
Disisi lain
Tampak Alex baru saja memarkirkan mobilnya digarasi rumah ortu Afifah. Setelah pulang dari apartemen Justin tadi Alex memutuskan untuk pergi menuju kantor Daddy nya karna ia mendapat tugas mendadak dari sekertaris Daddy.
Ternyata disana Alex disuruh belajar memimpin sebuah meeting penting dan belajar mengelola bisnis Daddy nya itu, meskipun selama ini Alex juga bekerja dikantor tapi dia hanya bagian mengecek dan mengetik berkas sama dokumen saja.
Maka dari itu setiap akhir pekan atau pada hari tertentu sekertaris dan Daddy nya Alex selalu meminta Alex datang ke kantor untuk belajar.
"Baru pulang? " tanya Papa Afifah yang saat itu tengah menyiram tanaman yang ada didepan garasi.
"Iya Pa" jawab singkat Alex.
"Kamu habis pergi dari mana sih, lama banget pulangnya?" tanya Papa Afifah.
"Dari kantor Daddy Pa" jawab Alex.
"Ngapain kamu kesana? " tanya Papa Afifah dengan dahi berkerut.
"Biasa Pa, Daddy nyuruh aku buat belajar mengelola perusahaan karna kata Daddy setelah lulus sma aku langsung disuruh memimpin perusahaan yang ada disini dan Daddy memimpin perusahaan yang ada diluar negeri" jawab Alex.
Papa Afifah mengangguk mengerti.
__ADS_1
"Oh ya Pa, Afifah udah bangun belum? terus sekarang dia dimana? " tanya Alex.
"Papa nggak tau, orang dari tadi Papa disini dan belum bertemu sama dia" jawab Papa Afifah.
"Yaelah Papa mah. Yaudah deh kalo gitu aku masuk dulu Pa, mau mandi, udah gerah soalnya" pamit Alex.
"Eh bentar, jangan masuk rumah dulu" cegah Papa Afifah membuat Alex menghentikan langkahnya.
"Kenapa Pa?" tanya Alex berbalik badan.
"Tolong kamu taro alat ini ke gudang yang ada dihalaman belakang ya" pinta Papa Afifah dan iyakan oleh Alex.
Dia pun berjalan menuju halaman belakang dan pergi ke gudang untuk menaruh barang yang Papa Afifah suruh. Dari atas pohon tampak Afifah yang sedang memperhatikan Alex berjalan mendekat ke arahnya.
Afifah kemudian memetik buah rambutan dan melempar ke arah suaminya dan mengenai tengkuk dan badan Alex.
"Aduh.. " ringis Alex sambil mengambil rambutan yang ada dibawah kakinya.
"Haa rambutan? kenapa bisa sampai kesini? perasaan jarak dari sini ke sana lumayan jauh" bingung Alex membuat Afifah tertawa senang diatas pohon.
"Rasain lo, sakit kan. Hahaha.. " gumam Afifah cekikikan.
__ADS_1
Ia lalu kembali melempar Alex dengan rambutan namun tidak ditanggapi oleh Alex karna dia pikir mungkin buah rambutan itu jatuh terkena angin.
"Lah kok malah diam aja, kagak ada reaksinya? " ucap Afifah heran.
Afifah yang melihat Alex tidak menanggapi menjadi kesal, dia kemudian kembali melempar Alex rambutan berulang kali.
"Siapa sih yang lemparin gue rambutan. Kurang kerjaan banget" gerutu Alex sambil mendongak ke atas namun tidak melihat siapa² diatas pohon karna Afifah bersembunyi dibalik dedaunan yang menggerumbul.
"Apa jangan² monyet ya yang lemparin gue, tapi masa iya ada monyet disini. Haiss udahlah ngapain juga gue pikirin toh kalo memang beneran monyet juga nggak masalah" ucap Alex lalu berbalik dan kembali berjalan menuju gudang
"Bangs*t! berani banget dia ngatain gue monyet. Ya kali muka gue yang cantik jelita ini disamain sama tu hewan. Emang dasar ngeselin ya tu anak" seru Afifah tak terima.
Lantas Afifah turun dari atas pohon dan berjalan mengikuti Alex masuk ke dalam gudang.
________________________________________
Jangan lupa Like Komen 🤗
Supaya Author juga makin semangat untuk Up bab selanjutnya 💙
jangan cuman baca doang, masa tinggal pencet tombol susah banget sih. wkwkkwk becanda😂
__ADS_1
See You Next Episode