
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit akhirnya mobil Alex sampai juga di depan gedung apartemen tempat Reza tinggal.
Dia pun segera memberhentikan mobilnya diikuti Diki yang juga ikut memberhentikan mobil milik Aska yang dia pakai disamping mobil Alex. Mereka bertiga kemudian turun dari mobil secara bersamaan.
"Ini gedung apartemen tempat Reza tinggal ya?" tanya Diki saat melihat bangunan di depannya.
"Iya, ini gedung apartemennya dia" jawab singkat Alex.
"Buset, gede juga ya apartemennya dia ya. Punya gue aja nggak segede ini" timpal Aska yang juga menatap bangunan di depannya.
"Oh ya, gue mau masuk ke dalam. Kalian berdua di sini aja jaga mobil, jangan ada yang ikut gue kesana" ucap Alex pada kedua sahabatnya membuat Aska dan Diki seketika menoleh ke arahnya.
"Maksud nya, lo mau masuk kesana sendirian gitu?" tanya Aska dengan kening berkerut.
"Iya"
"Tapi Lex, lo kan.. "
"Udah, kalian tenang aja. Gue nggak papa sendirian, lagi pula ini urusan gue sama Reza jadi kalian berdua mending nggak usah ikut" sela Alex sebelum Aska menyelesaikan ucapannya.
"Hah.. yaudah deh terserah lo aja, tapi nanti kalo ada apa apa lo kasih tau kita biar nanti kita bantuin" ucap Aska dan dijawab anggukan kepala oleh Alex.
Dia pun kemudian mulai berjalan masuk ke dalam gedung apartemen Reza.
...*****...
Sedangkan di dalam apartemen milik Reza, sekarang ini dia baru saja selesai mandi sore.
Ia pun kemudian masuk ke dalam ruang ganti untuk memakai pakaian, setelah selesai berpakaian Reza kemudian berjalan keluar kamar menuju dapur untuk sekedar mengambil minuman dingin.
Namun saat membuka kulkas ternyata stok minuman dingin miliknya sudah habis.
"Huft, pake habis segala lagi. Kayaknya gue harus pergi ke minimarket untuk membeli dan menyetok stok minuman dingin di kulkas" ucap Reza menggelengkan kepalanya pelan.
Dengan langkah sedikit malas Reza kembali berjalan menuju kamar untuk mengambil kunci motor dan uang. Setelah itu dia pun berjalan keluar apartemen.
Dari kejauhan tampak Alex baru saja keluar dari dalam lift. Melihat Reza yang sedang berdiri di depan pintu apartemenya, Alex pun segera berlari menghampiri.
"Za" panggil Alex seraya menepuk pundak Reza dari belakang membuat Reza yang kala itu hendak menutup pintu apartemennya jadi terkejut bahkan ia sampai berjingkat kaget.
"Akkhhh.. " teriak spontan Reza saat Alex menyentuh pundaknya.
"Astaga Lex, ternyata elo. Gue pikir siapa, ngangetin orang aja tau nggak" seru Reza sambil memegangi dadanya setelah dia tau jika orang yang menepuk pundaknya tadi Alex.
"Afifah mana?" ucap Alex to the point tanpa menanggapi keluhan Reza yang merasa kaget.
"Hah apa? Afifah?" tanya Reza dengan alis berkerut.
"Iya, Afifah. mana dia?" jawab ulang Alex dengan wajah datar.
"Gue nggak tau, kenapa lo malah nanya ke gue? emangnya dia kesini?" tanya balik Reza.
"Ck, nggak usah pura pura lo. Gue tau Afifah ada di dalam kan? dia sedang ada di apartemen lo kan? nggak usah bohong lo, lo pikir gue nggak tau apa"
"Lah, siapa yang bohong. Afifah emang nggak ada disini"
"Alah nggak percaya gue. Minggir gue mau masuk. Gue yakin pasti lo sedang nyembunyiin dia di dalam kan" ucap Alex seraya menerobos masuk ke dalam.
