
"Nih dari pada lo bingung, gue kasih tau!! Nama cewek yang gue cinta dan yang barusan lo sumpahin itu berinisial 'A' . Lo tau kan siapa pemilik nama itu?." Tanya Reza.
"Kalo lo masih bingung juga, sekarang lo lihat siapa cewek yang sedang gue pegang pundaknya saat ini, Jika lo udah liat berarti cewek yang gue maksut itu adalah dia. " jelas Reza kembali.
Entah karna memang lemot atau masih kurang paham Afifah malah menjawab dengan gedikan bahu dan kembali menyesap jus jeruk ditangannya.
"Egghtt.. Boleh dipukul nggak sih itu kepala!! Dari tadi nggak peka peka juga diajak ngomong. " Seru Reza yang merasa greget dengan reaksi Afifah.
Beberapa menit mereka berdua hanya terdiam satu sama lain.
"Oh iya, Fi lo depresi kenapa? Kok sampe parah gitu aksi lo tadi saat nahan rasa sakitnya!! Kalo dilihat lihat kayaknya lo depresi berat deh, Lo ada masalah apa?." Tanya Reza memecah keheningan.
"Uhuk.. Uhuk.. " Afifah langsung tersedak saat mendengar pertanyaan Reza barusan.
"Haa? depresi? gue nggak depresi kok. " jawab Afifah gugup
"Bohong!! Lo kira gue nggak tau apa, gue juga penderitanya kali jadi gue tau gejalanya dan tadi lo juga langsung minum obat yang gue kasih barusan. Jujur aja Fi? Sebenarnya lo kenapa? Kan tadi gue udah bilang penyebab gue dan sekarang giliran elo yang bilang." desak Reza.
"Ehem.. iya gue ngaku, gue emang depresi tapi gue nggak bisa bilang penyebabnya sama lo. " ucap Afifah.
"Kenapa begitu? Kenapa gue nggak boleh tau? Apa lo udah nggak nganggep gue sahabat lagi. " ucap Reza.
"Bukan gitu, gue masih nganggep lo sahabat kok. " jawab Afifah cepat.
"Kalo memang gitu? kenapa lo nggak ngasih tau gue? katanya kalo diantara sahabat itu nggak boleh ada main rahasia rahasian." Ucap Reza.
"Tapi untuk masalah ini gue nggak bisa kasih tau? Bukan hanya elo tapi juga semua temen gue termasuk Alex juga karna ini bener² rahasia." Ucap Afifah.
"Segitu pentingnya kah?. " Tanya Reza.
__ADS_1
"Hmm.. Gue harap lo bisa jaga rahasia gue ya kalo gue punya penyakit depresi. Jangan sampai bocor. " pinta Afifah dan dijawab anggukan kepala oleh Reza.
"AFIFAH!! LO DI MANA SEKARANG!! JANGAN SEMBUNYI LO!!. "
Tiba tiba terdengar suara teriakan Alex yang memanggil manggil Nama Afifah.
"Gawat!! Gue harus pergi nih sebelum tu cowok nemuin keberadaan gue. " panik Afifah yang langsung membereskan tasnya.
"Za, gue cabut dulu ya. " Pamit Afifah
"Kok Cepet²?." tanya Reza.
"Iya, soalnya ada serigala ngamuk disini?!. " jawabnya.
"Serigala ngamuk? emang ada gitu direstoran ini?!. " bingung Reza.
"Ada, Serigala nya lagi nyari² gue!! yaudah ya bye~." ucap Afifah kemudian langsung berlari pergi.
"Huh!! Semoga aja sumpahnya dia nggak dikabulin?! Gue nggak mau lo ngalamin apa yang gue alamin Fi. "gumam Reza seraya menatap punggung Afifah yang semakin menjauh darinya.
***
Alex saat ini sedang berjalan menyusuri Restoran karna mencari keberadaan Afifah. Dia juga sesekali berteriak memanggil manggil Nama Afifah.
"Tu anak kemana sih? nggak mungkin kalo dia udah pulang duluan. " gumam Alex sambil melihat sekitar dan tanpa sengaja dia melihat Afifah yang sedang berlari.
"Nah itu dia orangnya." ucap Alex.
"WOYY!! MAU KEMANA LO?! JANGAN LARI. " teriak Alex sambil berlari menyusul Afifah.
__ADS_1
Greb
Setelah hampir 10 menit kejar kejaran dengan Afifah, Akhirnya Alex berhasil juga menangkapnya.
"Mau kabur kemana lagi lo? hmmm. " tanya Alex seraya mendekap erat tubuh Afifah dari belakang.
"Ampun.. Ampun Wolf!! Jangan ngamuk ya. Gue minta maaf. " ucap Afifah memninta maaf saat Alex mendekap erat tubuhnya.
"Enak aja minta maaf setelah lo rusakin pintu ruangan gue dan lo hancurin dapur gue. " balas Alex yang semakin mempererat dekapannya.
"Ya habisnya lo bikin gue kesel. sih?! Yaudah gue rusakin dan hancurin aja barang lo, daripada gue marah² nggak jelas. " jawab Afifah tanpa dosa.
Tuk
Alex menonyor kepala Afifah setelah mendengar jawaban konyol dari mulut Afifah.
"Sekarang ikut gue. " ajak Alex seraya menyeret tubuh Afifah setelah menonyor kepalanya.
"Nggak mau." tolak Afifah berontak.
"Ikut atau gue cium lo disini. " gertak Alex dan berhasil membuat Afifah menuruti perkatannya.
Mereka berdua pun berjalan menuju kedalam Restoran. Setelah itu Alex menyuruh Afifah membersihkan dapur yang udah dia berantakin dan juga menyuruh Afifah untuk memperbaiki pintu ruangannya yang sudah dirusak Afifah.
.
jangan lupa LIKE KOMEN nya🤗
Aku udah crazy up 3 bab loh, jadi jangan pelit pelit buat tekan tombol jempolnya👍.
__ADS_1
jangan cuman baca doang tanpa ninggalin jejak.😂💙
See you next episode😘