WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 170 : Kemoceng dan gagang sapu


__ADS_3

Sementara itu didepan kelas nampak Angga dan Mike sedang berantem. Mereka berantem adu mulut sambil tangannya memegang sesuatu dengan Angga yang memegang kemoceng dan Mike yang memegang sapu.


"Pokoknya ini semua salah elo" ucap Mike sambil mengacungkan gagang sapu didepan muka Angga.


"Enak aja salah gue, ini juga salah elo. Ngapain pake segala ngikutin gue" ucap Angga tak terima disalahkan.


"Heh, kenapa jadi gue? diawal elo kan yang ngajak gue jadi itu bukan salah gue" ucap Mike.


"Diawal emang gue yang ngajak tapi elo nya mau kan. Berarti ini juga salah elo" balas Angga sambil ikut mengacungkan kemoceng didepan muka Mike.


"Woy! lo berdua kenapa sih? dari tadi ribut mulu" oceh Mila yang sedari tadi melihat ke arah depan.


"Iya nih, kurang kerjaan banget" cibir Santi menyahuti.


"Dari pada lo berdua ribut kayak gitu mendingan lo berdua tidur aja deh. Sumpek gue denger suara adu bacot lo" ucap Santi menimpali.


Namun omongan mereka hanya dianggap angin lalu oleh Angga dan Mike, mereka berdua tetap saja masih berantem.


"Egghhhtt... lo udah berani mancing emosi gue ya jadi jangan salahkan gue kalo kemoceng ini kena kepala elo" ucap Angga seraya menganggat tangannya dan berancang ancang akan melempar kemoceng itu ke arah Mike.


"Berani ya lo sama gue. Oke kalo gitu lo juga jangan nyalahin gue kalo gagang sapu ini juga kena kepala elo" balas Mike yang juga menganggkat sapu dan berancang ancang akan melemparnya ke arah Agung.


Setelah mengatakan itu mereka berdua lalu saling melempar kemoceng itu dan sapu itu namun lemparan mereka bukannya tepat sasaran tapi malah melenceng ke samping lebih tepatnya ke arah semua teman temannya yang ada dibangku.


Dugh


"CURUT!! " teriak Alex yang kebetulan saat itu dia tengah berdiri sehingga sapu Mike yang semula akan terkena Aska kini menjadi kena. dirinya.


"Astaga.. wolf, lo nggak papa" ucap Afifah reflek berdiri berjalan menghampiri Alex tapi tidak jadi karna tiba tiba saja sebuah benda panjang berbulu terlempar mengenai lengannya.


Srakk


"POHON MANGGA" teriak Afifah sambil menatap Angga yang tengah berdiri tak jauh dari sana.


Seketika suasana kelas yang awalnya sedikit ramai kini berubah menjadi sangat sunyi karna semua siswa menatap ke arah mereka berempat.


"Hah emak! bapak! " seru Angga dan Mike dengan wajah yang ketakutan karna melihat aura dan tatapan tajam dari dua manusia didepannya.


"Glek. gawat nih gawat.. ngapain sih segala pake acara kena emak, duh... alamat digebukin badan gue" ucap Angga yang was was melihat ke arah Afifah.

__ADS_1


"Waduh mati sudah nih nyawa gue. Kenapa harus bapak sih yang kena, kalo kayak gini gue bisa celaka kena amukannya. Itu juga pake segala natap tajam lagi, gue kan jadi makin merinding" ucap Mike yang waspada melihat tatapan tajam Alex.


Perlahan Angga dan Mike berjalan mundur ke belakang secara hati hati sambil terus menatap ke arah Afifah dan Alex dengan tatapan was was.


Saat sampai disamping pintu, Mike segera membuka kunci pintu itu dengan dibantu Angga juga. Setelah pintu terbuka mereka berdua saling tatap dan---


"KABUR..." teriak mereka berdua berlari keluar kelas.


"Eh woy! jangan lari lo!!" teriak Alex yang langsung berlari mengejar Mike sambil membawa sapu tadi.


"Pohon mangga! mau lari kemana lo? urusan kita belum selesai" teriak Afifah yang juga langsung berlari mengejar Angga sambil membawa kemoceng yang mengenai dirinya tadi.