"Eh eh Lex, tunggu dulu. Mau ngapain lo, Afifah nggak ada disini " ucap Reza berjalan menyusul Alex ke dalam.
Namun Alex tak memperdulikan. Dia terus berjalan masuk, setelah sampai di dalam Alex langsung mencari keberadaan Afifah.
Ia berjalan menyusuri setiap sudut apartemen Reza sambil meneriaki nama Afifah namun sama sekali tidak ada sahutan.
"Fi, jangan sembunyi, lo ada dimana?" teriak Alex memanggil manggil nama istrinya.
"Fi, gue bilang keluar. Gue tau lo ada disini kan, udahlah nggak usah ngumpet lagi. Gue udah tau jadi percuma lo sembunyi mending lo keluar aja" teriaknya lagi sambil terus berjalan ke setiap sudut apartemen Reza. Namun masih juga belum menemukannya.
Hal itu membuat Alex sedikit merasa kesal.
"Ck, Katakan sama gue, dimana lo nyembunyiin bini gue" ucap Alex menarik kerah baju Reza.
"Uhuk.. uhuk.. lepasin gue Lex, gue nggak tau. Gue nggak nyembunyiin dia. Afifah nggak ada disini" ucap Reza sedikit terbatuk.
__ADS_1
"Lo mau gue hajar haa? jangan maen maen lo sama gue. Dimana afifah bersembunyi? kasih tau gue atau gue bakal obrak abrik apartemen lo" bentak Alex yang makin memperkencang tarikannya.
"Sumpah demi apa, gue nggak tau Lex. Afifah nggak kesini, lo udah lihat sendirikan kan tadi di dalam apartemen gue nggak ada siapa siapa" ucap Reza.
Tapi Alex tak menanggapi.
"Gue nggak bohong Lex, Afifah emang nggak ada disini. Tolong lepasin gue, nafas gue sesak banget" keluh Reza ngos ngosan.
Alex pun melepaskannya karna merasa kasian. Reza langsung bernafas lega setelah Alex melepaskannya.
"Lo seriusan, Afifah nggak ada disini? lo sedang nggak bohongin gue kan?" tanya Alex menatap tajam Reza.
"Iya gue serius, Afifah beneran nggak ada disini" jawab Reza sambil mengelus leher dan dadanya.
*Aggthh.. kalo Afifah tidak ada disini terus dia pergi kemana? Astaga Fi, lo ada dimana sih? kenapa gue susah banget pengen ketemu sama lo* batin Alex tertekan.
*Tapi gue nggak boleh nyerah, gue harus tetap berusaha memcari keberadaanya. Pokoknya gue harus segera menemukan dia, ya gue nggak boleh nyerah* batin Alex lagi.
Tanpa berkata Alex pun berjalan keluar dari apartemen meninggalkan Reza. sendirian disana.
¤•¤•¤
"Gimana Lex? Afifah ada di sana?" tanya kepo Diki ketika melihat Alex berjalan mendekat ke arah mereka dan dijawab gelengan kepala oleh Alex.
"Hah jadi Afifah nggak ada di sana juga?" timpal Aska menyahuti.
"Iya nggak ada" jawab Alex.
"Ka Dik, gue harus gimana? gue bingung mau nyari kemana lagi, Semua tempat udah gue datangi tapi Afifah masih belum ketemu. Gue bingung Ka Dik, gue takut Afifah kenapa napa" keluh Alex mengusap wjahnya frustasi.
"Aduh, gue juga nggak tau Lex, gue sendiri juga ikutan bingung" jawab Aska yang ikut frustasi.
"Eh Lex, lo kenapa nggak coba aja nyari ke rumah mertua lo. Kali aja Afifah ada disana" usul Diki tiba tiba.
"Ck, nggak bisa Dik. Lo tau kan mama sama papa sedang tidak ada di rumah jadi nggak mungkin Afifah ada disana" ucap Alex.
