WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 187 : Jangan emosi


__ADS_3

"Agghhttt diem lo bangsat! nggak usah banyak bacot lo, dasar munafik" teriak Afifah seraya mengangkat tangannya hendak menyerang Justin.


Alex yang berdiri disamping Afifah dengan cepat langsung memeluk tubuh Afifah dari belakang dan membawanya sedikit menjauh dari tempat Justin berada.


"Woy Apa apaan ini. Lepasin gue"


"Pai, tenang pai. Jangan emosi, inget kita masih ada disekolah" bisik Alex seraya memeluk Afifah dari belakang.


"Lepasin gue Wolf, lo jangan nyegah gue. Manusia kejam titisan setan kayak ni anak nggak bisa dibiarin gitu aja" berontak Afifah berusaha lepas dari pelukan Alex.


"Astaga Pai, inget Pai inget. Kendaliin emosi elo atau nanti depresi lo bakal kambuh lagi, kita masih disekolah ini" ucap Alex mencoba menenangkan Afifah.


"Gue nggak bakal kayak gini kalo ni anak nggak nyari gara gara sama gue. Pokoknya hari ini juga gue pengen balas dendam sama dia, gue muak lihat muka dia. Gara gara dia bang Fian jadi meninggal dan mental gue jadi down dan gara gara dia juga hidup gue sekarang jadi hancur!" teriak Afifah yang memberontak semakin tak terkendali.


"Istigfar Pai istigfar, tenangin diri lo. Jangan kebawa emosi. Ya ampun..." desis Alex sambil berusaha keras menahan berontakan Afifah.


"Minggir Wolf, lepasin gue. Lo jangan halangin gue buat balas dendam sama dia. Ingat dia itu iblis jadi kalo lo nyegah gue itu sama aja lo ngebela iblis" teriak Afifah semakin menjadi jadi.


Tanda tanda depresi Afifah yang akan kambuh mulai muncul. Kepala yang tiba tiba mendadak sedikit pusing , dahi Afifah mulai berkeringat, tubuhnya yang tiba tiba sedikit lebih bertenaga dan kuat dari biasanya, dan matanya yang semula putih bening kini seketika berubah menjadi agak merah disertai tatapan mengerikan tiba tiba terlihat dari manik mata Afifah.


Melihat hal itu Alex jadi semakin bingung, Alex takut Afifah akan mengamuk seperti kemarin disaat mereka masih berada dilingkungan sekolah.


Lantas Alex segera meminta tolong pada Aska dan Diki untuk membubarkan anak kantin.

__ADS_1


"Aska.. Diki... Cepat bantuin gue" teriak Alex pada sahabatnya.


"Hah! bantuin apa?" tanya terkejut Aska mendengar namanya tiba tiba dipanggil.


"Cepat bubarkan anak kantin, ini gawat" jawab Alex tanpa menoleh. Dia sedang fokus menahan berontakan istrinya agar tak lepas.


"Gawat apa? kenapa kita harus bubarkan mereka dan itu Afifah kenapa? mengapa dia teriak teriak dan juga kenapa dia bertingkah aneh kayak gitu?" tanya Diki penasaran yang berdiri disamping Aska tepat dibelakang Alex.


"Nanti aja gue ceritain. Intinya gue minta lo berdua bubarin anak kantin secepatnya dan pastikan tidak ada siswa yang masih ada disekitar sini, ini beneran gawat" jawab Alex dengan nada agak keras.


Namun baik Aska maupun Diki mereka berdua hanya diam saling pandang satu sama lain dengan raut wajah kebingungan.


"Woy, kenapa lo berdua malah bengong. Cepat bubarkan mereka!" bentak Alex pada sahabatnya.


Seketika Aska dan Diki langsung tersadar dari lamunannya.


"Iya lex iya, ini gue juga otw bubarin" sahut Diki. Mereka berdua lalu segera melaksanakan permintaan Alex.


"Dan untuk kalian berdua gue minta tolong buat ambilin gue botol kecil warna merah dikelas" ucap Alex pada Iza dan Mila.


"Botol kecil?" tanya ulang Mila.


"Iya botol kecil, letaknya ada didalam tasnya Afifah paling depan" jawab Alex.

__ADS_1


"Buat apaan sih lo nyuruh kita buat ambilin botol itu?" tanya Iza bingung.


"Udah nggak usah banyak tanya, pokoknya lo berdua harus segera ngambil dan bawa secepatnya kesini. Ini gawat banget, botol itu harus ada sebelum keadaan Afifah semakin menjadi. Nanti bisa bahaya" balas Alex yang terlihat sedikit kesusahan menahan berontakan Afifah.


"Hah bahaya? bahaya gimana maksut lo? memang sahabat gue kenapa?" tanya Mila dengan wajah khawatirnya.


"Iya, bahaya gimana maksut lo? Afifah kenapa?" sahut Iza yang juga ikut khawatir.


"Udah gue bilang jangan banyak tanya, gue butuh botol itu secepatnya! Ayo buruan ambil atau keadaan Afifah akan semakin memburuk!" teriak Alex geram.


Tanpa bicara lagi, Mila langsung menarik tangan Iza dan mengajaknya berlari menuju kelas untuk mengambil botol yang dimaksut Alex.


"Agghhtt lepasin gue Wolf" teriak Afifah sambil terus berusaha lepas dari pelukan Alex.


"Lepasin gue!" teriak Afifah lagi.


"Sadar pai sadar. Astaga... kenapa lo jadi kayak gini" keluh Alex frustasi.


_______________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak😍


Like, komen, vote gitu😁

__ADS_1


See you next episode


Bersambung...


__ADS_2