya.


Daddy Alex yang sedari tadi duduk menunggu di ruang tamu melihat istrinya datang sambil memukul kepalanya nampak mengerutkan dahi.


"Mommy kenapa? kok mukul kepala gitu, apa Mommy sakit?" tanya Daddy Alex setelah istrinya sampai disana membuat Mommy Alex seketika mendongak.


"Eh Daddy, enggak kok aku nggak papa" jawab Mommy Alex sedikit terkejut saat mendengar suara suaminya.


"Nggak papa tapi kenapa muka kamu kelihatan gugup dan gelisah?"


"Oh ini, nggak kok aku nggak gugup atau gelisah. Wajahku biasa aja, mungkin Daddy salah lihat kali" jawab Mommy Alex yang langsung mengubah ekspresi wajahnya agar suaminya tidak curiga.


"Mungkin, eh iya ngomong ngomong Alex sama Afifah kemana Mom? apa kamu ketemu sama mereka berdua?" tanya Daddy Alex lagi sambil celingukan kesana kemari.


"Iya, tuh mereka masih ada di halaman belakang" jawab Mommy Alex dan di balas anggukan kepala oleh Daddy.


...-_-_-_-_-_-_-_-_-...


"Wolf, takut.. gue balik ke kamar aja ya. Nanti kalo Mommy sama Daddy nanya bilang aja gue lagi ada urusan mendadak" ucap Afifah ditengah mereka berjalan.


"Enak aja, nggak.. nggak.. nggak... kita kesana bareng" tolak Alex yang langsung menarik tangan Afifah agar tidak kabur.


"Tapi gue malu, lo aja ya yang kesana. Plesee sekali aja ya" ucap mohon Afifah dengan mengatungkan tangannya dan mengeluarkan pup eyess imut andalannya.


"Gue bilang enggak ya enggak, awas aja kalo lo kabur. Gue ikat nanti kaki lo dipinggir ranjang mau?"ancam Alex.


"Ckk, nggak asik lo" decak sebal Afifah.


"Biarin" balas Alex tak peduli sembari kembali berjalan dan menarik tangan Afifah.


...-_-_-_-_-_-_-_-_-...


"Mom, kamu beneran udah menemui mereka kan?" tanya Daddy Alex pada istrinya.


"Iya udah"


"Kalo udah kenapa mereka lama sekali kesininya. Masa iya mereka lupa kalo kita ada disini"

__ADS_1


"Ya nggak mungkinlah mereka lupa kita ada disini, Daddy kalo ngomong ada ada aja"


"Habisnya mereka belum datang juga padahal udah lima belas menit loh kita nunggu disini" gerutu Daddy Alex.


"Ya kita tunggu lagi aja, mungkin sebentar lagi mereka akan segera datang" jawab Mommy Alex mencoba menenangkan sambil mengelus pundak suaminya.


*Duh Alex sama Afifah ada dimana sih, kenapa lama sekali kesininya. Apa jangan jangan sekarang mereka sedang malu ya ketemu aku, tadi aja muka mereka panik banget. Astaga.. aku jadi semakin merasa nggak enak, gara gara aku mereka harus seperti ini* batin Mommy Alex seraya sesekali melihat pintu yang menjadi penghubung antara ruangan depan dan belakang.


*Tapi aku juga senang akhirnya mereka berdua bisa menjadi sepasang suami istri sesungguhnya, Alex benar benar menepati janjinya untuk tidak menyentuh istrinya sebelum lulus* batinnya lagi sambil tersenyum tipis.


*Namun sayangnya saat ini gagal karena mereka tidak jadi berhubungan, ya ampun mengingat kejadian tadi rasanya aku sangat ingin mengulang waktu, Aku takut setelah kejadian ini mereka berdua tidak mau lagi berhubungan sebab merasa malu karena tertangkap basah oleh ku*


*Ckk, sepertinya aku harus melakukan sesuatu. Aku tidak bisa tinggal diam, tapi aku harus melakukan apa? oh ya aku punya ide, hahaha semoga aja setelah ini mereka beedua nghak canggung dan gelisah lagi* batin girang Mommy Alex yang kemudian dia mulai berselancar disana.


Tak lama setelah itu Alex dan Afifah sampai juga di sana, mereka berdua pun lantas langsung mencium kedua tangan orang tua mereka.


"Mommy... Daddy... " sapa mereka berdua sambil setelah mencium kedua tangan orang tua mereka.


"Kalian habis dari mana, kenapa lama sekali? nggak biasanya kalian berdua lama telat datang. Biasanya paling gercep jika kita berkunjung" ucap Daddy Alex yang langsung bertanya begitu melihat anak dan mantunya.


"Maaf, tadi ada urusan sedikit jadinya kita agak lama kesininya" jawab Alex.


