
Sementara itu
Aska dan Diki yang juga penasaran pun berjalan mendekat kearah Iza dan Mila yang sedang duduk diatas motor mereka.
"Haii. " sapa Aska dan Diki.
Mila dan Iza yang kala itu tengah melihat adu balap menjadi beralih menatap samping dan betapa terkejutnya mereka saat melihat Aska dan Diki berdiri tepat disamping mereka.
"Eh ha haiii. " balas Iza dan Mila sedikit gugup.
*Omegat omegat omegat... Kenapa ayang beb bisa ada disini sih?! Semoga aja dia nggak curiga* batin Iza sambil membenarkan maskernya.
*Waduh gawat nih?! Playboy cap kadal kenapa bisa nyasar kesini sih, bikin orang dag dig dug aja. Nggak tau apa gue udah keringetan karna takut ketahuan, bisa diamuk masa gue kalo misal tu anak tau identitas gue.* batin Mila.
"Lo berdua nggak ikut balapan?. " tanya Aska basa basi.
"Ya nggak lah. Lo nggak baca apa kalo pertandingan ini cuman buat ketua geng, jadi nggak mungkin kita ikut." jawab ketus Mila.
*Nah kan, gue semakin curiga kalo mereka itu adalah Afifah dkk. Meskipun mereka pake masker atau penyamaran tapi gue hafal banget sama sifat dan suara mereka* batin Diki.
"Ada perlu apa ya lo berdua kesini, ini kan wilayah geng kita?." tanya Iza.
"Kita berdua cuman mau kenalan aja. " jawab Diki.
"Kenalan? kan sebulan lalu udah kenalan. " ucap Mila.
"Iya sih, tapi kita pengen lebih akrab lagi gitu. " ucap Aska.
Mereka berempat terus mengobrol, tak jarang Iza dan Mila saling senggol karna merasa tak nyaman sedangkan Aska dan Diki terus saja mengajukan pertayaan jebakan untuk membuktikan rasa penasaran mereka terhadap identitas Mila dan Iza.
Namun untungnya sebelum pertanyaan semakin menjadi, terdenger suara jika pertandingan adu balap antar ketua geng segera dimulai. Mila dan Iza pun berkumpul bersama anggotanya untuk memberi support pada Afifah begitu juga dengan Aska dan Diki yang kembali berkumpul bersama anggotanya.
Terlihat disana sudah ada 5 orang bersiap dengan motornya dan sebagiannya lagi berkumpul disampingnya karna sangat tidak mungkin jika 15 orang itu langsung diadu balap bersama.
Seorang wanita dengan pakaian mini berdiri ditengah sambil membawa bendera merah.
"1...2...3...Goooo!!. "
__ADS_1
Para pembalap itu segera menancapkan gas.
-_-
Setelah semua diadu balap kini hanya ada 4 orang yang menjadi juara bertahan, mereka semua yaitu : Wahyu ketua geng sebelah, Anas yang juga ketua geng sebelah, serta Afifah dan Alex.
Mereka berempat tampak sedang memblayer motor mereka dengan sangat keras untuk bersiap tanding menentukan siapa pemenangnya.
"Abel, semangat!! oke." teriak para anggota Wild Girlboy dan dibalas acungan jempol oleh Afifah.
1
2
3
GOO!!
Mereka berempat langsung tancap gas dengan sangat kencang, terlihat disana Anas memimpin dan dibelakangnya ada Alex.
Lalu disusul Afifah, mereka terus saja saling salip menyalip dengan kecepatan sangat tinggi hampir maksimal dan kebetulan jalan itu sama sekali tidak ada pengendara lain yang melintas jadi bisa bebas karna memang jam sudah menunjukan pukul 00.30 wib.
Pada saat akan sampai digaris finish mereka berempat semakin menambah kecepatan laju motor mereka. Dan akhirnya Afifah memenangkan balapan itu dengan waktu 5 detik lebih cepat sampai dibanding Alex, Anas, dan Wahyu.
Semua anak Wild Girlboy yang berjumlah 55 orang langsung berjalan ke arah Afifah sambil tertawa bahagia serta merentangkan tangan hendak memeluk.
"Uhuyyy!! Abel gue menang. " teriak salah satu Anggota geng Afifah saat Afifah turun dari motor.
"Eits.. mau Ngapain?. " cegah Afifah saat cowok itu hendak memeluknya.
"Pelukan kemenangan, apa lagi. " jawab cowok itu.
"Nggak ada. Enak aja main peluk orang sembarangan, berani bayar berapa haa?. " tanya Afifah pada Anggotanya.
"Yaelah tega banget lo sama kita, udah terlanjur rentangin tangan nih masa ditolak."
"Tinggal diturunin lagi udah beres, nggak usah sok sedih lo. Mau seberapa rayuan seberapa tangisan gue tetep ogah lo peluk. " ucap Afifah sinis.
__ADS_1
"Ketua laknat lo. " seru semua cowok Wild Girlboy.
"Lah malah ngatain, nggak gue kasih duwitnya mimisan hidung lo. " ucap Afifah sambil menunjukan uang 10 juta yang baru saja dia terima.
"Eh eh becanda Bel, aelah baperan amat sih. "
"Yaudah lah, mending sekarang kita balik ke markas buat bagi hasil duwitnya. " ajak Mila pada semua orang.
"Emang the best lo, soal duwit langsung gercep. Nggak salah pilih kita buat jadiin elo bendahara markas. " seru Andi dibarengi tawa semua orang.
Mereka semua pun lantas menaiki motor mereka masing masing untuk menuju ke markas.
"Bel, selamat ya. Lo emang beneran hebat bisa ngalahin semua ketua geng dikota ini. " ucap Alex yang tiba tiba datang memberi selamat pada saat Afifah hendak menaiki motornya membuat Afifah sedikit terkejut.
"Ah i iya. Makasih, lo juga hebat." balas Afifah sedikit gugup.
Alex pun mengulurkan tangannya untuk bersalaman dan dengan ragu Afifah menerimanya. Namun saat hendak melepas jabatan tangan, Alex tak sengaja melihat cincin pernikahan dirinya melingkar dijari manis Abel ( Afifah ).
*Hah, cincin itu. Bukanya itu cincin pernikahan gue?! Kenapa Abel bisa memiliknya padahal cincin itu dibuat khusus dengan rancangan Mommy sendiri jadi tidak ada yang mengembarinya selain gue sama Afifah. Apa mungkin Abel adalah Afifah * batin Alex sedikit kaget.
Ia pun lantas melihat ke arah leher Abel dan lagi lagi Alex melihat bekas cubitan yang sama Persis seperti punya Afifah yang ia buat tadi sore saat perang cubit dirumah Mama.
Afifah yang menyadari ada yang aneh pun segera melepaskan jabatan tangannya lalu pamit pergi menyusul anak buahnya.
*Fixs 100% gue yakin banget kalo Abel itu Afifah, tapi kenapa dia ikut balapan liar begini?! gue harus ikutin dia* batin Alex.
"Woyy!! mau kemana lo?. " tanya Aska saat melihat Alex menaiki motornya dengan buru buru.
"Nguntit anggota geng Wild Girlboy. " jawab singkat Alex lalu segera melajukan motornya menyusul Afifah.
Diki dan Aska yang juga penasaran pun akhirnya ikut menyusul.
.
jangan lupa LIKE KOMEN nya🤗
Aku udah crazy up 3 bab loh, jadi jangan pelit pelit buat tekan tombol jempolnya👍.
__ADS_1
See you next episode😘
semoga kaLian masih betah buat ngikutin alur cerita ini💙