"Hajar teros pak hajar. Biar tau rasa tu si curut somplak! "


"Kejar mak kejar, jangan biarin tu manusia mangga berhasil lari"


"Ayo mak pak, kasih mereka pelajaran, kalo perlu pukul aja mak pak"


"Iya mak pak, pukul aja gue ikhlas kok. Ketua kelas modelan kayak si curut Mike itu nggak bisa dibiarin apalagi wakil ketua yang bentukannya kayak si buah mangga alias Angga itu. Wahhh makin hancur nih kelas kalo mereka tetap dibiarin berantem kayak gitu"


"Buahahahahah... ngagak banget sih mereka berempat"


Setelah beberapa menit tampak Angga dan Mike masuk ke dalam kelas dengan nafas ngos ngosan disusul Alex dan Afifah yang berlari dibelakang mereka sambil berteriak memgganggil manggil nama mereka.


"Curut! gue bilang berhenti ya berhenti" ucap Alex saat masuk ke dalam kelas.


"Huwaa.... ampun pak ampun, gue tadi nggak sengaja. Ampuni gue pak, gue masih pengen hidup didunia ini pak. Gue juga masih pengen lulus sekolah dan nikah, jangan bunuh gue pak. Huhuhuhu... " jawab Mike yang terus berlari mengelilingi kelas mencoba menghindari kejaran Alex.


"Astaga mak, udah napa mak. Gue capek nih, jangan kejar gue lagi" ucap Angga yang juga berlari menghindari kejaran Afifah.


"Enak aja, gara gara elo tangan gue jadi sakit. Pokoknya lo harus rasain apa yang gue rasain, sini lo jangan coba coba kabur lagi" balas Afifah.


"Aaaaa emak kenapa kejam banget sih. Gue anak elo loh mak, jangan kejam kejam napa. Gue kan nggak sengaja, mak udah napa. Ya ampun bisa patah nih kaki gue kalo terus lari" keluh Angga sambil menatap Afifah dengan tatapan sendu yang dibuat semelas mungkin agar Afifah luluh.


Namun percuma saja karna baik Alex maupun Afifah mereka berdua tidak akan melepaskan Mike dan Angga. Alhasil mereka berempat berlari mengelilingi bangku kelas membuat sedikit murid yang ada disana tertawa ngakak melihatnya.


Brugh


Depp

__ADS_1


Cup


Cup


Karna kurang hati hati Alex terjatuh karna tersandung kaki meja sehingga membuat dirinya menabrak tubuh Afifah yang berada didepannya.


Mereka berdua terjatuh dengan posisi Afifah berada dibawah dan Alex berada diatas tubuh Afifah. Saat ini posisi mereka sangat dekat bahkan tidak ada jarak sama sekali ditambah tadi bibir mereka sempat saling menempel satu sama lain membuat suasana kelas langsung histeris melihatnya.


"Omegat! emak sama bapak ciuman"


"Aaaaa mata gue, mata gue udah nggak suci lagi. Huhuhu... mata gue udah ternodai melihat adegan dewasa emak sama bapak"


"Huwaaa mama... anak mama udah nggak polos lagi gara gara lihat emak sama bapak ciuman"


"Astagfirullah.. pemandangan apa ini ya allah. Kenapa hamba mu yang jomblo ini harus lihat adegan emak sama bapak ciuman kayak gitu. Kalo ginikan hamba mu jadi pengen"


Begitulah kira kira ke histerisan anak kelas XII - 3.


Sedangkan Alex dan Afifah mereka berdua masih tetap berada diposisi tadi dengan saling menatap dalam manik mata masing masing.


Sampai akhirnya suara kehisterisan yang semakin lama semakin heboh membuat mereka tersadar dan langsung buru buru bangun.


"So sorry, lo nggak papa kan Pai?" tanya Alex sedikit gugup ketika mereka berdua sudah berdiri.


Afifah hanya mengangguk lalu langsung membalikan badannya dan berjalan menuju kursi miliknya.


*Tenang Fi tenang, jangan gugup. Anggap aja kejadian tadi nggak pernah terjadi, duh... mana lagi ada disekolah lagi. Bisa malu gue kalo sampai pipi gue merah dan dilihat anak anak* batin Afifah.


*Astaga sadar lex sadar. Lo lagi ada disekolah ini, kontrol diri lo jangan sampai lo kelewat batas. Hahh.. untung gue tadi langsung inget kalo sedang berada dikelas, kalo nggak bisa kelepasan ngecium bibirnya* batin Alex.


____________________________________


Mon maap kalo ceritanya nggak seru atau garing.


Karna memang sedang badmood banget.🙏


Kalian doain aja ya semoga mood author kembali normal biar bisa updet rutin lagi dan biar dapat ide banyak buat ngetik ceritanya😁.


Jangan lupa tinggalkan jejak.🤗

__ADS_1


Like dan komen sebanyak banyaknya, kali aja mood Author balik normal lagi saat baca atau lihat komenan kalian😍😘


__ADS_2