
Sejenak Alex terdiam menatap dalam wajah mungil baby twins sebelum akhirnya Alex mulai melantunkan adzan di telinga mereka.
"Maafin papi sayang, papi memang orang tidak berguna. Selama kalian didalam kandungan papi lah orang terakhir yang mengetahui kehamilan mami, harusnya disaat itu papi selalu ada di samping kalian tapi nyatanya malah sebaliknya.
Maafin papi ya sayang maafin papi, papi sangatlah menyesal, andai saja papi tau mungkin sekarang ini nasib kalian tidak akan begini" bisik Alex di telinga kedua bayinya dengan mata berair, sungguh hatinya merasa tersayat setiap kali melihat wajah polos bayi mungilnya.
Dia merasa berdosa pada keluarganya sebab gagal menjadi suami sekaligus ayah yang baik untuk mereka. Mommy yang melihat putranya bersedih lalu berjalan menghampiri.
"Lex, sudahlah jangan merasa sedih begini. Mommy tau kau menyesal dan merasa kecewa tapi jangan terus menyalahkan dirimu" ucap Mommy mengelus lembut pundak putranya.
"Bagaimana aku bisa tenang mom, lihatlah wajah kedua putraku, aku tidak tega melihatnya. Setiap kali aku menatap aku selalu terbayang akan masa lalu, ini semua memang salahku jika saja malam itu tidak terjebak mungkin saja kehidupan keluargaku tidak akan seberantakan ini.
Nggak bisa aku bayangkan betapa susahnya dulu Afifah waktu hamil anak kami, pasti dia merasa sangat terpukul dengan semua ini. Aku kasian sama istriku mom, selama ini dia berjuang sendiri membesarkan anak kami tanpa adanya sosok disampingnya. Aku memang suami yang tidak berguna dan aku juga ayah yang tidak baik untuk mereka"
"Hust jangan bicara seperti itu, kamu itu suami yang berguna dan kamu juga ayah yang baik jadi jangan sekali-kali kamu menyalahkan dirimu" sahut Mama yang tiba-tiba berjalan dan memegang pundak menantunya membuat Alex berkedip tak percaya.
"Mama... "
"Iya mama percaya sama kamu, kamu tidak akan melakukan hal sebejat itu, ya walaupun awalnya mama sempat marah tapi melihat usaha kamu dan tingkah kamu selama ini mama rasa itu bukanlah salah kamu. Mungkin saja ada orang yang iri dengan hubungan kalian sehingga tega menghancurkan pernikahan kalian" sela Mama tersenyum.
"Itu artinya mama maafin aku?" cebik Alex dan Mama mengangguk.
__ADS_1
"Hm makanya itu kenapa selama ini setiap kali Papa, Justin, Reza, dan Afifah hendak mengajukan surat cerai mama selalu mencegahnya karena mama yakin kalo kamu tidak bersalah. Tapi mama minta kamu jangan kasih tau hal ini sama mereka, mama takut nanti mereka malah akan semakin membencimu. Tunggulah sampai saat yang tepat dan kamu memiliki bukti yang kuat jika kamu tidaklah bersalah" ucap Mama dengan nada pelan.
Alex pun seketika tersenyum haru, ia sangat bersyukur mendapatkan mertua yang sangat pengertian seperti Reta. Disaat semua orang memojokkan dan menyalahkan dirinya hanya mama mertuanya lah yang percaya padanya selain orangtuanya.
"Terimakasih ma terimakasih aku senang mama masih percaya padaku, sungguh aku tak menyangka jika masih ada orang yang membelaku"
"Iya sama-sama, sekarang berikan baby twins itu padaku. Mama juga sangat ingin menggendongnya" pinta Mama dengan mata berbinar.
"Mommy juga mau gendong sayang" sahut Mommy tak mau kalah.
Alex mengangguk, dengan hati-hati dia mulai memberikan satu persatu anaknya pada mereka berdua.
Sedangkan bayi pertama lebih mirip dengan Alex, sama-sama bermanik mata hitam tajam dan berambut hitam. Kesamaan dari keduanya terletak pada hidung dan bibir yaitu sama-sama tipis bergelombang dan mancung.
"Daddy coba kesini dan lihatlah cucuku kita sangat tampan, wajahnya sangat mirip sekali dengan Alex" seru Mommy tersenyum heboh.
"Masa sih mom coba daddy lihat. Eh iya mirip, duh kalo begini daddy jadi ingat waktu dulu Alex dan Juan lahir, saat kecil dulu kan mereka juga sama seperti ini. Wajah mereka sangat mirip hanya saja tubuh Juan lebih gemuk dibanding dengan Alex" ujar Daddy.
"Hm mommy juga, hah mengingat masa lalu mommy jadi kepikiran dengan Brian dan Juan. Andai aja mereka masih hidup mungkin sekarang mereka juga bahagia melihat ponakan mereka"
"Iya ma, kalo aja tragedi pembunuhan itu tidak terjadi mungkin aja keluarga kita masih lengkap dan juga Alex tidak mengalami trauma dan penderitaan yang selama ini. Tapi sudahlah semuanya juga sudah berlalu, anak kita sudah tenang di sana. Sekarang kita fokus kehidupan kita saat ini" nasehat Daddy dan di balas anggukan kepala oleh Mommy.
__ADS_1
"Subhanallah lihatlah pa, cucu kita sangat tampan sekali" puji Mama berjalan menghampiri suaminya.
"Iya ma, dia sangat tampan. Bahkan wajahnya sangat persis dengan putri kita, huh rasanya masih tidak percaya akhirnya baby twins lahir juga" balas Papa tersenyum haru.
"Om tante boleh aku lihat, aku juga ingin memegang baby twins" ucap Reza sembari berjalan mendekat.
"Wah iya, dia sangat persis dengan Afifah. Kalo yang satunya lebih mirip ke Alex, jadikan pas masing-masing dari mereka ada kemiripan dengan orangtuanya" decak Reza tersenyum senang.
Mereka semua yang ada di sana terus saling bahagia menyambut kehadiran baby twins diantara mereka.
___________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak.
Like komen vote gitu💙
Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya
See you next episode🤗
Bersambung...
__ADS_1