WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 73 : bully afifah


__ADS_3

"Habis ngapain sih! lama banget keluarnya. " tanya Iza saat melihat Aska dan Diki yang baru turun dari tangga dan duduk dimeja makan.


"Nggak ngapa ngapain kok yank. " jawab Aska


"Kok cuman ada lo berdua? si tarzan mana?. " tanya Diki pada Mila dan Iza yang tidak melihat keberadaan Afifah dimeja makan tersebut.


"Ngapain lo nyari gue? ." ucap Afifah yang tiba tiba datang dari arah belakang Diki.


"Tadi suami lo nelpon. " ucap Diki


"Alex Maksut lo?. " tanya Afifah


"Yaiyalah, emang suami lo siapa lagi kalo bukan Alex, kan suami lo cuman satu. " balas Diki


"Kalo suami lo ada banyak, baru tanya siapa yang dimaksut, lah ini Udah jelas suaminya cuman Alex, masih pake nanya lagi. " ucap Diki


"Suka suka gue lah. " balas Afifah.


"Dia nelpon gue kapan? kok lo nggak manggil gue kalo dia telpon?." tanya Afifah sambil mendudukan dirinya dimeja makan.


"Kan lo tadi masak." balas Diki


"Kalo gitu gue pergi ke kamar dulu." ucap Afifah.


"Eh, nggak usah. Tadi udah gue angkat telponnya sama diki juga, dia cuman mau kabarin lo kalo dia udah sampek. " cegah Aska saat melihat Afifah yang akan pergi ke kamarnya.


"Cuman itu aja? nggak bilang apa gitu. " ucap Afifah


"Nggak, dia cuman ngomong gitu doang. " ucap Aska


"Btw, kok lo berdua bisa tau kalo dia nelpon gue? kan ponsel gue ada didalam kamar? apa jangan jangan lo berdua masuk kamar pribadi gue sama Alex ya!!. " curiga Afifah sambil menatap tajam ke arah Diki dan Aska.


"Hehehehe... ya tadi kita berdua emang masuk kedalam kamar pribadi kalian berdua. " ucap Diki sambil cengengesan.


"Apa! Lo berdua masuk ke dalam kamar pribadi kita" pekik Afifah.


"Jangan marah dulu. Tadi kami memang sempet masuk, tapi kami nggak tau kalo sekarang lo sama Alex udah satu kamar. Gue pikir kamar itu hanya kamarnya Alex doang, jadinya kita asal masuk aja, eh nggak tau nya ternyata disana ada barang barang lo juga. " jelas Aska panjang lebar


"Lah! emang selama ini lo sama Alex nggak sekamar?. " tanya Iza


"Setahu gue sih nggak, karna si tarzan yang minta buat pisah kamar dan Alex setuju karna dia males berdebat." jawab Diki


"Emang kenapa Fi? kan lo berdua udah sah, jadi nggak papa dong kalo tidur sekamar?. " tanya Iza lagi


"Iya sih udah sah, tapi gue takut kalo kita tidur seranjang ntar dia apa apain gue gimana?. " ucap Afifah.


"Ya nggak papa lah Fi, diakan suami sah lo, itu artinya dia berhak atas tubuh lo, jangankan tubuh, hati lo aja dia juga berhak kok!! jadi ngapain takut toh jika lo berdua lakuin itu kan udah halal. " ucap Mila menjelaskan.


"Gue belum siap aja, gue takut kalo tiba tiba gue hamil gimana?. " ujar Afifah.


"ya bagus dong, lagian ngapain takut, orang lo hamil juga ada suami lo kok." ucap Aska.


"Bagus Pala lo, Amit Amit deh gue kalo hamil!! ya kali masih sma udah hamil, ntar yang ada bukanya dapet ijazah tapi malah dapat surat pengeluaran siswa dari sekolah." ucap Afifah sambil memukul kepalanya sendiri dan mengelus perutnya sendiri.


"Serah lo deh Fi." pasrah Iza karna jika dia melawan akan tetap kalah kalo udah debat dengan Afifah.


"Tapi itukan dulu kalo sekarang kita berdua udah sekamar, ya walaupun karna gue kena omel sama Mama Papa Daddy Mommy dan akhirnya gue ngalah dan mau tidur sekamar. " ucap Afifah.

__ADS_1


"Lo semua bayangin aja deh, jika lo tiba tiba nikah sama orang yang belum pernah lo temui, jangankan ketemu, kenal aja belom, pasti lo semua bakal kayak gue. " ucap Afifah sambil menunjuk ke arah teman dan sahabatnya itu.


"Iya juga sih, kalo gue jadi lo mungkin juga akan lakuin hal sama, secara kita kan nggak saling kenal terus tiba tiba harus tidur seranjang, pasti perlu adaptasi dulu dan itu nggak mudah, kan nggak mungkin jika kita nggak saling kenal terus langsung tidur seranjang kan rasanya gimana gitu." ucap Iza.


"Eh, tapi lo berdua tadi nggak aneh aneh kan didalam kamar pribadi gue!!." ucap Afifah yang masih curiga.


