WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 232 : Kelulusan


__ADS_3

Sebulan kemudian..


Setelah mengucap janji malam itu baik Alex maupun Afifah sama-sama saling menjaga hubungan satu sama lain. Sebisa mungkin mereka berusaha untuk tidak bertengkar meskipun berulang kali badai dan kerikil selalu mengggaggu kehidupan mereka. Tapi mereka berdua tetap saling percaya dan menjaga hubungan mereka.


Afifah benar benar menepati janjinya, dia sama sekali tak lagi merespon Justin. Berulang kali Justin terus memdekati dirinya namun Afifah tak menanggapi, dia justru malah semakin benci.


Sama halnya dengan Alex, dia juga sesekali memghindari Nela yang setiap harinya selalu menghampiri dirinya. Alex juga selalu menolak barang pemberian Nela. Intinya mereka berdua sama-sama menjaga komitmen.


Sekarang sudah waktunya tiba hari kelulusan setelah beberapa kali mengikuti ujian. Hari ini adalah hari perpisahan Sma hijau, hari dimana tidak ada orang yang menyukainya. Selama kurang lebih tiga tahun bersama melewati banyak suka dan duka kini mereka harus siap untuk berpisah. Tak sedikit air mata yang keluar dari mata para murid kelas XII baik cowok maupun cewek saat merasakan kebahagiaan dan kesedihan sekaligus.


Bahagia karna mereka bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan sedih karna mereka sudah tidak dapat lagi kumpul bersama setiap hari dengan teman-temannya. Semua orang tau, setiap pertemuan pasti ada perpisahan, itu mengapa mereka harus siap ikhlas dan menerima.


Kata orang, masa putih abu adalah masa yang paling berkesan. Dimana disana kita bisa bertemu dengan banyak teman, becanda dan tertawa bebas, dan juga memiliki sahabat bahkan pasangan sekaligus. Dan nyatanya memanglah benar, sepanjang hidup masa putih abu abu lah yang menjadi masa paling di kenang banyak orang sebab disanalah kita bisa menciptakan sebuah momen kenangan yang amat sangat indah bersama teman dan juga di masa putih abu abu lah kita bisa mengetahui siapa jati diri kita dan siapa kita sebenarnya.


Kini semua anak kelas XII tengah berkumpul dilapangan untuk merayakan kelulusan. Suara alunan musik yang terdengar sangat merdu mengiringi suasana haru dan bahagia di halaman sekolah tersebut.


"Huwaa emak akhirnya kita lulus juga" teriak heboh anak kelas XII-3.


"Iya, huhuhu.. nggak nyangka banget kita bakalan pisah secepat ini" sahut Santi berucap sendu.


"Hmm bener banget, nggak kerasa ya udah tiga tahun aja. Padahal perasaan baru kemarin kita semua ketemu eh tau² udah mau pisah" timpal Agung ikut berkumpul semua temannya.


"Guys, jangan lupain gue ya. Meski nanti kita udah nggak bareng lagi tapi kalian jangan pernah lupain gue" ucap Sista sedih.


"Iya, jangan lupain gue juga ya. Pokoknya apapun yang terjadi kita semua jangan sampai ada yang pisah, sampai kapan pun kita harus tetap satu meski sekarang udah nggak bisa bareng kayak dulu lagi" tambah Angga ikut sedih.


"Hmmm anak kelas XII-3 akan tetap jadi anak kelas XII-3, nggak boleh ada yang keluar karna kita keluarga. Pokoknya nanti setelah perpisahan ini kita harus tetap jaga komunikasi biar nggak putus hubungan, kan nggak lucu kalo kita los kontak hanya karna udah lulus" ucap Santi menatap satu persatu teman sekelasnya.


"Maafin gue ya guys, barang kali selama ini gue punya salah sama kalian. Baik di sengaja atau enggak, semua yang gue perbuat dan gue ucapkan itu diluar kendali gue jadi mohon maklum kalo kadang suka kelewatan. Apalagi gue ini ketua kelas, kalian tau kan tugas gue seperti apa jadi gue beneran minta maaf jika gue pernah bikin lo pada sakit hati" ucap Mike meminta maaf.


"Iya kita semua ngerti kok, maklum ajalah namanya juga anak sekolah. Remaja seusia kita gini wajar kalo kadang suka kelewatan, namanya manusia pasti punya salah" jawab Agung menimpali.


"Yha, gue juga paham. Malahan gue mau berterima kasih banget sama lo Rut, berkat lo kelas kita selalu kompak. Mungkin kalo ketua kelasnya bukan elo kelas kita nggak bakal seasik gini. Salut banget gue sama jiwa kepemimpinan lo, ya meskipun kadang lo juga bandel, usil dan bobrok kayak yang lain tapi lo masih bisa bersikap tegas dan bertanggung jawab sama tugas lo" ucap Diki menepuk nepuk pundak Mike.


