
{ Masih Flasback ya😊 }
Setelah jam pelajaran selesai, Justin dan Afifah berjalan keluar kelas sambil bergandengan tangan.
"Abang" panggil Afifah saat melihat kakaknya menunggu didepan gerbang.
"Vita, gimana sekolahnya? seneng atau nggak? " tanya Fian sambil jongkok dan mencium kening adiknya.
"Sangat menyenangkan bang karna hari ini Vita dapat sahabat. Kenalin bang, dia Jeje sahabat Vita" ucap Afifah memperkenalkan.
"Oh kamu bukannya tetangga sebelah yang baru pindah kemarin lusa ya? " tanya Fian pada Justin.
"Iya, kok abang tau" ucap Justin.
"Ya tau lah, orang rumah kamu letaknya disebelah kanan pas rumah ku. Yaudah yuk, ayo kita pulang, nanti keburu siang" ajak Fian dan dijawab anggikan kepala Afifah dan Justin.
Mereka bertiga langsung pergi bersama. Setelah sampai dirumah, Afifah mengajak justin untuk mampir.
"Mama Papa" panggil Fian dan Afifah saat sampai di depan pintu.
"Eh anak Mama, baru pulang ya" tanya Mama Afifah sambil berjalan menghampiri.
"Iya Ma, Fian laper Ma"
"Kalo laper buruan kamu ganti baju terus turun ke meja makan, disana ada Papa yang sedang menunggu kalian" ucap Mama Afifah.
"Baik Ma, Fian ke kamar dulu. Mau ganti baju" pamit Fian lalu berlari menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya.
"Kamu nggak mau ganti baju dulu Vit? "
"Nggak Ma, Vita mau langsung makan aja. Oh ya Ma, Vita punya sahabat baru loh Ma, nih kenalin namanya Justin Ma. Dia orang pertama yang ngajak Vita jadi sahabatnya loh Ma, baik kan" ucap girang Afifah memberitahu.
"Hai tante, aku Justin, sahabatnya Vita. Rumah ku ada disebelah kanan pas rumah tante, aku baru pindah ke kota ini kemarin lusa" ucap Justin.
"Iyakah, wah kebetulan dong jadi Vita ada temannya" ucap Mama Afifah.
"Yaudah yuk masuk, Justin kamu ikut makan disini juga ya, makan bareng sama Vita" ajak Mama Afifah.
__ADS_1
"Iya tan, ayo Vit" ucap Justin sambil menarik tangan Afifah masuk ke dalam.
Sampai didalam mereka semua duduk dikursi masing-masing setelah itu mereka makan siang bersama.
"Justin, kamu disini tinggal sama siapa?" tanya Papa Afifah.
"Tinggal sama Papa dan bibi pembantu om" jawab Justin.
"Kok cuman sama mereka, Mama kamu kemana? " tanya Papa Afifah.
"Mama nggak ada om. Dari kecil Justin tinggalnya sama Papa aja dan sejak pindah kesini Papa cari pembantu buat urus Justin, karna Papa mau kerja" jawab Justin apa adanya.
"Loh, memang Mama kamu kemana? " tanya Mama Afifah.
"Kata Papa, Mama Justin itu jahat, dia udah ninggalin Justin dari kecil saat baru lahir. Papa juga bilang kalo Mama ninggalin aku sama Papa karna waktu itu Papa sedang tidak punya uang dan Mama nikah lagi sama orang kaya, terus Papa juga bilang kalo misalnya nanti Mama datang, Justin nggak boleh ikut sama Mama karna Mama itu jahat. Dia udah bikin Papa nangis, dia udah nelantarin Justin, dia juga penyebab Justin sering dibully disekolah karna nggak punya Mama. Pokoknya Justin benci sama Mama, Justin nggak mau ketemu Mama biar Papa nggak nangis lagi karna takut aku diambil Mama" jawab Justin polos membuat Mama Papa dan Fian terkejut sekaligus merasa kasihan.
"Anak Broken home Ma Pa" bisik Fian pada kedua orang tuanya.
"Iya, pantes aja Papa selalu lihat dia Nglamun di balkon kamar saat malam. Udah dua kali Papa lihat" bisik Papa Afifah.
"Abang, Broken home itu Apa? " tanya Afifah.
