WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 294 : Bahaya


__ADS_3

"Woy tunggu, jangan pergi dulu Fi. Gue mau bicara sebentar" teriak Nela melambaikan tangan tapi Afifah hanya diam tidak merespon.


Mereka berdua sempat kejar-kejaran dengan Afifah yang terus menghindar dan Nela yang terus berlari mengejar membuat keduanya berlari tanpa arah.


Hingga sampai akhirnya mereka berdua berhenti saat sampai dirooftop lantai dua dimana itu adalah lantai yang sangat berbahaya dibanding lantai lainnya karena di sana tidak ada pagar pembatas dipinggirnya sedangkan ruangan Alex berada di lantai paling atas puncak gedung.


Dengan gerakan lihai Nela langsung menarik tangan Afifah dan mencengramnya agar gadis setengah bule di depannya tidak kabur lagi.


"Akhirnya gue bisa dapetin lo juga" ucap Nela tersenyum miring.


"Lepasin gue, sebenarnya lo mau apasih dari gue ha? kenapa lo dari tadi ngejar gue terus. Apa masih belum puas lo hancurin hidup gue ha?" seru Afifah memberontak.


"Gue akan lepasin lo jika lo mau berjanji untuk tidak menghampiri Alex"


"Kenapa emangnya? dia suami gue jadi itu hak gue, lo nggak berhak ikut campur. Harusnya disini yang berjanji untuk tidak menghampiri Alex itu elo bukan gue"


"Nggak, sampai kapanpun gue nggak mau jauhin Alex, dia cowok gue. Dia cinta pertama gue jadi bagaimanapun caranya Alex harus menjadi milik gue" bentak Nela yang makin mempererat cengkeramannya membuat Afifah merintih kesakitan.


"Akhht lepasin gue Nel, anak gue bisa luka" keluh Afifah mencoba melepaskan tangan musuhnya dari tubuhnya tetapi Nela tak menanggapi, dia malah semakin menjadi bahkan kini Nela mendorong Afifah ke pinggir roftop.

__ADS_1


"Nel lepasin, ini bahaya bego! lo bisa lukai gue dan baby twins" ucap panik Afifah sesekali menoleh ke belakang.


"Woy! lepasin gue, ini bahaya"


"Nggak akan sebelum lo janji dulu buat nggak nyamperin Alex. Gue udah susah payah susun rencana ini dan elo dengan seenaknya mau hancurin semuanya? nggak, gue nggak akan biarin itu terjadi" ucap Nela.


Mereka berdua terus saling dorong mendorong di atas rooftop. Tak jarang keduanya juga saling menyerang satu sama lain.


"Lepasin gue" teriak Afifah sambil mendorong kuat tubuh musuhnya.


"Gue bilang enggak ya enggak" tolak Nela lagi yang tak mau melepaskan cengkraman tangannya.


"Lepasin gue, lo jangan macem-macem ya sama gue" teriak Afifah lagi.


"Sampai kapanpun gue nggak akan mau lepasin sebelum lo berjanji untuk menjauhi Alex" balas Nela tak mau kalah.


"Agghtt nantangin banget ya lo, baiklah kalo itu mau lo, jangan salahkan gue jika gue bertindak kasar sama lo, rasain nih cewek gatel" seru Afifah sambil menendang kuat lutut membuat sang empu merintih sakit.


Dugh

__ADS_1


"Akhh.. sialan! berani ya lo sama gue, rasakan balasan gue hiya.. " pekik Nela menatap tajam.


"Woy berhenti bertengkar, astaga itu bahaya. Kalian bisa jatuh" teriak panik Justin.


Namun tidak ditanggapi keduanya sampai pada akhirnya ketika Nela hendak menjambak rambut Afifah kakinya terjegal ke depan sehingga membuat Afifah yang kala itu tidak berpegangan apa-apa seketika terpental ke belakang akibat dorongan reflek tangan Nela dan..


Brak


"TIDAK... "


__________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya


See you next episode🤗

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2