WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 183 : Punya gue bukan punya elo


__ADS_3

"Dasar gila, jaga ya ucapan lo. Afifah punya gue bukan punya elo" ucap Alex menatap tajam Justin.


"Enggak, dia bukan punya elo. Vita itu milik gue dan selama nya akan tetap jadi milik gue" balas Justin membuat Alex sedikit kesal.


Tanpa basa basi Alex langsung menonjok Justin dengan keras membuat Justin terjatuh ke lantai.


Bugh


Bugh


"Ukkhhh.. " ringis Justin saat merasakan pukulan Alex di tubuhnya.


"Rasain tuh, makanya jangan main main lo sama gue" ucap Alex sambil mengibaskan rambut nya kebelakang karna hampir menutupi mata nya.

__ADS_1


"Alex sialan! awas ya lo" ucap Justin memegangi pipi nya sambil berdiri dan hendak kembali memukul Alex namun segera di cegah oleh Reza.


"Cukup Justin, lo jangan nyari ribut disini? lo nggak malu apa dilihat semua anak kantin" ucap Reza yang kembali menahan Justin.


"Diem lo, nggak usah ikut campur, ini urusan gue bukan urusan elo" ucap Justin seraya menghempaskan tangan Reza.


"Gue tau ini urusan elo tapi ya enggak gini juga cara nya. Lo nggak malu apa jadi pusat perhatian, mereka semua pada ngomongin elo" ucap Reza mencoba membujuk Justin.


"Bodo amat, gue nggak peduli. Ini urusan gue sama tu cowok penikung jadi mendingan lo minggir aja deh, nggak usah ganggu gue" ucap Justin sambil mendorong tubuh Reza agar menjauh dari hadapan nya membuat Reza terdorong agak keras ke belakang.


"Dan untuk elo, gue peringatin sekali lagi ya. Jangan sekali kali lo deketin Vita atau gue nggak akan segan segan menghajar elo" ucap Justin pada Alex.


"Hajar aja, gue nggak takut. Sampai kapan pun gue akan tetap berada didekat dia, seharus nya yang menjauh itu elo bukan gue" ucap Alex membalas perkataan Justin.

__ADS_1


"Heh, gue sama Vita itu udah kenal sejak kecil, kita berdua adalah sahabat dekat jadi yang berhak berada disamping dia itu gue bukan elo karna Vita sama gue udah ditakdirkan untuk bersama" ucap Justin menatap Alex dengan tatapan kesalnya.


"Ck, Biarpun elo sama dia adalah sahabat tapi bukan berarti lo berdua bisa bersama. Karna kebahagiaan Afifah belum tentu ada pada elo, bisa jadi dia merasa tersiksa ada didekat lo dan bisa jadi kebahagiaan dia ada pada orang lain bukan pada elo jadi stop maksa Afifah untuk kembali sama lo lagi! jangan berusaha mendekati dia lagi atau elo akan membuat dia merasa nggak nyaman dengan tingkah lo itu" ucap Alex sambil menatap Justin dengan tatapan tajam, Alex sedang berusaha menahan emosinya agar tak meledak mengingat jika mereka masih berada dilingkungan sekolah.


"Kenapa lo ngomong gitu? kebahagiaan Vita udah jelas ada sama gue karna kita berdua udah terbiasa sejak kecil. Gue sama Vita sudah lama hidup bersama" ucap Justin sambil meletakan tangan di pinggangnya.


"Meskipun udah terbiasa sejak kecil itu bukan jaminan kebahagiaan seseorang" balas Alex.


"Woy, lo kenal sama Vita itu baru beberapa bulan sedangkan gue udah hampir sepuluh tahun hidup berdampingan jadi udah pasti kebahagiaan Vita ada pada gue. Lo jadi orang jangan sok tau, pake segala bilang kebahagiaan Vita belum tentu sama gue lagi, baru kenal sebentar udah berasumsi sendiri" seru Justin.


"Heh! gue bukan berasumsi sendiri tapi emang itu kenyataannya. Jika memang kebahagiaan Afifah ada pada elo terus kenapa sekarang ini dia malah menjauh dari elo? ya itu karna dia merasa nggak nyaman dan nggak bahagia didekat elo, harusnya lo paham itu bukan malah pura pura nggak paham dan tetap berusaha mendekatinya" balas Alex.


"Vita bersikap seperti itu sama gue karna elo. Semenjak ada elo Vita jadi benci sama gue dan dia juga nggak mau ketemu atau bahkna melihat wajah gue. Dia jadi berubah, dia udah nggak seperti Vita yang gue kenal dulu dan itu semua gara gara ada elo. Harusnya lo sadar diri, lo itu adalah cowok penikung yang menghancurkan persahabatan kita berdua" teriak Justin tepat didepan wajah Alex.

__ADS_1


________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak😍


__ADS_2