WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 225 : Buah Jambu


__ADS_3

Alex dan Afifah terus berjalan menyusuri jalan komplek untuk kembali ke rumah. Mereka berjalan sambil membawa belanjaan yang Mommy titipkan di tangan mereka masing masing.


"Hah.. wolf" ucap Afifah ditengah jalan dengan nafas sedikit ngos ngosan.


"Hmmm, ada apa?" sahut Alex sedikit menguragi kecepatan langkah kaki nya untuk mensejajarkan langkah Afifah.


"Gue capek, istirahat sebentar ya. Gue haus nih" keluh Afifah pada Alex sambil memegangi leher nya.


"Nanti aja Pai, nanggung banget ini. Tinggal setengah perjalanan udah sampai" ucap Alex menolak.


"Tapi gue haus banget, duduk sebentar dulu aja. Gue mau minum" rengek Afifah lagi sembari menarik lengan Alex membuat langkah Alex terpaksa terhenti.


"Yaelah elo mah. Baru sebentar juga udah ngeluh" geurutu Alex melirik sinis.


"Nama nya juga haus, udahlah lo tunggu bentar aja. Gue cuman mau minum" balas Afifah seraya mendudukan tubuh nya disalah satu kursi yang ada di pinggir jalan.


Ia pun perlahan mulai membuka tutup botol minuman yang dia bawa lalu meminum nya.


"Ahh segernya...." ucap lega Afifah setelah dia selesai minum.


"Udah selesai kan? kalo gitu ayo jalan. Waktu kita tinggal 15 menit sebelum berangkat sekolah" ajak Alex lagi.


Afifah mengangguk lalu dia hendak kembali berjalan tapi tidak jadi karna matanya tak sengaja melihat buah jambu yang ada diseberang jalan.


"Eh Wolf, tunggu dulu, jangan pergi" cegah cepat Afifah seraya menarik tangan Alex.


"Ck, mau apalagi? lo kan udah selesai minum" decak sebal Alex menatap sinis ke arah Afifah


"Biasa aja kali natapnya, gue cuman manggil bukan ngajak perang. Sinis banget pandangannya" seru Afifah.

__ADS_1


"Siapa yang sinis, gue nggak sinis. Yang ada mata lo tu yang sinis" balas Alex tak terima.


"Ada apa? kenapa lo manggil manggil gue?" lanjut Alex bertanya.


"Itu, lihat deh, disana ada pohon jambu" jawab Afifah memunjuk ke arah seberang jalan.


"Haa? pohon jambu? mana mana, gue mau lihat" ucap Alex celingukan.


"Itu disana" tunjuk Afifah.


"Mana sih, nggak ada apa apa juga" ucap Alex masih celingukan.


"Ih itu loh Wolf, yang ada di samping rumah dekat tiang listrik" tunjuk Afifah lagi.


"Mana, nggak ada Pai. Disana nggak ada pohon jambu. Lo jangan ngadi ngadi ya" ucap Alex.


"Siapa yang lagi ngada ngada. Gue serius, disana ada pohon jambu beneran" ucap Afifah.


"Etdah ni anak, lo buta atau gimana sih. Pohon segede itu masa kagak kelihatan. Padahal jelas baget loh" ucap heran Afifah menunjuk gemas ke arah seberang jalan.


Alex pun kembali melihat ke arah tempat yang ditunjuk Afifah.


"Eh iya ada" cebik Alex setelah menemukan.


"Nahkan apa gue bilang, ngeyel mulu sih" ucap Afifah.


"Hehehe ya sorry, gue kan nggak tau" ucap Alex tersenyum.


"Ngomong ngomong kalo dilihat lihat kayaknya enak juga jambunya" ucap Alex menatap binar pohon jambu.

__ADS_1


"Hmmmm bener banget. Nggak cuman enak tapi juga seger, duh ngebayanginnya jadi pengen gue" balas Afifah mengiyakan.


"Sama gue juga" ucap Alex.


"Eh Pai, Gimana kalo kita ambil jambu itu" usul Alex tiba tiba menatap lebar ke arah Afifah.


"Maksudnya lo mau ajak gue nyolong gitu?" tanya Afifah menunjuk dirinya sendiri.


"Iya, mumpung lagi sepi. Lumayan Pai dapat jambu gratis. Jarang² loh kita makan jambu" jawab Alex mengangguk.


"Kampret!! baru kali ini gue lihat suami ngajak istrinya nyolong. Bukannya diajak ngaji kek atau apa kek malah diajak sesat dijalan tuhan. udah gitu nyolongnya bukannya barang berharga eh ini malah jambu pinggir jalan. Emang dasar suami laknat ya lo" cibir Afifah menggelengkan kepala.


"Ya biarin, emang ada masalah haa?" ucap Alex.


"Nggak ada sih, ya tapi nggak harus jambu juga aelah kayak nggak ada kerjaan banget. Kan nggak lucu gitu misal kita diamuk warga dan dimasukin dalam penjara gara² nyolong. Mau taro mana ni muka, ya kali orang kaya masuk penjara hanya karna jambu" cerocos Afifah.


"Banyak bac*t! ya mulut lo. Tinggal jawab juga, ini lo jadi mau atau nggak? kalo enggak kita pulang" ucap Alex.


"Jadilah, gue kan juga pengen" jawab Afifah.


"Eeee bangsat! gaya nya aja sok iyes ceramah sana sini tapi ujung ujungnya nyetujuin" cebik Alex memukul pelan lengan Afifah.


"Serah gue lah, sewot banget" ucap Afifah cemberut.


"Tapi nanti dosanya lo yang tanggung ya, ini kan ide lo. Lagian lo itukan suami gue jadi tanggung jawab lo" sambung Afifah.


Mereka berdua lalu berjalan menuju seberang jalan untuk pergi ke tempat itu.


____________________________________

__ADS_1


𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥𝐤𝐚𝐧 𝐣𝐞𝐣𝐚𝐤


𝙇𝙞𝙠𝙚 𝙠𝙤𝙢𝙚𝙣 𝙫𝙤𝙩𝙚 𝐠𝐢𝐭𝐮


__ADS_2