
"Jadi semua ini ulah dia" ucap Alex melototkan matanya saat melihat layar komputer di depannya.
Sekarang ini dia tengah berada di ruang cctv untuk melihat rekaman video di toilet. Alex mengamati setiap durasi demi durasi yang ada di dalam video, matanya tak sekalipun mengalihkan pandangan dari layar komputer.
Dari dalam rekamam itu Alex bisa melihat jika Nela dan istrinya sedang berdiri berhadapan. Terlihat jelas di sana mereka berdua saling adu mulut, Alex memang tidak tau atau tidak mendengar apa yang sedang mereka bicarakan. Namun hanya dengan melihat ekspresi wajah istrinya yang semula tenang dan ngegas seperti biasanya mendadak jadi diam membuat Alex berpikir kalo Nela memang mengatakan sesuatu.
Hal itu membuat emosi dalam dirinya naik, Alex yakin jika Nela lah penyebab sikap istrinya menjadi berubah dan terkesan seperti menghindar.
"Dasar cewek gatel nggak tau diri! jadi dia biang keroknya yang ngebuat Afifah menjauh. Gue harus kasih pelajaran sama dia. Gara² dia hubungan gue kembali renggang" ucap geram Alex yang langsung berbalik dan berjalan keluar ruangan.
Alex berjalan menyusuri area sekolah guna mencari keberadaan Nela. Sudah beberapa tempat dan beberapa ruangan Alex datangi namun diantaranya tidak ada satupun dia menemukan keberadaan Nela. Bahkan Alex sudah mencari ke halaman di mana di sana adalah tempat digelarnya pesta tadi namun juga tidak menemukan.
Sampai akhirnya ketika Alex hendak naik tangga untuk menuju lantai tiga di gedung sekolah seseorang memanggilnya. Ia pun lantas menoleh dan detik itu juga wajahnya kembali emosi.
"Itu dia orangnya" gumam Alex menatap tajam.
"Hah.. hah.. astaga dari tadi gue keliling halaman nyari elo nggak ada ternyata lo ada di sini, huh! sampai capek gue keliling sana sini" keluh Nela dengan nafas ngos-ngosan sambil berjongkok.
Sret
Dugh
"Akkhhttt..." jerit Nela saat Alex tanpa aba-aba mendorong tubuhnya ke tembok dan menarik kasar rambutnya membuat sebagian helainya rontok.
"Aduh Lex, sakit lex sakit. Kenapa lo nyerang gue, emang gue salah apa sama lo" ringis Nela kesakitan.
"Dasar cewek nggak tau diri! lo ngomong apa tadi sama Afifah haa? lo provokasi dia apa" ucap Alex menatap tajam.
"Ngomong apa. Gue nggak ngerti maksud lo" ucap Nela.
"Ck, lo nggak usah pura-pura. Lo pikir gue nggak tau, lo tadi racunin pikiran Afifah kan di toilet haa? lo nyuci otaknya dia kan" bentak Alex sambil terus memjambak rambut Nela.
"Nyuci apa sih? gue nggak paham apa yang lo katakan. Gue nggak ngerti"
__ADS_1
"Alah ngga usah sok be9o lo! gue tau apa yang lo lakuin sama Afifah, gue juga tau tadi lo sempet adu mulut sama dia. Sekarang lo jujur sama gue, tadi lo ngomong apa sama dia haa? lo bisikin apa cewek gue sampai dia menjauh dari gue haa? lo bilang apa aja sama dia" bentak Alex mengeraskan suaranya.
"Gue nggak bilang apa-apa, gue cuman ngasih selamat kelulusan doang" elak Nela tidak mau mengakui.
Memdengar hal itu Alex semakin emosi, dia lalu langsung mengeratkan tangannya dan menarik rambut Nela semakin keras membuat Nela menjerit kesakitan.
"Auu sakit Lex, jangan tarik rambut gue. Ini sakit banget, lepasin" ringis Nela lagi dengan mata berkaca-kaca merasakan sakit luar biasa di kepalanya.
"Masih mau bohong lagi!"
"Iya iya, gue ngaku. Gue bakal jujur, tapi lepasin dulu jambakannya. Kepala gue sakit, lepasin Lex, ini beneran sakit banget. Gue nggak bohong, sumpah" ucap Nela yang akhirya menyerah dan memilih mengatakan sebenarnya.
Alex pun melepaskannya.
"Ayo ngomong, kenapa malah diem!" bentak Alex melototkan matanya yang akan kembali menarik rambut Nela.
"Iya iya, ini gue juga mau ngomong" balas cepat Nela sembari menghidar dan menutupi kepalanya dengan kedua tangan agar Alex tak bisa menjangkau rambut hitamnya.
Brak
"Brengs*k! atas dasar apa lo bilang kayak gitu sama cewek gue haa? emang lo tau kehidupan gue kayak gimana? lancang banget mulut lo bilang kalo hubungan gue sama Afifah hanyalah setingan" teriak Alex memukul keras bangku yang ada di sebelah tempatnya berdiri dengan keras sampai Nela terjingkat kaget.