"Kamu yang sabar ya sayang, kalo kamu pengen rasain gimana rasanya punya Mama. Kamu bisa anggap tante sebagai Mama kamu" ucap iba Mama Afifah sambil memeluk Justin.
*Ya tuhan, kasian sekali anak ini. Masih kecil harus menerima cobaan besar seperti ini. Dia kuat banget, padahal umur dia baru 4 tahun sama seperti Vita tapi dia harus mengalamin semua ini.
Aku jadi heran, kok ada gitu seorang ibu yang tega meninggalkan anak dan keluarganya hanya demi uang. Apa dia tak pernah memikirkan akibat perbuatan dia yang akan berujung pada mental anaknya karna sering dibully* batin Mama Afifah sambil terus memeluk Justin.
Sejak saat itu hubungan persahabatan antara Justin dan Afifah semakin lengket. Mereka bahkan setiap harinya selalu bermain bersama dan mereka sering tidur bersama dirumah Afifah dan mereka juga mandi bersama, intinya kemana pun mereka pergi mereka selau bersama sama. Kini mereka berdua sudah sekolah disekolah dasar kelas 2, jika dihitung Bararti hubungan persahabatan mereka sudah menginjak 4 tahun. Sekarang mereka berdua sedang jalan kaki pulang sekolah.
"Vita" panggil Justin.
"Iya, ada apa Je? " sahut Afifah.
"Vita mau nggak kalo nanti kita udah besar kita berdua menikah"
"Menikah? menikah itu apa Je? "
__ADS_1
"Menikah itu kita jadi pasangan suami istri seperti Mama sama Papa kamu. Nanti kita bisa terus hidup berdua selamanya tanpa ada yang bisa memisahkan"
"Iya, Vita mau nikah sama Jeje"
Mereka berdua pun melanjutkan kan perjalanannya sampai mereka berpisah saat sampai didepan gerbang rumah mereka.
Afifah nampak bingung ketika melihat sebuah mobil terparkir didepan rumahnya. Namun ia tak mau ambil pusing lalu masuk kedalam rumah melalui pintu samping. Setelah itu dia pergi ke dalam kamarnya dan berganti baju lalu dia turun ke bawah.
"Vita, kamu kapan pulang" tanya Fian melihat Afifah menuruni tangga.
"Barusan bang, tadi aku sama Jeje jalan-jalan dulu makanya pulangnya agak kesiangan dikit" jawab Afifah sambil memeluk abangnya.
"Lain kali jangan begitu, kalo pulang harus langsung pulang. Jangan mampir mampir, kamu masih kecil Vita, nanti kalo ada orang jahat gimana? " nasehat Fian sambil mencium kening Afifah.
"Iya bang, lain kali Vita nggak akan ulangin lagi deh.
"Vita, apa apaan ini. Kenapa kamu pakai baju cowok" ucap Fian.
"Emang kenapa bang, baju nya bagus kok"
"Nggak boleh, kamu nggak boleh pake baju cowok dan kamu juga nggak boleh pake celana"
"Kok gitu sih bang, kenapa Vita nggak boleh"
"Karna kamu itu cewek Vita, baju kamu itu sejenia dress dan rok bukan malah celana sama kaos. Abang nggak suka ya lihat Vita pake baju beginian, Abang nggak suka Vita jadi tomboy"
"Tapi kan bang, sejak kecil Vita nggak pernah pake celana sama kaos dan hari ini Vita untuk pertama kalinya baru memakai. Vita rasa ini bagus kok, Vita suka pakainya"
"Vita, jangan membantah omongan Abang dong, kamu itu adik cewek kesayangan abang satu-satunya, abang nggak mau kamu berpenampilan seperti cowok. Itu tomboy namanya Vita, kamu nggak pantes makenya. Kamu tuh lebih cocok dan pantes pake rok dan dress, aura kecantikan kamu semakin terlihat kalo kamu feminim. Kamu dengerkan omongan Abang"
"Iya bang, lain kali Vita nggak akan memakai celana sama kaos lagi kok"
"Nah, itu baru adik abang. Kalo dikasih tau iti nurut" ucap Fian tersenyum.
______________________________________
Jangan lupa tinggakan jejak man teman🤗
__ADS_1
Like komen gitu, jangan cuman baca doang.
See you next episode😘.