
Reza terus berlari sambil sesekali meneriaki nama Justin berharap orang yang sedang dia panggil akan menoleh atau menghentikan langkah nya.
Namun semua itu hanya sia sia sebab Justin sama sekali tak menanggapi bahkan dia tak merespon sedikit pun panggilan Reza pada diri nya.
Sampai pada akhir nya ketika dia baru saja memasuki area kantin tiba tiba saja tangan nya ditarik dan di cekal Reza dari belakang membuat langkah nya terhenti paksa.
"Ck, lepasin tangan gue!" seru Justin menatap kesal ke arah Reza.
"Nggak, gue nggak mau lepasin tangan lo sampai lo dengerin ucapan gue" balas Reza sedikit ngos ngosan setelah berlari.
"Mau lo apa sih haa? nggak usah ngurusin hidup gue napa sih. Suka banget ngintilin orang" tanya Justin sambil mencoba berontak namun tetap tak bisa melepaskan cekalan tangan nya.
"Gue bukan nya suka ngurusin hidup lo atau ngintilin elo tapi gue cuman mau nyuruh lo buat balik, jangan lo ganggu Alex dan Afifah lagi" jawab Reza
"Punya hak apa lo berani larang larang gue, mau gue ganggu mereka mau enggak itu urusan gue, lo nggak usah ikut campur" cebik Justin.
"Gue sahabat lo dan gue juga sahabat Afifah jadi gue punya hak atas lo berdua" ucap Reza yang tetap berusaha keras mencekal tangan Justin agar tidak lepas.
__ADS_1
"Huh! lo itu cuman sahabat nya jadi jangan sok dadi jagoan deh, percuma tau nggak!" ucap Justin.
"Ya gue memang cuman sebatas sahabat dia aja, namun mungkin lo lupa Jika gue pernah bilang sama elo kalo lo berani ganggu hubungan mereka berdua maka lo harus lawan gue terlebih dahulu" balas Reza membuat Justin menghembuskan nafas kasar.
"Terserah elo, gue kagak peduli. Yang gue peduliin sekarang hanya Vita" ucap Justin sambil menghempaskan tangan nya sedikit bertenaga sehingga cekalan tangan Reza ikut terhempas.
Dengan perasaan yang masih kesal Justin lalu langsung pergi melangkah meninggalkan Reza di sana untuk masuk ke dalam kantin.
Saat masuk ke dalam hal pertama yang Justin lihat adalah adanya pemandangan yang amat sangat ia benci, di mana disana terlihat Alex dan Afifah sedang makan berdua dalam satu piring dengan saling suap menyuap.
"Dasar cowok penikung! Berani nya lo deketin Vita gue, rasain nih!"
Bugh
"Akhhkkk.. "
"Astaga.. wolf!"
__ADS_1
Bogem mentah langsung Justin layangkan pada wajah Alex membuat semua anak kantin langsung histeris termasuk Afifah. Seketika suasana kantin mendadak jadi heboh.
Alex yang belum siap tentu saja langsung terpental jatuh ke samping.
"Brengsek! apa apaan lo dateng dateng langsung mukul gue? mau nyari masalah haa?" seru Alex seraya bangun berdiri.
"Elo yang apa apaan, berani banget lo deketin Vita gue lagi. Gue kan udah pernah bilang jika Vita itu milik gue, dia sahabat plus pacar gue. Jadi jangan sekali kali lo deketin dia" balas Justin.
"Dasar gila, jaga ya ucapan lo. Afifah punya gue bukan punya elo" ucap Alex menatap tajam Justin.
________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak😍.
Like komen Vote gitu.
Biar Author juga bisa semangat untuk up bab selanjutnya.
__ADS_1