WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 205 : Rekaman cctv


__ADS_3

Sedangkan disisi lain


Di Indonesia


Saat ini Alex sedang berada dimarkas Racing boy, genk balap liar miliknya.


Setelah dari cafe tadi Alex memutuskan untuk pergi ke markas sebab dia merasa tak nyaman dengan kehadiran Nela yang menurutnya amat sangat menganggu.


Alex duduk bersandar disalah satu sofa yang ada disana. Berulang kali dirinya tampak menghembuskan nafas kasar. Mungkin saja sekarang ini hati dan pikirannya masih merasa kacau akibat pertengkaran dia dan istrinya tadi pagi.


Terlihat jelas dari raut wajah Alex memang nampak sedang menahan sesuatu. Para anak buah yang juga ada didalam markas pun saling melempar pandang satu sama lain dengan wajah kebingungan.


Pasalnya selama ini bos nya itu sama sekali tak pernah bersikap seperti ini tapi kenapa hari ini tiba tiba bos nya itu terlihat seperti banyak masalah. Namun mereka hanya bisa diam, tidak ada diantara mereka yang berani bertanya sebab mereka merasa sedikit takut dengan tatapan tajam Alex.


✨ Sementara diluar markas Racing Boy


Anas, salah satu anggota genk balap liar dari Wild Girlboy yang dipimpin Afifah tampak baru saja turun dari motor miliknya.


Siang ini dia sengaja datang ke markas lawannya dengan niat ingin bertemu dengan Alex untuk meluruskan kesalah pahaman yang terjadi diantara mereka bertiga.


Anas memutuskan untuk datang langsung ke markas karna dia tidak tahu dimana alamat rumah Alex. Dia datang sendiri kesini tanpa memberi tahu siapapun.


*Hah.. semoga aja cowok itu ada didalam. Gue nggak bisa tenang sebelum meluruskan semuanya. Gue juga nggak tega lihat Abel sama pacarnya berantem gara gara kesalah pahaman diantara kami* batin Anas sambil menatap markas lawannya.


Perlahan dia mulai berjalan masuk ke dalam dengan langkah hati hati. Sebagian Anak buah Alex yang sedang berkumpul didepan markas seketika langsung berdiri semua saat mereka melihat orang luar masuk ke dalam wilayah mereka.


"Woy penyusup, ngapain lo kesini haa? mau nyari masalah, berani banget lo datang ke wilayah kita" seru salah satu anak buah Alex.


"Eh eh tenang bro tenang, jangan emosi dulu. Gue kesini nggak mau nyari ribut atau nyari masalah sama lo pada. Gue kesini karna ada keperluan sama bos kalian" ucap Anas sambil mengangkat kedua tangannya sebatas dada.


"Ada perlu apa lo sama bos kita? jangan macem macem ya lo, ini wilayah Racing boy. Kalo sampe lo berbuat aneh², habis lo ditangan kita" peringat salah satu anak buah Alex.


"Iya iya gue tau, santai aja, gue nggak akan berbuat Aneh. Gue kesini cuman ingin ketemu sama bos kalian karna ada hal penting yang harus gue kasih tau sama dia. Suer deh, gue nggak bohong. Gue kesini cuman karna ada keperluan bukan untuk ngajak ribut atau nyari masalah. Kalo kalian nggak percaya gue berani sumpah deh" ucap Anas sambil mengangkat tangannya membentuk peace.


Para anak buah Alex pun lantas langsung kembali duduk.


"Btw, pemimpin kalian sedang ada disini kan?" lanjut Anas bertanya.


"Ada, kebetulan bos hari ini sedang kesini" sahut anak buah Alex yang lainnya.


"Waahh pas banget dong. Kalo gitu gue boleh masuk kan? atau nggak lo panggilin dia sebentar. Bilangin kalo ada yang pengen ketemu sama dia" pinta Anas tersenyum lebar.


"Oke, lo tunggu sebentar disini" ucap salah satu dari mereka lalu berjalan masuk ke dalam.

__ADS_1


.............


"Maaf bos, diluar ada yang ingin ketemu. Katanya ada hal penting yang ingin dia bicarakan sama lo" ucapnya saat dia sampai didalam membuat Alex yang sedang duduk bengong langsung tersadar dari lamunannya.


"Siapa?" tanya Alex dengan dahi berkerut setelah sadar dari lamunan.


"Nggak tau gue"


"Yaudah, suruh dia masuk" perintah Alex dan diiyakan oleh cowok itu.


Tak berselang lama setelah cowok itu keluar pintu markas kembali terbuka membuat Alex dan anak buah yang lainnya langsung menoleh ke arah pintu.


Terlihat disana Anas masuk sambil membawa sebuah laptop ditangannya. Alex yang melihat siapa yang datang seketika langsung mengepalkan tangannya.


"Ngapain lo kesini?" bentak Alex pada Anas sambil menatap tajam.


"Eh tenang bro, sabar dulu. Jangan emosi gitu, gue kesini cuman karna ada yang ingin gue bicarain sama lo" ucap Anas menenangkan.


"Mau bicara apa? gue sibuk, nggak ada waktu. Mendingan lo pulang aja sono" ucap Alex mengusir sambil mendorong tubuh Anas.


"Eh sebentar dulu bro. Lo sabar dulu, jangan langsung marah. Gue tau lo benci sama gue tapi lo harus lihat, ini beneran penting bro" ucap Anas sambil memegang tangan Alex yang berusaha mendorongnya keluar.