"Nggak ada salahnya lo coba dulu nyari kesana. Barang kali aja Afifah emang beneran ada disana" ucap Diki.
"Iya Lex, lo coba dulu aja. Kali aja yang di omongin Diki bener, nggak ada salahnya kan mencoba dulu" sahut Aska menyetujui.
"Yaudah deh, gue akan nurutin saran kalian buat nyari kesana. Tapi gue kesananya sendirian aja, lo berdua nggak usah ikut" putus Alex.
"Loh emang kenapa kita berdua nggak boleh ikut? "
"Ini udah hampir malam jadi mendingan lo berdua mending balik aja. Lagi pula gue juga ingin kesana sendirian" jawab Alex sebab ia tak mau terlalu merepotkan sahabatnya.
"Okelah kalo emang kayak gitu, kita berdua akan pulang" ucap Diki.
"Iya, lo semangat ya. Gue doain semoga lo cepet ketemu sama Afifah" sambung Aska.
"Hmmm.. makasih doanya" ujar Alex menanggapi.
"Kalo gitu kita berdua pulang dulu ya" pamit Diki dan diiyakan oleh Alex.
Mereka berdua pun kemudian naik ke dalam mobil Aska dan mulai melajukan mobilnya disusul Alex yang juga ikut masuk ke dalam mobil miliknya untuk pergi ke rumah mertuanya.
...🎀 🎀 🎀...
Setelah selesai makan malam bersama dengan Mama dan Papa nya, Afifah memutuskan untuk keluar rumah.
Berada terus di dalam kamar hanya akan membuat dirinya merasa sedih karna bayang bayang tentang kejadian kemarin terus berputar di kepalanya. Makanya itu Afifah memutuskan untuk tidak kembali ke kamar agar dirinya bisa melupakan sejenak masalah yang sedang menimpanya dan untuk mencari udara segar.
"Mang" sapa Afifah pada seorang satpam yang ada di rumahnya.
"Eh non Afifah, sini sini duduk sini non" sahut satpam sambil menepuk kursi yang ada di sampingnya untuk mempersilahkan anak majikannya.
"Iya mang makasih" ucap Afifah tersenyum seraya mendudukan dirinya disamping satpam tersebut.
"Ada apa non? kok mukanya bete gitu?" tanya satpam itu.
"Nggak papa mang, aku cuman lagi merasa jenuh aja makanya aku keluar" jawab Afifah.
"Mamang sendiri lagi ngapain? aku lihat tadi kayak lagi nonton sesuatu, emang lagi nonton apaan?" tanya balik Afifah.
__ADS_1
"Oh ini non, mamang lagi nonton pertandingan bola. Hari ini kan ada jadwal tanding bola, berhubung tv di pos sedang rusak jadi mamang nonton lewat ponsel saja" jawab satpam tersebut.
"Wah pertandingan bola? seru tu kayaknya mang" cebik Afifah dengan mata berbinar.
"Iya non, ini seru banget pertandingannya. Apalagi skor mereka seri jadi tambah seru deh" jawab satpam itu tersenyum.
"Ihh.. Aku boleh ikut nonton nggak mang? soalnya aku nggak punya ponsel sebab ponsel ku hancur mang, belum beli lagi. Terus kalo tv di rumah sedang di pakai mama jadi aku nggak bisa make" ucap Afifah.
"Boleh non, tapi ngomong ngomong bukannya non Afifah sukanya pertandingan balap motor ya? ini kok mau ikut nonton pertandingan bola juga, emang non juga suka bola?" tanya satpam itu dengan alis terangkat satu.
"Iya mang, aku juga suka bola. Pokoknya aku itu suka banget sama pertandingan pertandingan gitu karna kayak enak aja lihatnya dari pada nonton lainnya" jawab Afifah tersenyum.
"Ouh gitu ya non, mamang pikir non Afifah cuman suka balap motor. Yaudah kalo begitu kita nonton bareng aja, tapi non nggak papa kan kalo misalnya nanti video nya agak nggak jelas, maklum aja non, ponsel mamang harga murahan jadi ya nggak sebagus punya non" ucap satpam itu sambil menggeser duduknya agar Afifah bisa melihat ponsel miliknya.
