
Sementara itu, Alex baru saja bangun tidur. Dia pun lantas menengok kanan kiri melihat ke arah teman temannya yang tampak sedang mengerjakan buku.
"Lah, Afifah kemana? kok nggak ada? perasaan tadi dia ada disini. " gumam Alex saat sadar bahwa didalam kelas tidak ada Afifah.
"Dik, Diki. Woyy Dik bangun. " panggil Alex pada Diki yang juga sedang tidur tepat disampingnya.
"Apaan sih lo, ganggu orang tidur aja." sahut Diki dengan mata yang masih terpejam.
"Lo tau nggak dimana Afifah? soalnya dia nggak ada didalam kelas?. " tanya Alex.
"Nggak tau. Orang gue dari tadi tidur sama kayak lo. Coba lo tanya Aska sono, barang kali dia tau. " jawab Diki.
"Ka Aska, Ka Woyy!! Aska. " panggil Alex sambil menendang kursi Aska yang berada didepan bangkunya.
"Apaan? gue lagi ngerjain soal ni." sahut Aska sambil menengok kebelakang.
"Lo tau Afifah dimana nggak? Soalnya dia nggak ada didalam kelas." tanya Alex.
"Tadi sih dia pamit pergi ke toilet tapi sampai sekarang dia belum balik." jawab Aska.
"Udah lama atau barusan?. " tanya Alex lagi.
"Lama. Sekitar sejam lalu. " jawab Aska.
"Hah. Sejam lalu, lama banget dong. " ucap Alex.
"Wah, jangan jangan tu anak bolos lagi. Harus dicari nih. " lanjut Alex lalu dia berdiri dari duduknya dan berjalan kedepan kelas.
"Bu saya izin mau keluar kelas. " pamit Alex pada Bu Rini.
"Mau kemana?. " tanya Bu Rini.
"Cari Afifah." jawab singkat Alex lalu dengan santainya berjalan keluar kelas.
Bu Rini hanya geleng kepala melihat sikap Alex. Karna menurutnya berbicara dengan Alex maupun Afifah itu sama aja, mereka berdua tidak akan mendengarkan. Malahan mereka akan semakin melawan jika dilarang dan mereka akan semakin membantah jika dicegah. Maka dari itu Bu Rini memilih diam.
Alex berjalan menyusuri setiap sudut sekolah, mulai dari kantin, perpustakaan, taman belakang, halaman depan, parkiran dan disetiap kelas dia datangi untuk mencari keberadaan Afifah. Namun dia belum juga mengetahui keberadaannya.
"Alex, lo Alex kan?. " ucap seseorang yang berada disampingnya.
__ADS_1
"Iya, kenapa?. " tanya Alex cuek. karna memang pada dasarnya dia itu orang yang cuek pada siapa saja kecuali pada Keluarga, Sahabat, Teman dan tentunya pada Afifah dia akan berubah menjadi sosok yang lembut.
"Gila makin ganteng dan keren aja lo. Gue sampai pangling tau nggak padahal baru dua bulan kita nggak ketemu, . Btw lo masih ingat gue kan?. " tanya orang itu.
Alex menggeleng karna memang dia tidak ingat.
"Hahaha.. sayang banget ya, padahal gue aja setiap hari selalu ingat sama lo. Tapi nggak papa, oh ya nama gue Nela, lo pasti udah inget kan. " ucap orang itu yang ternyata adalah Nela.
"Oh Nela anak kelas XII - 2 itu. " ucap Alex setelah dia ingat.
"Yups betul sekali." ucap Nela senang karna Alex mengingat dirinya.
"Jangan deket² atau lo bakal tau akibatnya. " peringat Alex saat Nela hendak memegang tangannya.
"Maaf, gue lupa kalo lo punya trauma sama wanita. " ucap Nela meminta maaf.
"Oh ya, lo ngapain disini?. " tanya Nela.
"Lagi cari Afifah. Lo tau dia dimana?. " tanya balik Alex.