"Ho'oh bener banget, cuman di kelas XII-3 doang gue bisa rasain apa itu arti kekeluargaan yang sebenarnya. Sebab disana tidak ada yang namanya bully, semua anak disamaratakan jadi baik anak yang pendiam, culun, barbar, bobrok semua pada saling menghargai. Nggak ada yang pernah berantem atau saling banding, semua anak pada friendly. Pokoknya asik banget sumpah. Kalo di sekolah gue Diki dan Alex yang lama mah boro² mau kompak. Saling menghargai aja kagak, mereka semua pada milih-milih kalo mau berteman" sahut Aska ikut menepuk bahu temannya.


Mike tersenyum, dia merasa senang mendapat kalimat pujian tersebut. Emang kelihatan sederhana namun bagi Mike itu sangat berharga sebab itu merupakan sebagian ungkapan peduli dari mereka untuk kerja kerasnya selama ini.


"Thank ya guys, gue begini juga atas dukungan dan kerjasama lo pada, kalo kalian nggak mau kompak kelas kita nggak bakal kayak gini" ucap Mike senang.

__ADS_1


Mereka semua terus saling bicara satu sama lain menyampaikan kata maaf demi maaf. Suasana yang seharusnya bahagia mendadak menjadi haru.


Afifah yang berada di tengah mereka lansung segera mengalihkan pembicaraan, ia tak mau jika nanti mereka terus mengucap sendu maka akan semakin sulit bagi mereka untuk berpisah mengingat terlalu banyaknya kenangan manis di antara mereka semua.


"Udah udah, jangan pada mellow gitu napa. Ini hari kelulusan harusnya kita seneng-seneng bukan malah sedih begini" lerai Afifah mencoba memcairkan suasana.


"Iya, lebih baik kita senang senang, hari kelulusan seharusnya menjadi hari bahagia karna perjuangan kita selama tiga tahun ini sudah berakhir bukan malah sedih" timpal Iza menyahut.


"Nah iya tuh bener banget. Dari pada sedih melow melow begini mending kita rayain aja kebahagiaan ini" seru girang Aska yang langsung melepas jas almamater miliknya.


"Yang, sini sini tanda tangan sini. Aku udah siapin tempat ini buat kamu" lanjut Aska menunjuk seragam miliknya tepatnya di dada. Iza tersenyum, ia kemudian mengeluarkan spidol dari dalam sakunya dan mencoret dada Aska dengan tanda tangannya.


"Nah, sekarang giliran ayang. Sini, aku juga udah siapin tempat buat ayang" ucap Iza memberikan spidol ke arah Aska dan diterimanya. Aska lalu berganti mencoret dada iza dengan tanda tangannya.


"Widih, si bucin mulai duluan nih. Yaudah yuk Mil, kita juga mulai aja, mana? " ucap Diki pada Mila sambil mengatongkan tangannya ke depan.


"Mana apanya?" tanya Mila bingung.


"Ya spidol nya lah, gue juga mau tanda tangan" jawab Diki. Mila mengangguk lalu memberikan spidol miliknya pada Diki.


"Awas, spidol mahal itu, perbuahnya dua puluh ribu. Hati hati kalo make, ilang gue gampar lo" peringat Mila menatap sinis.


"Berapa emang harganya?"


"Sepuluh ribu dapat lima, punya lo ini kemahalan"


"Alah paling juga kaleng-kaleng barangnya. Beda harga beda kualitas, mungkin yang lo maksud itu spidol murahan makaya murah. Lah kalo punya gue ini spidol sultan makany mahal"


"Cielah sultan apaan, sultan cicak" ledek Diki pada Mila. Ia kemudian melepas jas almamater miliknya.


"Nih, lo tanda tangan disini" perintah Diki melempar spidol ke arah Mila dan menunjuk seragam miliknya.


"Eee dasar cowok kadal ya lo, terus gunanya lo minta spidol ke gue untuk apa kalo ujung-ujungnya lo lempar lagi ke gue" cebik Mila menangkap spidol tersebut.


"Nggak papa, cuman iseng doang" jawab santai Diki.


"Dih, aneh. Kurang kerjaan banget" balas Mila.


"Udahlah cepetan napa. Banyak bacot bener, tinggal coret juga" ucap Diki lagi.

__ADS_1


"Iya iya, ini juga mau gue coret" ucap Mila.


"Mau gue coretin dimana ini?" tanya nya.


"Di pantat" jawab asal Diki.


Plak


Seketika Mila langsung memukul keras lengan Diki.


"Semprul! lama-lama ngeselin juga ni bocah. Woy! lo yang bener aja, ya kali gue Mila gadis cantik jelita disuruh tanda tangan di pantat. Lo kira gue apaan" seru kesal Mila.


"Hahahahaa.. "Diki tertawa.


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya


See you next episode🤗


Bersambung...


-


-


Sama satu lagi, yuk baca novel baru dengan judul


"Kekuatan hati Wanita" dari Author Rifa_Fizka



Jangan lupa ya, dari Author Rifa_Fizka, dijamin bagus deh novelnya.


Dan jangan lupa kalo baca tinggalkan jejak disana okeyy🥰😘

__ADS_1


__ADS_2