WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 144 : Tantangan dan Putus


__ADS_3

Disepanjang perjalanan Justin dan Papa Afifah saling diam. Mereka larut dalam pikiran nereka masing-masing hingga tak terasa mobil yang mereka tumpangi telah sampai didepan gedung apartemen Justin.


"Ayo, om anter sampai depan apartemen kamu" ucap Papa Afifah setelah mereka keluar dari mobil


"Aku bisa masuk sendiri, om nggak perlu mengantar ke dalam" ucap Justin.


"Biar om antar aja. Keadaan mu sedang seperti ini, kamu nggak akan bisa kesana sendiri" ucap Papa Afifah.


"Nggak usah om, aku beneran bisa sendiri" tolak Justin.


"Yaudah kalo gitu kamu hati-hati ya" ucap Papa Afifah dan dijawab anggukan kepala oleh Justin. Papa Afifah kembali masuk mobil dan mulai menjalankannya untuk kembali pulang.


Justin berbalik dan melangkah masuk ke dalam secara perlahan demi perlahan menahan rasa perih disekujur tubuhnya. Banyak orang yang menatap dirinya karna memang dilorong tersebut sedang ramai.


"JUSTIN! " terdengar suara teriakan dari belakang, Justin pun menghentikan langkahnya dan berbalik. Dilihatnya Reza sedang berjalan ke arahnya dengan membawa dua kantong kresek besar ditangannya.


"Hmmm.. ada apa? " tanya Justin pada Reza.


"Astaga.. lo kenapa nih kok bisa terluka parah gini keadaan lo? habis kecelakan? " tanya Reza saat melihat luka Justin dari atas sampai bawah.


"Nggak" jawab singkat Justin.


"Terus kenapa?" tanya Reza.


"Nanti aja gue cerita, sekarang tolong bantu gue jalan. Kaki gue perih banget rasanya buat jalan" ucap Justin.


Reza pun segera membantu Justin. Mereka berdua berjalan menuju pintu lift bersama dengan Reza yang sedikit menuntun Justin berjalan.


Selama ini Reza memang tinggal diapartemen, karna ia tak mau ikut tinggal bareng bersama orang tuanya. Kebetulan apartemen milik Reza dan Justin bersampingan jadi hubungan pertemanan mereka semakin akrab dan tidak ada lagi nada dingin Reza dan nada jutek Justin saat mereka saling bicara.


...**************...


Di sisi lain.


Saat ini Mila dan pacarnya sedang jalan berdua, mereka berdua pergi ke cafe.


"Yank, kamu mau makan apa? " tanya pacar Mila sambil melihat buku menu ditangannya.

__ADS_1


"Terserah, aku ikut aja" sahut Mila.


Pacar Mila mengangguk dan segera memesan. Setelah itu dia izin pergi ke toilet. Mila pun sekarang duduk sendiri.


"Woy cicak, ngapain lo disini? " tanya seseorang yang duduk dikursi samping.


Mila yang mendengarnya lantas menengok. Seketika wajah mila langsung berubah merah, bukan karna malu tapi wajah Mila merah karna menahan kesal.


"Lo ngikutin gue ya? perasaan kemana pun gue pergi selalu aja ada elo" seru Mila.


"Itu karna mungkin kita jodoh makanya sering ketemu"


"Apa jodoh? idih, amit amit gue nikah sama playboy cap kadal kayak elo" ucap Mila.


"Heh sadar diri, lo sendiri juga playgirl jadi jangan hina orang" balas orang itu yang ternyata adalah Diki.


"Bodo amat" ucap Mila.


"Ngapain lo kesini? kencan sama pacar lo? " tanya ulang Diki.


"Kalau iya emang kenapa? mau protes? heh, gue kasih tau ya. Lo itu bukan siapa-siapa gue jadi jangan sok ngatur kehidupan gue" jawab Mila.


"Nggak, gue udah punya pacar. Lagian siapa juga yang mau jadi pacar lo" ucap Mila.


"Ohh gitu ya, lo nggak mau jadi pacar gue karna lo udah punya pacar? baiklah kalo gitu, tunggu dan lihat aja. Gue bakal bikin lo dan pacar lo putus hari ini juga biar lo nerima tembakan gue" ucap Diki.


"Silahkan saja, gue yakin kalo lo nggak akan berhasil" remeh Mila.


"Oke kita bakal buktiin hari ini juga" ucap Diki.