"Penting apaan? emang lo mau kasih tau gue hal penting apa?" tanya Alex.


Alex yang menyadari hal itu lantas segera mengajak Anas ke dalam ruangannya.


"Kita bicara didalam" ajak Alex. Anas pun mengangguk.


Mereka berdua lalu berjalan masuk ke dalam ruangan Alex.


..............


Sejenak suasana tampak hening, baik Alex maupun Anas tidak ada yang membuka suara, mereka sama sama diam saling menatap ke arah depan.


"Mau ngomong hal penting apa lo sama gue?" tanya Alex memecah keheningan.


Anas pun menoleh ke arah Alex.


"Lo salah paham sama Abel. Dia tidak seperti apa yang lo pikirkan" jawab Anas.


"Ckk, kalo lo kesini cuman mau bahas itu mending lo pulang aja deh. Gue lagi sibuk" decak sebal Alex seraya berdiri dari duduknya dan hendak melangkah pergi.


"Eh bro, tunggu sebentar. Jangan pergi dulu" cegah Anas menarik tangan Alex dan mendudukannya kembali.

__ADS_1


"Lo itu cuman salah paham bro. Gue sama Abel nggak ada hubungan apa apa, kemarin itu gue hanya sedang bantuin bukain pintu toiletnya yang ke kunci dan bantuin dia ngolesin minyak dileher soalnya leher Abel merah merah" ucap mula mula Anas menjelaskan.


Alex hanya diam tak menanggapi.


"Kalo lo nggak percaya gue ada bukti rekaman cctv yang gue dapetin tadi malam dari pihak mall. Nih lihat nih kalo lo ragu sama ucapan gue" ucap Anas sambil membuka laptop miliknya dan menunjukan sebuah rekaman cctv area toilet yang dipakai Afifah kemarin.


Alex yang semula agak merasa malas kini dia ikut melihat karna merasa penasaran. Alex mengamati setiap durasi demi durasi dengan sangat teliti.


Disana dia dapat melihat jika istinya memanglah sedang dikunci oleh seorang wanita yang amat sangat Alex kenal. Setelah itu, didalam video cctv itu Alex juga dapat melihat jika Anas sedang membantu istrinya keluar.


Kemudian, didalam vudeo itu Alex juga bisa tau bahwa apa yang dia pikirkan selama ini adalah salah. Istrinya tidak berciuman dengan cowok lain atau selingkuh dengan cowok lain melainkan istrinya hanya sedang dibantu oleh Anas mengoleskan minyak.


Melihat hal itu hati Alex langsung merasa bersalah. Dia nampak menyesal karna sudah menuduh istrinya yang tidak tidak tanpa mendengarkan penjelasan terlebih dahulu dan hanya percaya dengan apa yang dia lihat dengan mata kepala dia sendiri.


"Jadi lo berdua... " ucap Alex sengaja menggantungkan kalimatnya seraya menoleh ke arah Anas dengan tatapan tidak percaya setelah melihat bukti rekaman yang dibawa Anas.


"Iya bro, lo hanya salah paham. Gue sama Abel hanya sebatas teman. Lo udah lihat sendirikan disini jika kita tidak ngapa ngapain. Makanya bro lo lain kali jangan emosi dulu, dengarkan penjelasan Abel" ucap Anas.


Seketika Alex langsung berdiri dari duduknya sambil mengepalkan tangan dan menatap tajam.


"Dasar cewek gatel nggak tau diri. Ternyata dibalik semua ini lo adalah dalangnya, lihat aja. Gue akan balas semua perbuatan lo sama istri gue" gumam Alex merasa geram. Dia lalu langsung berjalan keluar ruangan meninggalkan Anas sendiri.


"Eh bro, lo mau kemana? tungguin gue" teriak Anas namun tak ditanggapi oleh Alex.


Dia terus berjalan keluar dengan langkah terburu membuat sebagian anak buah yang melihatnya nampak mengerutkan kening.


*Bener bener cewek licik. Awas aja jika gara gara dia hubungan gue sama Afifah jadi rusak. Gue akan buat dia menderita* batin Alex dengan amarah didalam tubuhnya.


*Oh ya tuhan, semoga aja Afifah mau maafin gue setelah ini. Gue bener bener nyesel karna udah berlaku kasar sama dia, apalagi semalam gue sempat ingin menyentuh dia secara paksa dan sempat menyebutnya seorang ja1ang. Padahal besok lusa udah mulai ujian.


Astaga apa yang udah gue lakuin. Pasti sekarang ini Afifah sangat sakit hati sama gue. Tadi pagi aja matanya sampai berkaca kaca dan malam hari kemarin dia juga sempat nangis didepan gue.


Ya tuhan semoga aja depresi Afifah tidak makin parah dan semoga aja dia tidak trauma sehingga dia bisa ikut ujian tanpa ada beban dipikirannya* batin Alex sambil terus berjalan keluar markas.


_________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak


Like, komen, vote gitu.


Kalo banyak yang komen dan like akunya juga makin semangat buat up bab selanjutnya. Jadi jika ingin author sering up maka kalian juga harus sering tinggalkan jejak.


So jangan pelit pelit buat like komen dan votenya.

__ADS_1


See you next episode...


__ADS_2