"Nggak tau. " jawab Nela.
Alex pun hendak pergi namun tidak jadi karna ada hal yang ingin dia tanyakan pada Nela.
"Gue boleh nanya lagi?. " ucap Alex.
"Boleh, tanya aja sepuaslo. Pasti akan gue jawab." ucap Nela tersenyum.
"Reza ada dimana? Lo tau ngggak?. " tanya Alex yang masih dengan nada cuek.
"Reza, kalo nggak salah dia tadi mau pergi ke rooftoop sama murid baru." jawab Nela.
"Murid baru?. " bingung Alex.
"Iya murid baru tadi pagi, Cowok bule pindahan dari belanda itu. " jelas Nela saat melihat ekspresi Alex yang tampak bingung.
*Sialan!! Gue yakin banget pasti Afifah sekarang lagi sama mereka, secara dia itu kan nggak bisa diem kalo lihat cowok ganteng* batin Alex.
"OKe thank informasinya. " ucap Alex berterima kasih lalu pergi.
__ADS_1
"Sama sama. " jawab Nela dengan senyum yang terus mengembang.
Alex berjalan menuju ke rooftoop dengan sedikit berlari. Setelah sampai disana Alex segera berjalan ke arah pojok rooftoop yang biasanya dibuat nongkrong Afifah saat dia sedang bolos pelajaran.
"Tuh kan bener. Emang dasar tupai centil. Ganjen banget jadi cewek, ada yang bening sedikit langsung dideketin. Padahal udah nikah masih begini, gimana dulu waktu dia belum nikah sama gue. Pasti lebih centil lagi sama anak cowok." ucap Alex saat dia melihat Afifah sedang ada disofa bersama Reza dan Justin.
Alex pun berjalan memghampiri Mereka bertiga.
"Hmm.. bagus ya bagus. Pinter banget ya bohongin orang. Katanya mau pergi ke toilet tapi malah keluyuran disini." ucap Alex sambil menjewer telinga Afifah yang kala itu dia tengah Rebahan disofa dengan Reza berada dibawah sofa dan Justin duduk disofa sebelah.
"Aduh.. aduh.. sakit Wolf sakit!! Jangan ditarik kuping gue, Lo mah sama kayak mama, suka jewer telinga gue. Nanti kalo molor dan jadi telinga gajah gimana?." ringis kesakitan Afifah seraya berdiri dan duduk disandaran Sofa.
"Biarin, kalo perlu gue aminin biar dikabulin sekalian. " ucap Alex yang masih menjewer telinga Afifah.
"Jahat banget sih lo." cebik Afifah sambil cemberut.
"Suruh siapa bolos pelajaran?! Kan gue udah bilang kalo lo nggak boleh bolos kalo nggak sama gue. Udah gitu centil sama cowok lagi." ucap Alex yang makin memperkeras jewerannya tapi nggak keras keras banget.
"Aduh duh... sakit ampun wolf ampun, gue nggak akan ulangin lagi deh. Tapi lepasin dulu, sakit nih." keluh Afifah lagi. Alex pun melepaskannya.
"Duh jadi panas kan kuping gue. Lagian siapa yang centil sih." tanya Afifah sambil mengelus ngelus telinganya yang merah.
"Ya elo lah. Pake nanya lagi." jawab Alex.
"Lah kapan gue centil? Orang gue dari tadi cuman duduk sama rebahan doang disini." tanya Afifah.
"Kalo lo nggak centil. Terus kenapa ada cowok disini?." tanya Alex.
"Ya tadi kebetulan aja mereka juga ada disini, yaudah gue samperin aja." jawab Afifah.
Tuk
Alex menonyor kepala Afifah.
"Itu sama aja Centil." ucap Alex setelah menonyor kepala Afifah.
.
Jangan lupa LIKE KOMEN nya man teman🤗
__ADS_1
Suapaya Author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya💙.
See you next episode 😘