"So-sorry, gue minta ma-maaf" seru Nela ketakutan dengan nada terbata-bata saat melihat raut wajah galak Alex yang menakutkan ketika marah.
"Minta maaf lo bilang! enteng banget lo ngomong gitu. Lo tau nggak, gara-gara lo hubungan gue sama cewek gue jadi renggang. Afifah sekarang jadi jaga jarak sama gue setelah mendengar ucapan lo itu!" ucap Alex semakin emosi.
"Ta-tapikan, bukannya yang gue bilang itu benar. Jika memang hubungan lo sama Afifah itu nggak setingan lalu kenapa selama ini kalian berdua tidak pernah romantisan? dari dulu sampai sekarang yang gue lihat lo berdua itu berantem mulu. Nggak di sekolah, nggak di jalan, nggak di tempat umum setiap gue lihat kalian berdua itu terus adu mulut" ucap Nela.
"Lagian gue nggak pernah tuh denger lo manggil sayang sama Afifah. Gue juga nggak pernah denger lo bilang cinta sama dia, baik di real life maupun di sosial media lo sama sekali nggak pernah post foto atau bikin caption bucin. Kalo bukan pacaran pura-pura terus namanya apa" lanjutnya.
"NELA!!" bentak Alex dengan rahang mengeras seketika langsung membuat Nela terdiam kaku.
"Masih berani lo bilang kayak gitu sama gue haa? masih punya nyali lo ngomong gitu. Emang lo tau apa tentang kehidupan gue? mau gue romantis mau gue mesra-mesraan mau gue bucin itu urusan gue. Yang cuman tau gimana hubungan gue dan gimana sikap gue itu cuman gue sama Afifah. Lo nggak ada hak buat tau, jadi lo nggak bisa seenak jidatnya bicara sembarangan tentang hubungan gue atau pun nyimpulin seperti apa gue memprilakuan cewek gue" teriak Alex dengan mata melotot.
__ADS_1
Nela menunduk tanpa berani menganggkat wajahnya sebab ia takut melihat eskpresi muka Alex ketika marah yang menurutnya sangat menyeramkan.
"Asal lo tau ya! nggak semua hal yang di lakuin itu harus di tunjukan di depan umum, enggak semua perilaku yang kita lakuin itu harus di tunjukan di depan publik. Jadi lo nggak bisa asal nyeletuk jika belum tau gimana aslinya. Gue itu cinta sama cewek gue, gue juga sayang sama cewek gue. Selama ini gue emang nggak pernah tunjukin di depan umum karena gue emang tipe orang yang nggak suka koar-koar tentang tindakan gue atau mencari perhatian banyak orang dengan menunjukan seperti apa gue memperlakukan cewek gue bukan berarti selama ini gue itu nggak cinta atau nggak sayang. Hanya saja cara gue menunjukan gimana perasaan gue ke dia itu berbeda" tambah Alex.
Nela terus menunduk.
"Ini peringatan buat lo, jika sampai sekali lagi lo racunin pikiran cewek gue atau gangguin cewek gue. Oh siap-siap aja, gue nggak bakal segan-segan buat hajar lo atau bahkan menghancurkan hidup lo sampai hancur sehancur-hancurnya.
Ini bukanlah sekedar omongan tapi ini kenyataan. Lo tau sendirikan gue bisa lakuin apa yang gue mau, jadi pikirin ucapan gue ini. Jangan sampai suatu saat lo menyesal karena lo menganggap remeh omongan gue" peringat Alex berbisik tepat di depan wajah Nela lalu dengan kuat menendang kaki Nela membuat Nela jatuh tersungkur ke bawah.
Ia pun kemudian berjalan begitu saja meninggalkan Nela yang sedang merintih kesakitan.
Trauma dalam dirinya tidak kambuh sebab Alex cuman memegang rambutnya, Alex hanya akan bereaksi jika dia bersentuhan kulit. Itu mengapa tadi Alex tidak sampai menyiksa Nela karena kulit mereka tidak bersentuhan. Selama ini dia memang terkenal sadis, jadi kalian jangan heran saat melihat Alex dengan berani bertindak kasar sama wanita.
Kejadian pembunuhan yang menimpa abang Brian dan adik kembarnya Juan membuat pemikiran Alex terhadap wanita menjadi berbeda, dia menganggap semua wanita di dunia adalah iblis kejam. Sosok penjahat yang dengan tega merebut paksa kebahagiaannya dan membuat keadaan mental dalam dirinya menjadi lemah.
Alex hanya akan bersikap lembut pada wanita jika wanita itu benar-benar sangat baik dan berhasil menunjukan jika dia tidak seperti wanita kejam seperti apa yang dia pikirkan selama ini.
. . . .
Maaf baru bisa up, urusan di real life lagi banyak banget jadi masih belum bisa up tiap hari:)
___________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak.
Like komen vote gitu💙
Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya
See you next episode🤗
Bersambung...
__ADS_1