Tak lama pacar Mila datang setelah pergi dari toilet, dia berjalan menuju ke arah Mila. Diki yang melihat hal itu dengan cepat langsung berpindah posisi menjadi duduk disamping Mila bahkan dia dengan sengaja memeluk bahu Mila.


"Haii baby, gimana kabar mu? pasti baik kan. Ku dengar kau sudah punya pacar baru, apa itu benar? " tanya Diki yang memang sengaja dia lontarkan agar pacar Mila mendengarnya.


"Ini apaan sih! lepasin gue. Risih tau nggak" ucap Mila.


"Ayolah baby, jangan sok menolak gitu. Aku tau kau masih mencintaiku kan, kau masih belum bisa move on dariku kan" ucap Diki.

__ADS_1


"Apasih maksut lo? ga jelas banget" bingung Mila sambil melepas rangkulan pundak dilehernya namun tidak bisa.


"Udah lah baby, jangan sok bingung. Aku tau kau menerima pernyataan cinta dari cowok itu karna kau hanya menjadikannya pelampiasan kan bukan karna cinta kan?" ucap Diki sambil sesekali melirik belakang untuk melihat pacar Mila yang sekarang sedang berdiri tepat disamping kanan tubuhnya.


"Sembarangan kalo ngomong. Siapa juga yang cinta sama elo, gausa Pd deh jadi orang" ucap Mila.


"Ayolah jangan mengelak. Aku tau kau pasti masih mencintaiku, dan kau hanya menjadikan pria itu sebagai pelampiasan kan? tenang saja baby, aku tidak akan memberitahukan pada cowok itu dan kau bebas mejalin hubungan dengannya asal kau jangan sampai melupakanku" ucap Diki berharap pacar Mila akan bereaksi.


Benar saja setelah beberapa detik, pacar Mila langsung berjalan mendekat kearah nereka.


"Oh jadi begitu, lo menerima gue karna menjadikan gue sebagai pelampiasan" ucap pacar Mila marah.


"Eh, sejak kapan kamu kembali? " tanya Mila kaget.


"Sejak tadi dan gue juga mendengar semuanya. Nggak nyangka ya, lo tega banget sama gue. Padahal gue tulus banget cinta sama elo, eh nggk taunya gue cuman dijadikan mainan" ucap pacar Mila.


"Eh bukan, kamu salah paham" ucap Mila.


"Apa? salah paham apa? udah deh nggak usah ngelak dan nggak usah membela diri. Gue tau kok lo emang jadikan gue pelampiasan, gue tau kalo sebenarnya lo nggak pernah cinta sama gue. Tapi tenang aja, mulai hari ini kita berdua putus jadi lo nggak perlu lagi pura pura didepan gue" ucap pacar Mila lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


"Kurang ajar!! ternyata tadi itu jebakan, lo tau nggak gue sama dia baru aja jadian kemarin sore. Belum juga ada sehari eh elo malah merusaknya" ucap Mila.


"Bodo amat, itu urusan lo. Ingat ya waktu lo tinggal lima hari lagi dan jika dalam lima hari lo masih belum dapat pacar, lo harus nerima tembakan gue tanpa penolakan apapun" ucap Diki lalu dia ikut pergi.


Selama ini Diki memang sering menembak Mila tapi selalu ditolak. Bukan karna cinta tapi Diki cuman pengen kasih Mila pelajaran aja karna dulu pernah buat dia ditampar oleh mantan pacar nya saat disekolah, sejak kejadian itu Diki selalu berniat membalasnya dengan menjadikan Mila pacarnya tapi sayang, Mila selalu menolaknya.


Sampai akhirnya beberapa hari lalu tepatnya saat mereka bertiga ketahuan ikut balapan motor, Diki menantang Mila dengan mengatakan jika dalam seminggu ini kalo Mila belum juga mendapat pacar maka Mila harus menerimanya tanpa penolakan dan tantangan itu disetujui oleh Mila. Itu sebabnya saat mengetahui Mila pacaran Diki selalu membuat rencana agar mereka putus.


*Sialan! kalo kayak gini caranya gue lama-lama bisa kalah. Nyari pacar dalam waktu lima hari itu nggak gampang, bener-bener resek ya tu anak kadal.


Tapi gue nggak akan nyerah, gue bakal buktiin kalo gue bisa dapat pacar dalam waktu singkat itu* batin Mila.


_____________________________________


Jangan lupa Like Komen 🤗


Supaya Author juga makin semangat untuk Up bab selanjutnya 💙

__ADS_1


jangan cuman baca doang, masa tinggal pencet tombol susah banget sih. wkwkkwk becanda😂


See You Next Episode


__ADS_2