
Justin pun berjalan mengikuti tante Reta masuk ke dalam rumah. Setelah sampai di dalam rumah, Justin kemudian duduk disofa sambil memperhatikan setiap sudut luar ruang tamu itu sampai matanya tak sengaja menangkap sebuah pigura yang berukuran cukup besar perpajang rapi di dekat vas bunga.
Justin pun berdiri lalu berjalan ke arah pigura itu.
Pigura itu berisi sebuah foto seorang anak perempuan berambut pirang berusia sekitar dua belas tahun duduk didepan seorang remaja yang juga berambut pirang berusia sekitar delapan belas tahun. Didalam foto itu nampak mereka berdua saling melempar senyum manis dengan pandangan penuh cinta terpancar dimanik mata mereka berdua.
"Bang Fian.. Vita.." gumam Justin sambil menyentuh pigura itu.
"Kamu sedang apa Justin? " tanya Mama Afifah saat melihat Justin berdiri disamping vas bunga.
"Sedang melihat foto bang Fian sama Vita tan. Aku merindukan mereka berdua, rasanya aku ingin kembali bermain bersama mereka seperti dulu lagi" jawab Justin.
"Kemarilah, tante sudah buatkan jus anggur favoritmu dan kue black forest kesukaanmu" ucap Mama Afifah.
Justin pun kembali duduk disamping Mama Afifah.
"Makasih, tante masih ingat aja makanan dan minuman kesukaan ku" ucap Justin sambil meminum jus buatan Mama Afifah.
__ADS_1
"Ya pasti lah. Kamu itu udah tante anggap seperti anak tante jadi wajar jika tante mengingat setiap hal yang kamu sukai dan tidak kamu sukai" ucap Mama Afifah tersenyum.
"Tante.. " ucap Justin sambil memeluk Mama Afifah karna merasa terharu dengan ucapannya.
"Jangan khawatir Justin. Tante akan selalu ada untukmu jadi kamu tidak perlu bersedih lagi dan jangan pernah merasa broken home lagi" bisik Mama Afifah.
"Iya tan" jawab Justin yang masih memeluk Mama Afifah.
"Oh iya tan, bang Fian kemana? aku juga ingin bertemu dan berbicara dengan nya" tanya Justin yang tiba-tiba teringat dengan kakaknya Afifah.
Lantas Mama Afifah langsung tersentak kaget dan reflek melepaskan pelukannya. Justin yang melihat reaksi tersebut nampak penasaran.
"Nggak papa. Ini kue nya kamu belum makan loh, padahal tante sengaja beli ini buat kamu" jawab Mama Afifah mengalihkan pembicaraan.
Justin pun mengambil dan memakannya.
"Tante belum jawab pertanyaan ku loh. Bang Fian kemana tan? terus Vita kemana? kok rumahnya sepi begini" tanya Justin kembali.
__ADS_1
Terlihat kini wajah Mama Afifah semakin bingung membuat Justin yakin jika ada sesuatu yang ditutupi tante Reta nya itu. Justin terus mendesak Mama Afifah dengan pertanyaan yang sama. sehingga membuat Mama Afifah sedikit emosi.
"Fian sudah meninggal Justin" pekik Mama Afifah sambil menundukan kepalanya.
"HAH! MENINGGAL. TANTE SEDANG TIDAK BECANDA KAN?! " ucap Justin sedikit berteriak saking kagetnya.
"Nggak Justin, Fian emang sudah meninggal lima tahun lalu. Dia menjadi korban tabrak lari saat terjadinya kecelakan beruntun" ucap Mama Afifah yang mulai meneteskan air matanya karna mengingat almarhum anak pertamanya.
*Jadi waktu itu bang Fian beneran meninggal. Aku kira cuman jatuh pingsan, Oh ya tuhan... pantas saja Vita membenci diriku. Aku tidak menyangka jika perbuatanku dulu membuat Vita kehilangan abangnya* batin Justin merasa bersalah.
.
Jangan lupa Like Komen 🤗
Supaya Author juga makin semangat untuk Up bab selanjutnya 💙
jangan cuman baca doang, masa tinggal pencet tombol susah banget sih. wkwkkwk becanda😂
__ADS_1
See You Next Episode