"Ah santai aja mang, aku nggak papa kok. Yang penting bisa nonton bola itu aja aku udah seneng" balas Afifah. Ia pun kemudian duduk mendekat dan mulai menonton pertandingan bola.
••••
Sedangkan di depan gerbang rumahnya, Alex kini sedang ada disana.
Setelah kurang lebih mengendarai sekitar 15 menit akhirnya mobil yang dia naiki sampai juga di depan rumah mertuanya.
Alex pun segera turun dari mobil dan berdiri di depan gerbang hendak memencet bell namun ia urungkan. Entah kenapa tiba tiba saja perasaan gugup melanda hatinya. Alex merasa sangat gelisah dan jantungnya mendadak berdetak lebih kencang.
"Ya ampun, kenapa gue mendadak jadi grogi gini ya. Kok hati gue jadi nggak enak banget, semoga aja ini bukan pertanda buruk dan semoga Afifah ada di dalam sana. Gue sangat berharap banget ketemu sama dia untuk minta maaf" gumam Alex seraya menghembuskan nafas secara perlahan untuk menetralisir hatinya.
Setelah di rasa sudah merasa tenang, ia pun mulai mengangkat tangannya untuk memencet bell di gerbang.
Ting tong ting tong
"Permisi" ucap Alex yang sengaja tidak memanggil nama Afifah maupun mertuanya sebab dia takut jika dia menyebut nama mereka maka bisa jadi gerbang tersebut tidak akan di buka.
Ting tong ting tong
"Permisi" ucapnya lagi sambil terus memencet bell gerbang.
-_-_-
Afifah dan satpam yang mendengar bunyi bell dari gerbang lantas seketika langsung mengalihkan pandangannya menatap gerbang.
"Mang, mamang denger suara bell dan teriakan orang nggak?" tanya Afifah melirik satpam rumahnya.
"Iya non, mamang denger. Sepetinya di luar sedang ada tamu" jawab satpam itu.
"Siapa ya mang kira kira yang datang malam malam begini?" tanya Afifah menatap satpam di sampingnya dengan tatapan bingung.
"Mamang juga nggak tau non siapa yang datang, bentar coba mamang periksa dulu" jawab satpam itu seraya berdiri dari duduknya.
"Eh tunggu mang, biar aku aja yang buka" cegah Afifah menghentikan langkah satpam yang hendak pergi.
"Aduh jangan non, biar mamang aja yang buka. Nanti kalo ada apa apa sama non gimana? ini sudah malam non" tolak satpam itu.
"Aish tenang aja mang, aku bisa jaga diri kok. Mamang lupa ya, aku kan bisa bela diri jadi kalo ada yang macem macem aku bisa lawan" ucap Afifah.
"Iya sih, Tapi kan non... "
"Udahlah, mending mamang duduk aja. Biar aku yang buka, lagi pula aku juga penasaran siapa yang datang malam malam gini ke rumah orang" potong Afifah menyela ucapan satpam.
Lantas kemudian dia segera bangkit dari duduknya dan berjalan menuju gerbang untuk membukanya.
Ting tong ting tong
"Iya sebentar, yaelah nggak sabaran banget sih jadi orang. Ini gue juga baru jalan" gerutu Afifah mengomel sambil terus berjalan.
_________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak🐾
Like komen vote gitu😁
Btw, aku ngetiknya ini sampai bergadang loh bahkan sampai tengah malam lebih karna bab ini lebih dari 2000 kata loh.
Jadi jangan pelit pelit buat ninggalin jejak. Tinggak klik jempol doang kok nggak akan susah, malahan gampang lagi.
__ADS_1
Kalo banyak yang komen dan like akunya juga makin semangat buat up bab selanjutnya. Soo jika ingin author sering up maka kalian juga harus ninggalin jejak:)
See you next episode😍.