
Alex yang pada saat itu hendak masuk ke dalam mobil menjadi dia urungkan karna mendengar suara teriakan yang memanggil namanya.
"Alex, lo Alex kan " ucap orang itu ketika sudah berada didepan Alex.
"Reza, kenapa lo ada disini" ucap Alex ketika melihat bahwa orang yang memanggilnya tadi adalah Reza.
"Lah gue kan tinggal diapartemen ini, Harusnya gue yang tanya sama lo. Ngapain lo kesini? terus juga tadi lo sama orang tadi ngapain? kok kayak serius gitu?" tanya kepo Reza.
"Bukan urusan lo" jawab singkat Alex.
Reza ingin menyahuti tapi tidak jadi karna ponselnya tiba-tiba terjatuh.
Tak
Suara ponsel Reza yang terjatuh ke bawah tepat disamping kaki Alex membuat perhatian Alex teralihkan, lantas dia pun melihat kebawah lalu mengambil ponsel itu dan seketika keningnya langsung berkerut ketika melihat wallpaper layar ponsel Reza yang menampilkan foto Afifah yang sedang naik diatas patung kuda bersama Reza.
Alex pun langsung menatap tajam Reza.
"Reza, Apa apaan ini? maksut lo apa pasang wallpaper kayak gini haa? lo mau nikung gue atau lo mau rebut dia dari gue? " ucap Alex kesal.
"Eh aduh... jangan salah paham dulu. Itu cuman wallpaper doang, gue nggak ada maksut apapun. Sumpah deh, gue nggak ada niatan buat rebut Afifah dari elo" ucap Reza panik karna tak mau Alex salah paham padanya yang nanti akan berujung pada persahabatan dirinya dan Afifah.
"Alah jangan bohong deh lo, gue tau lo pasti punya niat burukan sama gue. Lo pasti mau rebut dia kan dari gue, udah deh ngaku aja" ucap Alex.
__ADS_1
"Enggak Lex, beneran deh. Gue nggak ada niatan apapun, itu cuman sekedar wallpaper doang" jawab Reza yang masih sedikit panik.
"Lo jangan macem-macem ya sama gue. Afifah itu istri gue, dia milik gue jadi lo jangan pernah sentuh ataupun berniat menikung gue karna gue nggak akan segan-segan menghajar dan memghancurkan orang yang berani atau berniat merusak rumah tangga gue sekalipun itu sahabat istri gue sendiri" ucap Alex sambil mencengkram erat baju Reza membuat Reza sedikit susah bernafas.
"Uhuk.. uhuk.. i-iya, gue tau kok. Lo te-tenang aja, gue nggak akan nglakuin hal itu. Justru gue akan menjadi orang pertama kalo misal ada yang berniat memisahkan lo berdua. Uhukk.. uhuk.. sekarang lo bisa lepasin gue kan" ucap Reza terbatuk batuk.
Alex pun langsung melepaskannya.
"Kalo gitu gue pergi dulu ya, Soalnya kasian Justin sendirian nggak ada temennya" ucap Reza tanpa sadar menyebut nama Justin membuat Alex yang hendak masuk mobil kembali berbalik.
"Apa kata lo, Justin? dia tinggal disini juga?" tanya Alex melototkan matanya.
Seketika Reza langsung tersadar jika dia keceplosan.
"Hah, Justin, enggak kok. Dia nggak tinggal disini" jawab cepat Reza dengan sedikit gugup.
Namun Reza hanya diam, dia bingung ingin menjawab apa karna disisi lain dia tak mau temanya celaka dan disisi lain dia juga tak mau berbohong pada Alex dan membuatnya salah paham yang nantinya akan menyebabkan hubungan persahabatan antara Afifah dan dirinya renggang.
"Reza, jawab gue! dimana letak lantai apartemen Justin" tanya Alex sedikit membentak.
Namun Reza masih tetap diam sehingga membuat Alex semakin kesal.
"Baiklah kalo gitu, kalo lo nggak mau kasih gue jangan salahkan gue kalo hubungan persahabatan lo sama Afifah hancur" ancam Alex membuat Reza langsung mendongakan wajahnya.
__ADS_1
"Jangan jangan.. oke oke gue akan kasih tau dimana letak lantai apartemen Justin, tapi jangan rusak hubungan gue sama Afifah karna gue hanya punya dia, cuman dia temen dan sahabat cewe gue" ucap. Reza cepat membuat Alex langsung tersenyum miring karna ancamannya berhasil.
"Justin tinggal dilantai 10 tepat disamping apartemen gue" jawab Reza dengan nafas agak sesak akibat kerasnya cengkraman Alex.
Tanpa berkata Alex langsung melepas cengrakaman dibaju Reza secara kasar membuat Reza sedikit terpental. Dengan langkah sedikit tergesa gesa Alex berjalan masuk ke gedung apartemen karna dia ingin mendatangi Justin guna membuat perhitungan.
Reza yang semula sempat terduduk dilantai langsung bergegas bangun dan mengejar Alex.
"Duh Astaga.. ini gimana? kayaknya akan terjadi baku hantam nih. Mana Justin masih sakit lagi kan lukanya belum pada sembuh. Semoga aja nggak akan terjadi apa-apa" gumam Reza yang mengikuti Alex dari belakang.
*Biarpun nggak ada bukti bukan berarti lo bisa bebas karna gue akan biarin lo hidup tenang setelah apa yang udah lo lakuin sama istri gue. Hahahaha.. Justin Justin, gue akan pastiin lo akan menderita sama seperti yang dialami Afifah selama ini* batin Alex tertawa mengerikan sambil terus berjalan menuju apartemen Justin.
_______________________________________
Sambil nunggu novel ini up, kalian bisa baca novel aku yang satunya. Kali aja cocok😁.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya🤗
LIKE KOMEN gitu😍 Sebagai dukungan kalian pada Author, biar akunya juga makin semangat untuk up bab selanjutnya 💙
jangan cuma baca doang, tinggalkan jejak juga
__ADS_1
okee.. 😉
See you next episode😘