WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 186 : Munafik


__ADS_3

"Je hebt geen hersens! Het is zo gemakkelijk voor je om zo tegen me te praten? Je denkt dat het verleden vergeten gemakkelijk is hè! Nee, Je, dat zal ik nooit meer vergeten.


( Dasar nggak punya otak! gampang banget lo ngomong kayak gitu sama gue? lo pikir ngelupain masa lalu itu mudah hah? lo pikir mudah, kehilangan orang yang sangat kita sayangi itu mudah untuk melupakan gitu? hahaha.. nggak ya Je, sampai kapan pun gue nggak akan pernah lupain hal itu. Gue akan tetap mengingat kejadian itu supaya gue ingat sama perbuatan lo dulu )" ucap Afifah sedikit mengeraskan suaranya membuat sejumlah murid yang ada disana semakin penasaran dengan arti dari pembicaraan mereka berdua.


"Vergeet niet, probeer me niet voor te stellen dat ik het niet kan. Alle acties die je de hele tijd met mij doet, zijn altijd in mijn gedachten, jij. het is wreed weet je. Zie, Satan maakt geen verschil, nadat je het gedaan hebt, wil je niet verantwoordelijk zijn, je probeert zelfs terug te komen om dat nog een keer te doen. Jij klootzak, een verrader verdient het woord sorry.


( Jangankan melupakan, berusaha untuk tidak membayangkan saja gue nggak bisa. Semua perbuatan yang lo lakuin sama gue setiap saat selalu kebayang diotak gue, lo. itu kejam tau nggak. Lo sama setan nggak ada bedanya, setelah berbuat bukannya mau tanggung jawab eh elo malah berusaha kembali buat melakukan hal itu lagi. Dasar cowok brengsek, seorang penghianat tidak pantas mendapat kata maaf )" lanjut Afifah yang sudah tak bisa mengendalikan emosinya lagi.


"Ik ben geen verrader, Vita, ik geef toe dat ik een eikel ben, maar ik ben geen verrader. Je hebt me gewoon verkeerd begrepen Vita, alles wat je zag was verkeerd. Inderdaad, ik heb een kus met hem gehad, maar ik dacht dat daarom werd ik genegeerd. Ik zweer het, ik weet niet echt of hij het is, als ik vanaf het begin wist dat ik er al uit werd gegooid. Vita, ik heb geen relatie met hem, je hebt het gewoon verkeerd begrepen.

__ADS_1


( Gue bukan penghianat Vita, gue akui kalo gue memang brengsek tapi gue bukanlah seorang penghianat. Lo hanya salah paham sama gue Vita, semua yang lo lihat dulu itu salah. Memang gue sama dia sempat ciuman tapi gue kira itu elo makanya gue diem aja. Sumpah, gue sama sekali nggak tau jika itu dia, kalo gue tau dari awal gue udah usir. Vita, gue sama dia nggak ada hubungan apa apa, lo hanya salah paham )"


"Ja, Elo en hij hebben er niets mee te maken, maar jullie speelden allebei donker achter mijn rug, toch. Je denkt niet dat ik dat zou weten, ck ik ben niet zo stom. Eigenlijk wist ik vóór dat incident dat je vals speelde maar ik koos voor stilte, ik dacht dat het onmogelijk was, maar nadat ik dat incident had gezien, werd ik me ervan bewust dat jij en hij achter me donker speelden.


( Iya Elo sama dia memang nggak ada hubungan apa apa tapi lo berdua sempat main gelap dibelakang gue kan. Lo kira gue nggak akan tau akan hal itu gitu, ck gue nggak segoblok itu. Sebenarnya sebelum kejadian itu gue tau lo sama dia selingkuh tapi gue memilih diam, gue pikir itu nggak mungkin tapi setelah melihat kejadian itu gue jadi sadar bahwa elo sama dia memang main gelap dibelakang gue )" jelas Afifah membuat Justin langsung bungkam.


"Waar is daar, ik heb nog nooit met je gespeeld, laat staan ​​in het donker achter je gespeeld. Mijn liefde is alleen van jou Vita, in mijn hart heb ik alleen jouw naam, dus hoe kan ik je verraden?.


( Mana ada, gue sama sekali nggak pernah duain elo apalagi main gelap dibelakang elo. Cinta gue hanya milik lo Vita, dihati gue hanya ada nama elo jadi mana mungkin gue menghianati elo )" ucap Justin berusaha membujuk Afifah membuat Afifah merasa sangat risih mendengarnya.

__ADS_1


"Agghhttt diem lo bangsat! nggak usah banyak bacot lo, dasar munafik!" teriak Afifah seraya mengangkat tangannya hendak menyerang Justin.


__________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak😍


Like, komen, vote gitu😁


See you next episode...

__ADS_1


__ADS_2