WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 303 : Jangan pergi


__ADS_3

"Enggak, gue nggak bakal singkirkan pisau ini jika kalian masih tetap disini. Istri gue masih hidup, dia hanya tertidur saja karena pengaruh obat bius nanti kalo sudah hilang dia akan sadar. Afifah nggak mungkin ninggalin gue dan baby twins sendiri jadi gue minta kalian semua minggir sebelum gue benar-benar habis kesabaran" bentak Alex menatap tajam yang masih mengacungkan pisau ke arah semua orang.


"Permisi bisa minggir sebentar" ucap Justin yang tiba-tiba datang pada suster yang berada didepan pintu.


Ia lalu masuk kedalam untuk melihat bagaimana keadaan sahabat kecilnya namun saat sampai didalam keningnya dibuat berkerut saat melihat semua orang yang ada di sana menangis.


"Ada apa ini, kenapa perasaanku tiba-tiba tidak enak. Ada apa dengan mereka semua?" gumamnya kebingungan.


Mama Afifah yang tengah duduk di sofa bersama dengan Reza melihat Justin datang lantas bangun dari duduknya dan berjalan menghampiri cowok bule itu.


Bruk


Seketika Mama Afifah langsung memeluk erat membuat Justin sedikit tersentak.


"Astaga tante, bikin kaget aja" serunya sambil mengelus dada.


"Justin hiks.. hiks.. " tangis Mama Afifah pecah didalam pelukan.


"Loh tante, tante kenapa menangis? ada apa?" tanya Justin sedikit kaget.


"Putriku Justin putriku hiks.. hiks.. "


"Vita kenapa tante? ada apa dengan dia?" tanya Justin lagi namun Reta hanya diam, dia malah semakin memperkeras tangisannya membuat Justin merasa kebingungan.


Ia lalu menoleh melihat ke arah Reza yang juga sedang menangis.


"Za ini ada apa? kenapa kalian semua menangis, Vita gue baik-baik aja kan? baby twins gue gimana keadaannya?" ucapnya dengan wajah panik.


Reza tak langsung menjawab, dadanya masih merasa sesak untuk sekedar mengeluarkan sebuah kata dari mulutnya.


"Za, Vita dan baby twins gue baik-baik aja kan?" tanya Justin lagi. Ada sorot ketakutan di manik mata biru milik Justin saat melihat temanya tak segera menjawab, ia takut apa yang ada dipikirannya menjadi kenyataan.

__ADS_1


"Za" panggilnya lagi.


"Iya, baby twins selamat, mereka dalam keadaan baik" ucap Reza yang akhirnya menjawab setelah dirasa dadanya tidak sesak.


"Benarkah? syukurlah, terus mereka dimana? aku mau melihatnya?"


"Mereka ada didalam box"


Dengan segera pria itu pun menghampiri bayi kembar itu. Decak kagum langsung Justin berikan saat melihat bayi kembar yang selama delapan bulan ini dia nantikan.


"Ya Tuhan tampan sekali mereka, lihatlah bayi kembar gue. Mereka kecil dan mungil sekali"


"Ya ampun sayang, lucu banget sih kamu" ucap Justin tak henti-hentinya memberi pujian pada bayi kembar itu seraya menoel pelan hidung baby twins.


"Gue bilang minggir! istri gue masih hidup" teriak Alex yang tiba-tiba terdengar membuat atensi cowok bule itu teralihkan.


Ia lalu menatap ke samping dimana di sana Alex tampak memeluk erat tubuh Afifah sambil mengacungkan pisau ke arah para suster.


"Za, itu Alex kenapa? Vita baik-baik aja kan?" tanya nya pada Reza dengan raut wajah gugup.


Namun Reza kembali tak menjawab, pria tampan itu malah makin sesenggukan.


"Za, Vita gue kenapa? jawab dong, jangan diam aja. Vita selamatkan?" tanyanya semakin khawatir.


"Afifah.. "


"Iya Vita kenapa?"


"Di-dia meninggal Justin, Afifah sudah tiada hiks.. hiks.. "


"Apa!"

__ADS_1


Bruk


Seketika Justin terduduk, dirinya bener-benar sangat terkejut mendengar hal itu.


"Vi-vita meninggal, lo jangan sembarangan ya Za! gue bisa menghajar habis diri lo kalo lo berani berkata tidak-tidak sama teman kecil gue!" bentak Justin tak terima.


"Gue nggak bicara sembarangan, Afifah memang sudah tiada. Dia tiada karena banyak kehilangan darah sehingga nyawanya tidak bisa tertolong"


"Nggak gue tetap nggak percaya, tante bilang sama aku Vita kenapa tante? dia selamatkan, Vita nggak meninggalkan. Bilang sama aku tan kalo apa yang Reza katakan semua itu hanya kebohongan"


"Tidak Justin, Afifah memang sudah tiada, di-dia sudah meninggal hiks.. hiks... putriku sudah pergi dari dunia ini"


"Jadi yang dikatakan Reza benar?" Mama Afifah mengangguk lemah.


Tangis keras pun langsung pecah dari kedua mata Justin. Ia lalu buru-buru berdiri dan berjalan sedikit sempoyongan ke arah brankar Afifah.


"Vita hiks.. hiks.. kenapa lo tinggalin gue ha? kenapa Vit kenapa, gue mohon bangun jangan pergi" teriaknya frustasi sambil memegang tubuh Afifah yang sudah dingin dan pucat.


Sungguh bukan hal ini yang dia inginkan, jauh dari bayangannya Justin berharap jika rencananya berhasil maka dirinya bisa memiliki Afifah sepenuhnya tapi sekarang, dirinya bahkan tak sanggup berkata-kata melihat tubuh gadis yang dia cintai sudah terbaring kaku.


"Sayang bangun, jangan tinggalin gue. Baby twins udah lahir tapi kenapa sekarang lo malah pergi, gue mohon bangunlah. Gue nggak bisa hidup tanpa lo Vita, lo tau sendirikan kalo gue cinta banget sama lo jadi gue mohon bangunlah. Kasihani gue dan baby twins, nanti kalo lo nggak ada siapa yang akan merawat mereka?" bisiknya pelan dengan bibir bergetar sembari memeluk erat tubuh Afifah tanpa sadar jika ada sosok yang sedang menatapnya tajam.


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya


See you next episode🤗

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2