WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 228 : Ancaman hukuman


__ADS_3

Setelah beberapa menit mandi dan bersiap akhirnya mereka berdua selesai juga. Kini Alex dan Afifah sedang ada dimeja makan untuk sarapan bersama Mommy dan Daddy mereka.


"Pagi Mom, pagi Dad" sapa Afifah seraya mendudukan dirinya diatas kursi bersama dengan Alex yang juga ikut mendudukan kursi disebelah.


"Pagi juga" jawab Mommy dan Daddy barengan.


"Tumben banget kalian jam segini udah rapi, biasanya masih mandi" ucap Mommy pada anak mantunya.


"Iya nih mom, ini gara² Daddy. Kalo saja tidak demi aman dari hukuman kita berdua juga nggak bakal bela belain selesai secepat ini" jawab Alex sambil merapikan dasi dilehernya.


"Gara² Daddy? maksutnya?" tanya Mommy dengan alis berkerut.


"Ya itu tadi Daddy ngancem kita berdua. Katanya kalo kita nggak berangkat sebelum jam tuju kita bakal dikasih hukuman. Nyebelin banget kan mom" jawab Afifah cemberut.


"Masa sih?"


"Iya, kalo Mommy nggak percaya, Mommy tanya aja sendiri sama Daddy"


"Bener begitu Dad, kamu ngancam mereka berdua?" tanya Mommy pada suaminya.


"Hmmm, habisnya aku gregetan sendiri sama mereka. Masa tiap mau berangkat sekolah selalu aja telat, entah karna bangun kesiangan atau karna telat sarapan selalu aja ada alasan. Sampai² buku catatan mereka hampir penuh gara gara itu. Makanya aku ancam biar sedikit disiplin" jawab Daddy mengangguk.


"Nah bagus itu, kalo perlu jangan cuman dikasih hukuman tapi dikasih pelajaran juga biar mereka nggak telat lagi" ucap Mommy menyetujui


"Lah kok gitu. Mom, kenapa Mommy malah ikut ikutan Daddy" seru Afifah tak terima.


"Ya biar kalian lebih sedikit berubah, nggak telat terus. Lagipula Mommy juga udah capek bolak balik ke sekolah gara² dapat panggilan dari pihak sekolah karna ulah kalian. Sekali kali dikasih pelajaran biar nggak diulangin. Udah mau lulus juga harusnya makin rajin bukan malah makin menjadi" jawab Mommy membuat Afifah langsung cemberut.


"Issh Mommy mah nggak asik" cebik Afifah melirik sinis.


Mommy hanya diam tak menanggapi.


"Yaudah yuk mending kita mulai sarapannya, nanti kalian keburu telat" ucap Daddy menengahi dan diiyakan oleh Alex dan Mommy.


Mereka berempat pun kemudian mulai sarapan bersama. Setelah selesai sarapan mereka berdua lalu pamit untuk berangkat ke sekolah dengan naik mobil.


Kurang lebih 15 menit perjalanan akhirnya Alex dan Afifah sampai juga di sekolah. Alex pun segera memarkirkan mobil miliknya dan berjalan menuju kelas bersama dengan Afifah yang ikut berjalan di sampingnya.


Sampai didepan kelas tanpa basa basi Afifah langsung membuka pintu itu. Namun sudah beberapa kali mencoba pintu kelas tidak bisa terbuka.


"Yaelah ni pintu kenapa sih, dari tadi gue buka kagak bisa bisa. Apa mungkin anak anak di dalam sedang bertingkah ya makanya nggak bisa" cebik Afifah berkacak pinggang.

__ADS_1


"Gatau, mungkin aja iya, coba lo dobrak. Barang kali pintunya bisa dibuka" sahut Alex mengedikan bahu.


"Boleh juga, yaudah lo minggir dulu biar gue dobrak. Awas aja kalo beneran dikunci dari dalam, gue akan kasih mereka pelajaran" ucap Afifah menyetujui.


Ia kemudian mundur beberapa langkah ke belakang lalu dengan sekali tendangan pintu itu berhasil terbuka.


Brak


Suara dobrakan yang amat sangat kencang saat pintu itu berhasil terbuka.


Seketika semua orang yang pada saat itu tengah duduk di meja masing masing langsung berjingkat kaget, bahkan saking kagetnya ada yang sampai terjatuh ke bawah.


