WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 252 : Tagih hadiah


__ADS_3

"Huft akhirnya selesai juga, gila capek juga ya padahal cuman rapihin sepatu" ucap lega Afifah setelah ia selesai dengan kegiatannya.


"Gerah banget badan gue, jam berapa sih ini? oh masih jam 08.00 malem. Sabi kali ya gue mandi, lengket banget soalnya badan gue" gumam Afifah yang kemudian dia berjalan naik ke atas tangga menuju kamar untuk membersihkan diri.


Kurang lebih 15 menit kemudian Affiah sudah selesai, ia pun lalu kembali turun ke bawah.


"Alex mana, apa dia belum balik?" ucap Afifah saat di ruang bawah dan tidak mendapati keberadaan suaminya.


"Em gue bikinin teh aja kali ya sekalian nyusul kesana, kasian juga pasti dia kedinginan" lanjutnya lalu berjalan ke dapur.


Beberapa menit kemudian Afifah akhirnya selesai juga membuat teh, tanpa menunggu lama gadis itu pun segera pergi ke taman samping.


Dari kejauhan Afifah dapat melihat jika suaminya sedang duduk di sofa sambil memainkan laptop.


Dengan senyum mengembang ia pun lantas langsung mempercepat langkahnya menghampiri suaminya.


"WOLF... " teriak Afifah kencang sembari berjalan mendekat.


Alex yang pada saat itu sedang sibuk memeriksa berkas laporan perkembangan restoran miliknya dan berkas kantor daddy nya menjadi sedikit terkejut sehingga membuat dirinya hampir saja melempar laptop di depannya.


"Buset dah tu anak hobi banget ya suka bikin orang kaget, untung aja gue nggk jadi lempar ini laptop. Ada apaan lagi sih sampai teriak gitu? heran gue punya mulut kagak pernah kalem" gerutu Alex kesal seraya membalikan badan untuk menengok ke arah istrinya.


Dan deg!


Seketika Alex langsung mematung, tubuhnya mendadak jadi kaku bahkan rasanya sekujur tubuhnya menjadi panas saat melihat penampilan istrinya di depannya.


"Pai.. " cengo Alex tak percaya sambil melototkan matanya dengan jakun bergerak naik turun.


Bagaimana tidak? malam ini Afifah hanya memakai sebuah tanktop ketat dan celana hots pants sehingga membuat setiap lekuk tubuh seksinya tercetak jelas.

__ADS_1


Apalagi ditambah Afifah tidak memakai bra sehingga tonjolan dadanya terpampang nyata di depannya semakin membuat pikiran liar dan mesum Alex kemana mana.


Meskipun selama ini Afifah sering memakai tanktop dan celana hots pants saat akan tidur tapi dia memakai yang bahannya tidak terlalu ketat, jutru terkesan sedikir longgar.


Dalam keadaan seperti itu jiwa kelaki lakian Alex menjadi bangun, sehingga membuat adik kecilnya berdiri tegak.


Bayangkan saja, pria mana yang tidak tergoda ketika melihat pemandangan seksi seperti itu terlihat jelas dan nyata didepan matanya.


Apalagi yang memakainya adalah wanita yang sangat dicintainya, sudah pasti Alex akan semakin mudah tergoda dan sebagai pria normal hal seperti itu membuat gairah didalam tubuhnya menjadi bangun.


Lantas Alex pun berjalan mendekat kearah Afifah dengan tatapan sulit di artikan dan senyum smirk mengerikan membuat Afifah yang baru saja meletakkan teh di atas meja menjadi sedikit panik.


"Eh eh wolf, lo kenapa? ada apa, kenapa lo natap gue gitu ha?" ucap Afifah gugup seraya mundur ke belakang untuk menghindari suaminya.


Namun sialnya Afifah malah terpentok dinding sehingga membuat langkahnya berhenti.


Dengan gerakan cepat saat itu juga Alex langsung mengunci pergerakan Afifah dengan menaruh ke dua tangannya di sisi kanan kiri kepala Afifah mengakibatkan gadis itu tak bisa melarikan diri.


Alex mencium dalam bibir istrinya sambil menekan pelan tengkuk lehernya membuat Afifah seketika menlototkan matanya.


Reflek ia pun langsung mendorong tubuh Alex berharap ciuman itu segera berakhir. Tapi sayang tangannya malah di cekal oleh suaminya saat dirinya mencoba melepaskannya.


Em.. emm...


Gumam Afifah memberontak namun tak di tanggapi oleh Alex, dia malah semakin memperdalam ciumannya. Setelah cukup lama saling bertukar saliva Alex pun dengan perlahan mengakhirinya.


"Hah... hah... hah... " deru nafas Afifah ngos ngosan seraya berusaha meraup oksigen sebanyak banyaknya.


"Alex saputra!" pekik Afifah sambil menatap tajam.

__ADS_1


"Ih.. dasar mesum, serigala mesum. Kenapa lo nyium gue tiba tiba ha? asal lo tau ya lo itu udah hampir bikin gue mati tau nggak karena kehabisan nafas" omel kesal Afifah seraya memukul dan mendorong tubuh Alex berulang kali membuat sang empu sedikit meringis.


Sret


"Akhhkk... "


Alex langsung mencekal tangan Afifah dan menariknya ke atas lalu kembali memepet tubuhnya di dinding.


"Suruh siapa lo goda gue duluan" bisik Alex lembut di telinga Afifah.


"Hah goda apaan sih? gue nggak ngegoda elo" bingung Afifah.


"Nggak usah banyak alesan, sekarang juga lo harus tanggung jawab karena lo udah bikin adek kecil gue berdiri tegak. Malam ini gue akan minta hadiah gue yang sempat kemarin gue minta"


"Apa! ja-jadi hadiah yang lo maksud ini?" ucap kaget Afifah melototkan matanya.


"Iya, saat ini juga gue akan mengambil hak gue sebagai suami, nggak ada lagi alesan buat lo menghindar" jawab Alex yang kemudian langsung mendorong tubuh Afifah ke atas sofa membuat Afifah jatuh terlentang di sana.


"Hahaha malam ini lo akan jadi milik gue seutuhnya sayang" bisik Alex sambil mulai menindih tubuh Afifah.


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya


See you next episode🤗

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2