"Nggak kok, kita berdua tadi cuman duduk disofa aja, main game. " jawab cepat Diki.


"Woii!! ini kapan makanya kalo kalian masih tetap ngobrol!!. " ucap Mila tiba tiba


"Eh, sorry, yaudah kalo gitu ayo makan. " ucap Afifah.


Mereka semua yang ada dimeja makan pun mulai mnegambil makanan lalu memakannya.


setelah makan mereka berlima pergi menuju teras atas dilantai dua sambil meminum teh barsama menikmati indahnya senja dari atas.


"Wahh.. indah banget ya pemandangannya dari teras atas ini. " ucap Iza yang takjub melihat pemandangan didepannya.


"Iya, apalagi kalo liat senja dari sini. " ucap Mila yang juga takjub melihat pemandangan sekitar.


"Bagus kan, ini tu tempat favorit gue sama Alex , biasanya kita berdua sering ngobrol disini saat sore gini." ucap Afifah.


*Kenapa gue jadi kangen banget ya sama tu cowok, padahal baru pagi tadi dia pamit* batin Afifah


"Hayoloo ngalumin apa lo, pake senyum senyum sendiri lagi." ucapan Diki barusan membuat Afifah terkejut.


"Ihh!! ngeselin banget sih lo, gue kaget tau. " keluh Afifah sambil memegangi dadanya yang berdetak kencang karna masih kaget.


"Gue tau!! lo pasti lagi nglamunin suami lo kan. " tebak Aska sambil tersenyum


"Lo rindu kan sama Alex, bilang aja kali nggak usah malu gitu sama kita. " ledek Diki yang juga tersenyum.


"Mana ada, gue cuman kepikiran hal lucu doang kok. " elak Afifah tapi pipinya mendadak memerah bak udang rebus.


"Guys liat pipinya, pake ngeblush lagi." ucap iza


"eh iya, merah banget lagi pipinya, udahlah ngaku aja napa sih fi pake acara ngelak segala. " ledek mila


"gue bilang nggak ya nggak, lagian Siapa yang ngeblush. pipi gue emang kek gini kok biasa aja. " ucap afifah sambil memengangi kedua pipinya.


"yaelah masih ngelak juga lagi, udah jelas jelas pipinya merah kek udang rebus gitu. " ledek aska


"bully aja terus gue kalo perlu dzolimin gue sekalian. " kesal afifah sambil cemberut.


"dih, dia ngambek. " ucap iza


"jangan ngambek dong, entar cepat tua loh!!." ucap diki


"gue yang tua kenapa lo yang sewot." ucap ketus afifah


"fi, jangan marah gitu dong, kita cuman becanda kok. " ucap mila


afifah hanya diam sambil terus cemberut.


Cekrek


aska memfoto afifah yang sedang cemberut dengan kamera ponselnya.

__ADS_1


"gue kirim aja foto ini ke alex. " gumam aska setelah memfoto afifah.


"fi, jangan marah dong, kita semua cuman becanda kok, maafin kita ya. " bujuk iza


"becanda kalian nggak lucu, gue itu nggak sedang mikirin alex tapi gue sedang kebayang hal lucu. " ucap afifah yang masih tetap mengelak, padahal udah jelas jelas dia rindu alex tapi malah nggak ngaku. dasar tupai.


"iya, kita semua percaya kok, sekarang maafin kita ya, pliss.. ya ya ya. " pinta mila dengan muka dibuat sesedih mungkin.


"hmm.. gue maafin kok. " ucap afifah.


mila dan iza pun langsung memeluk tubuh Afifah setelah mendengar ucapan afifah tersebut.


"btw, dirumah segede ini hanya lo dan alex yang tinggal? nggak ada pembantu atau satpam gitu?. " tanya iza pada afifah


"nggak, karna memang dari awal kita berdua sepakat untuk tidak memperkerjakan siapapun, ya supaya hidup mandiri. " jawab Afifah


"terus yang bersih bersih siapa?." tanya mila


"kita berdua lah, bagi tugas, gue yang bagian nyapu lantai atas bawah, bersih halaman depan belakang, bersihin garasi dan kolam, kalo alex hanya bagian masak doang." jawab afifah


"kok gue rada nggak percaya ya sama omongan lo barusan." ucap diki


"gue juga, gue percaya nya malah si alex yang lebih banyak bersih bersihnya dari pada lo, gue paham watak lo fi, lo nggak mungkin mau bersihin sumua itu secara lo kan orangnya males. " ucap mila


*emang iya* batin afifah


"kalo nggak percaya yaudah. " balas afifah


"ni rumah kalian berdua sendiri yang beli?." tanya iza


"nggak, ini hadiah pernikahan gue sama alex dari daddy, kita pindah kesini satu hari setelah nikah. " jawab afifah


"oh. " ucap mereka barengan


"masuk yuk sekalian masak buat makan malam. " ajak mila


lalu mereka pun masuk kedalam rumah kembali setelah mengobrol panjang lebar itu.


.


.


Rumah Pribadi Afifah dan Alex



.


.


jgn lupa tinggalkan jejak ya man


sampai jumpa di episode berikutnya


.


.

__ADS_1


__ADS_2