"Oh begitu, Daddy kira kalian lupa"


"Iya santai aja, nggak usah merasa tidak enak begitu" balas Daddy Alex dan dijawab anggukan kepala oleh Alex.


Sedangakan Afifah dia hanya diam, tak banyak bicara seperti biasanya. Rasa malu di dalam dirinya membuat gadis itu menjadi sedikit canggung.


Sementara Mommy Alex sendiri juga memilih untuk diam, setiap kali melihat wajah Alex dan Afifah entah kenapa mendadak perasaanya menjadi tak tenang. Ia merasa sangat bersalah dan tidak enak dengan anak mantunya.


...🎃 🎃 🎃...


Setelah beberapa jam menaiki pesawat akhirnya Justin sampai juga di Negara kelahirannya. Ia pun segera mengambil koper miliknya dan berjalan keluar bandara sambil memakai kaca mata di kedua matanya.


Sepanjang ia berjalan banyak sekali pasang mata yang melihat ke arah dirinya, bagaimana tidak hari ini Justin terlihat sangat tampan.


Dengan setelan baju casual santai miliknya membuat aura dalam dirinya keluar namun bagai tak terjadi apapun, Justin hanya bersikap acuh dengan hal itu. Pikirannya sekarang sedang fokus dengan rencana yang sudah ia buat sebelumnya.


Dari kejauhan tampak seorang pria berbaju hitam tengah melambai ke arah dirinya, penampilannya juga cukup oke dan wajahnya juga tampan sama seperti Justin dan pria itu tak lain adalah Papa Justin.


Setelah mendengar kabar jika putra kesayangannya hari ini pulang, pria tersebut lantas bergegas menjemput di bandara. Tak peduli sibuk atau tidak Papa Justin akan tetap menyempatkan diri untuk menjemput, rasa sayang dan rindu dengan putra semata wayangnya membuat dirinya tak sabar untuk bertemu.


Senyum terbit seketika langsung terbit di kedua sudut bibir indahnya saat matanya menangkap sosok yang selama ini dia rindukan, tanpa basa basi pria itu pun berjalan menghampiri Justin dan langsung memeluk erat tubuh yang selama ini dia nantikan.

__ADS_1


"Justin nak akhirnya kamus sampai juga? bagaimana keadaan mu, apa kamu baik-baik saja hm? kamu sehatkan, selama di Indonesia kamu tidak kenapa napa kan? papa sangat khawatir dengan mu, terakhir kali kamu pulang dulu kamu terlihat sangat lelah" seberondong pertanyaan langsung Papa Justin todongkan begitu anaknya ada di depannya.


"Aku baik kok Pa, bahkan sangat baik" jawab Justin seraya melepaskan pelukan mereka.


"Benarkah? syukur deh jika begitu. Mist je heel erg, na een lange tijd ben je eindelijk terug in Nederland. Papa sangat merindukanmu nak, setelah sekian lama akhirnya kamu pulang lagi ke Belanda" ucap Papa Justin sambil menatap dalam manik mata biru laut putranya.


"Aku tau itu makanya kemarin aku buru-buru pesan tiket pesawat agar aku bisa cepat datang dan menemui papa" balas Justin tersenyum.


"Dasar hahaha bisa aja kamu" tawa Papa Justin sedikit mendorong tubuh anaknya dan di balas sambutan tawa oleh Justin sehingga keduanya sama sama saling tertawa.


"Oh ya Pa, emm sebenarnya ada yang ingin aku omomgin sama Papa" ucap Justin membuat tawa mereka menjadi berhenti.


"Bicara apa?" tanya Papa Justin dengan dahi berkerut.


"Soal i..."


"Eh sebentar, sebelum kamu bicara apa kamu sudah makan?" potong Papa Justin sebelum Justin selesai bicara.


"Sudah tapi hanya sedikit"


"Kalo begitu kita makan dulu ya, bicaranya nanti aja. Papa nggak mau kamu sakit karena telat makan"


"Tapi pa.. "


"Nggak usah membantah, papa bilang nanti ya nanti sekarang kita makan dulu" ucap tegas Papa Justin.


"Huft, baiklah" ucap pasrah Justin terhadap perintah Papanya.


"Nah gitu, sekarang ayo masuk" ucap Papa Justin dan Justin pun menurutinya. Ia naik ke dalam mobil setelah sebelumnya memasukkan koper miliknya ke dalam bagasi.


*Kayaknya sekarang bukan waktu yang tepat untuk bahas soal ini, gue tunggu nanti aja deh. Jika tidak yang ada Papa malah marah dan semuanya bisa kacau. Hah... semoga aja nanti Papa mau menyetujui permintaan ku agar rencanaku juga berjalan lancar* batin Justin.


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya


See you next episode🤗


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2