WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 301 : Meninggal


__ADS_3

Alex yang melihat mertua dan orangtuanya yang tampak bahagia dengan kelahiran anaknya lantas ikut tersenyum senang. Tapi saat menoleh dirinya tak sengaja melihat ke arah dokter yang tengah melirik ke arah dirinya seperti ingin menyampaikan sesuatu.


"Kenapa dok? aku lihat sepertinya dokter ingin bicara sesuatu?" tanya Alex menatap penasaran.


"Em itu tuan em" dokter itu nampak ragu untuk mengeluarkan apa yang akan ia katakan membuat Alex menjadi semakin penasaran.


"Itu apa, kenapa dokter kelihatan gugup?"


"Anu itu em"


"Iya kenapa?"


*Bagaimana ini caranya aku mengatakan ini pada mereka semua. Melihat wajah bahagia mereka rasanya aku tidak tega tapi jika tidak dibicarakan yang ada nanti malah akan menjadi masalah besar* batin gelisah dokter itu.


"Oh ya gimana keadaan istriku dok? dia baik-baik aja kan, apa dia sudah sadar dari obat biusnya?" lanjut Alex bertanya seketika membuat dokter itu menelan kasar ludahnya.


*Ya Tuhan aku harus gimana* batinnya kebingungan.


"Dok, kok diam aja. Gimana keadaan istriku?" tanya Alex lagi. Dokter itu nampak menghirup nafas panjang sebelum dia mulai bicara.


"Sebenarnya ini yang mau saya katakan sejak tadi"


"Maksudnya?" tanya Alex bingung.


"Maaf tuan, dengan berat hati saya mau katakan jika istri anda tidak selamat. Akibat benturan hebat di kepalanya istri anda mengalami pendarahan sehingga nyawanya tidak tertolong beruntung tadi kita cepat segera melakukan operasi jadi bayi anda selamat" jawab dokter itu menunduk.


Jedar


Bagai disambar petir Alex yang mendengar itu langsung terkejut setengah mati.


" Apa me-meninggal?" ucap Alex terbata.


"Iya tuan, maafkan saya karena tidak bisa menolong istri anda"


"Nggak ini pasti bohong, dokter hanya becandakan" bantah Alex menggeleng tak percaya.


"Tidak tuan ini beneran, nona Afifah sudah meninggal" jawab dokter itu.

__ADS_1


Brak


"Tutup mulutmu! sekali lagi bicara sembarangan gue hajar ya lo, istri gue baik-baik aja. Dia masih hidup" bentak Alex dengan nafas memburu lantas membuat semua orang mengalihkan pandangan.


"Ada apa ini? Alex kamu kenapa ha, kenapa kamu nampak kesal seperti itu" tanya Mommy dengan raut wajah bingung.


"Dokter ini udah kurang ajar mom" jawab Alex.


"Kurang ajar bagaimana?" tanya bingung Daddy.


"Maaf tuan, saya hanya mengatakan apa yang terjadi saja. Saya sama sekali tidak bermaksud apapun jadi jika ada salah saya minta maaf" sela dokter itu menunduk.


"Memang dokter bilang apa?" tanya Papa ikut penasaran.


"Maaf tuan nyonya, dengan hati yang amat sangat dalam saya hanya mau menyampaikan jika putri anda alias nona Afifah tidak bisa diselamatkan"


Duarr


Tak jauh beda dengan Alex, mereka semua pun juga ikut terkejut mendengarnya bahkan saking terkejutnya Mama seketika langsung ambruk dan terduduk lemas di lantai.


"Astaghfirullahalazim mama" pekik Papa dengan sigap menahan badan istrinya.


"Mama nggak papa hm?"


"Pa, ini semua nggak benar kan. Afifah masih hidupkan, dia nggak mungkin ninggalin kita kan" ujar Mama dengan wajah memelas.


"Tenang dulu tante tenang"


"Tapi ini semua nggak benarkan, putriku di-dia dia baik-baik aja kan? Za, katakan sama tante jika semua ini tidak benar" seru Mama lagi.


"Tante yang sabar, aku tau tante orang kuat jadi jangan nangis" balas Reza dengan mata berkaca-kaca, dirinya juga merasa syok mendengar wanita pujaannya tiada.


"Bicara apa kamu ini, putriku baik-baik aja. Kenapa kamu malah ikut mengatakan hal itu padaku!" bentak Mama menatap tajam.


"Mama jangan begini"


"Iya tante, aku mohon tenanglah" ucap Reza.

__ADS_1


"Dok, dokter jangan bicara omong kosong ya, kami bisa menuntut dokter jika bicara hal yang tidak-tidak" teriak Mommy yang juga merasa terkejut.


"Maaf tapi semua ini bukanlah omong kosong, nona Afifah memang sudah meninggal. Dia meninggal karena mengalami banyak pendarahan di kepala akibat benturan keras sehingga menyebabkan nyawanya tidak bisa diselamatkan. Beruntung tadi kalian cepat membawanya kesini jadi bayinya selamat, jika kalian tidak percaya kalian bisa melihatnya sendiri" ucap dokter itu.


Tanpa basa-basi Alex pun lantas langsung berjalan menghampiri Afifah disusul mereka semua dibelakang. Dan deg! benar saja, setelah sampai di sana mereka semua bisa melihat jika gadis blasteran Indo Belanda itu memang sudah meninggal.


"Benarkan apa yang saya katakan jika nona Afifah memang sudah meninggal" ucap dokter itu membuat semua orang menggeleng tak percaya.


"Nggak, gue tetap nggak percaya. Istri gue masih hidup dia nggak mungkin meninggal" seru Alex yang masih tetap membantah.


"Pai bangun pai, ayo bangun. Bukalah matamu, ini gue" ucapnya memegang erat tangan istrinya yang masih terdapat beberapa selang infus.


"Pai ayo bangun, buktikan pada semua orang jika lo baik-baik aja" seru Alex namun Afifah hanya diam, dia sama sekali tidak menunjukan pergerakan apapun.


"Sayang bangun"


"Lex, sadarlah Afifah sudah meninggal. Istri kamu sudah tiada" ucap Aries dengan mata memerah.


"Diamlah Dad, istriku tidak meninggal. Dia masih hidup, daddy jangan bicara sembarangan" teriak Alex dengan rahang mengeras.


"Pai bangun, gue tau ini cuman prank iyakan. Lo nggak mungkin meninggalkan?"


"Pai kamu tau, bayi kita udah lahir sayang. Baby twins kita udah ada dunia, maafin gue ya selama ini gue udah jahat sama lo. Gue tau gue bukan suami yang baik, disaat lo sedang hamil gue malah nggak ada disisi lo, gue emang brengsek! andai aja malam itu gue nggak kejebak pasti rumah tangga kita nggak akan se berantakan ini. Maafin gue Pai maafin gue hiks.. hiks.. gara-gara gue hidup lo jadi menderita" tangis Alex memeluk erat jemari lentik istrinya.


"Tapi lo tenang aja gue berjanji bakal perbaiki semuanya, ya sayang. Tapi gue mohon bangunlah, pai ayo bangun hiks.. hiks.." tangisnya lagi namun Afifah tetap tidak bergerak.


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya


See you next episode🤗


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2