
Sambil menunggu istrinya membeli seblak dan batagor pesananya, Alex memutuskan untuk keluar mobil dan duduk dikursi yang ada disebelah mobilnya tepat dipinggir jalan.
Karna jika berlama-lama didalam mobil akan membuatnya gerah.
"Eh Alex ya. Ini beneran Alex kan? " ucap seseorang yang berdiri disampingnya.
Alex yang mendengar namanya dipanggil pun mendongakan wajahnya untuk melihat siapa yang berdiri disampingnya.
"Ngapain lo kesini? " tanya ketus Alex saat tau bahwa orang itu adalah Nela.
Musuh bebuyutan Afifah saat disekolah dan mungkin akan menjadi musuh Alex juga karna Alex sangat tidak menyukai Nela. Jujur saja, Alex merasa sangat risih jika Nela datang memghampirinya yang kadang berusaha untuk memengang tubuhnya.
"Gue sedang joging sore. Lo sendiri ngapain disini?" tanya Nela sambil tersenyum.
Namun Alex hanya diam.
"Gue tau pasti lo kesini karna mau ikut joging bareng gue kan? Atau emang lo sengaja kesini buat jemput gue dan ngajak gue jalan-jalan" tebak Nela.
*Ne cewek gatel banget sih sama cowok, jadi makin infil gue deket ama dia. Masih mending Afifah, ya meskipun Afifah juga centil sih tapi seenggaknya dia nggak pernah gatel sama cowok lain selain gue* batin Alex sambil bergidik jijik.
"Cih, Pd banget sih lo jadi cewek. Siapa juga yang mau jemput elo. Kurang kerjaan banget" balas judes Alex.
"Berarti kita jodoh dong. Kan katanya kalo kita sering ketemu tanpa janjian itu tandanya jodoh. Duh.. senengnya" ucap Nela kegirangan sambil ikut duduk disamping Alex.
__ADS_1
Reflek Alex langsung berdiri.
"Jodoh mata lo itu. Ogah banget gue punya istri yang modelannya kayak elo. Sorry ya gue nggak doyan" balas Alex pedas.
"Lah Al, kok malah berdiri sih. Gue kan udah duduk disini buat nemenin lo" ucap Nela namun lagi-lagi Alex hanya diam tak menjawab.
*Sabar Nel sabar.. ngadepin Alex memang harus ekstra sabar jadi jangan lo masukin hati karna biar bagaimana pun dia adalah cowok idaman lo. Calon suami lo* batin Nela sambil tersenyum.
"Afifah kemana sih? lama banget. Nggak tau apa kalo gue udah nggak betah lama-lama disini" gumam Alex sambil melihat sekitar berharap Afifah cepat datang.
"Lagi nyari apa sih Al? Kok kelihatannya serius banget mukanya" tanya Nela sambil ikut celingukan.
"Bukan urusan lo" jawab jutek Alex.
Alex pun memandang sebentar wajah Nela sebelum kembali melihat sekitar.
"Nanya aja" jawab Alex.
"Kenapa sih lo kalo gue telpon selalu lo tolak dan juga setiap gue chat nggak pernah lo bales. Jangankan bales lo baca pesan gue aja nggak. Kenapa?" tanya Nela.
"Kan gue udah pernah bilang kalo nggak penting nggak usah chat apalagi telpon karna percuma saja gue nggak akan pernah respon" jawab Alex tanpa memandang Nela karna ia sedang mencari keberadaan Afifah.
"Ya tapi seengaknya lo respon bentar aja. Nggak usah panjang cukup lo jawab iya gitu aja gue udah seneng" ucap Nela.
__ADS_1
"Bodo amat lah. Suka suka gue, itu kan ponsel gue dan lo nggak berhak ngatur gue. Lagian suruh siapa chat gue" balas Alex cuek.
"Iya sih, lo bener. Gue emang nggak ada berhak buat ngatur lo tapi sebentar lagi gue bakal punya hak atas semua yang ada didalam diri lo" ucap Nela tersenyum.
"Maksutnya?" tanya Alex tak mengerti.
"Kan gue calon istri lo jadi kalo kita nanti udah nikah otomatis semua yang ada didalam diri lo jadi hak gue" jawab Nela dengan percaya diri.
"Dasar cewek gila" ucap Alex sambil memutar bola matanya.
"Yup. Lo emang bener. Gue emang udah gila, gila karna terlalu mencintai lo. Hahahaa.. " ucap Nela sambil terkekeh.
"Stress" ucap Alex.
.
Jangan lupa Like Komen 🤗
Supaya Author juga makin semangat untuk Up bab selanjutnya 💙
jangan cuman baca doang, masa tinggal pencet tombol susah banget sih. wkwkkwk becanda😂
See You Next Episode
__ADS_1