"Buset dah! woy mak pak, lo kalo buka pintu yang pelan dong. Hampir aja gue mati gara gara denger dobrakan pintunya" seru Agung berteriak sambil memegang dadanya.


"Iya nih, mentang mentang jadi emak sama bapak main seenaknya. Untung jantung anak kelas XII-3 kuat kuat jadi kagak ada yang sekarat" sahut santi yang juga memegangi dada mereka.


"Nggak usah kebanyakan gaya gitu napa, cuman dobrak pintu mana bisa bikin orang mati. Lebay banget jadi orang" ucap Afifah melirik sinis.


"Lebay mata lo itu. Eh mak, walaupun cuman dobrak pintu tapi tetap bisa bikin orang mati mak. Jantung orang beda beda, nggak bisa disamain. Mungkin bagi emak ini biasa tapi kalo bagi orang kagetan ini luar biasa mak" ucap Angga.


"Ya ya ya terserah lo deh. Suka suka lo" balas cuek Afifah sambil berjalan menuju ke arah bangku miliknya.


Tak lama bell masuk pun berbunyi bersamaan dengan seorang guru yang masuk ke dalam kelas untuk memulai ujian.


...❇️ 💠 ❇️...


Setelah beberapa jam ujian akhirnya mereka selesai juga mengerjakannya. Semua siswa siswi berbondong bondong keluar kelas untuk pulang.


Sama halnya dengan anak kelas XII - 3. Mereka semua juga sedang bersiap-siap untuk pulang begitu pula dengan Alex dan Afifah. Kini mereka berdua sedang berjalan beriringan bersama dengan Mila, Iza, Aska dan Diki di koridor sekolah.


"Ka Dik, Gue cabut duluan ya" pamit Alex pada Aska dan Diki seraya mengambil kunci mobil dari dalam saku celananya.


"Haa cabut? mau kemana lo? buru buru banget, disini dulu aja. Kita pergi nongkrong bareng bentar. Udah lama kita nggak jalan berenam begini" tanya Diki menoleh ke arah samping.


"Nggak bisa, gue ada urusan" jawab Alex menolak.


"Urusan apaan? penting banget kayaknya sampai sampai lo nggak mau ikutan?" tanya Aska menyahut.


"Resto, ada sedikit masalah disana. Gue harus kesana untuk nyelesain" jawab jujur Alex.


"Oh yaudah, lo pulang duluan aja, kita Nongkrongnya lain kali aja" ucap Aska mengiyakan.

__ADS_1


"Iya, lo pulang duluan aja. Semoga urusan diresto lo cepat selesai" ucap Diki ikut menyetujui.


"Ok, thank kalo gitu. Gue cabut duluan ya, bye" pamit Alex.


"Pai, ayo" ucapnya pada Afifah yang kala itu tengah mengobrol dengan dua sahabatnya di samping dirinya.


"Kemana?" tanya Afifah menoleh.


"Pulang"


"Lah kok cepet?"


"Iya, soalnya gue mau mampir ke Resto" jawab Alex.


"Mau ngapain? bukannya kemarin lusa lo udah kesana?" tanya Afifah lagi.


"Ada masalah diresto"


"Masalah? masalah apa?"


"Gue juga nggak tau makanya gue mau kesana untuk lihat" jawab Alex.


"Emmm, oke lah kalo gitu. Za Mil, gue pulang duluan ya. Mau ikut Alex ngecek ke resto" ucap Afifah kembali menatap kedua sahabatnya dan dibalas anggukan kepala oleh Mila dan Iza.


"Iya Fi, hati hati" sahut Mila mengangguk.


Mereka berdua pun berjalan menuju parkiran yang letaknya ada di samping aula tepat dihalaman samping area sekolah.


"Pai, lo tunggu disini ya. Gue mau ambil mobil dulu" ucap Alex pada Afifah.


"Iya, jangan lama-lama" balas Afifah mengiyakan.


"Siap. Lo juga jangan kemana mana" ucap Alex lalu segera masuk ke dalam parkiran.


Sambil menunggu suaminya mengambil mobil. Afifah memutuskan untuk duduk disalah satu kursi yang ada dihalaman samping.


____________________________________


𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥𝐤𝐚𝐧 𝐣𝐞𝐣𝐚𝐤


𝙇𝙞𝙠𝙚 𝙠𝙤𝙢𝙚𝙣 𝙫𝙤𝙩𝙚 𝐠𝐢𝐭𝐮

__ADS_1


__ADS_2