WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 273 : Mama?


__ADS_3

Sudah mulai masuk ke dalam konflik sebenarnya so tunggu aja, mungkin kurang dua atau tiga bab lagi konflik utama akan muncul:).


 


 


Hari semakin siang dan jam sudah menunjukan pukul 12.30 wib.


Di dalam rumah pribadi Alex dan Afifah terlihat saat ini Afifah keluar dari dalam gudang rumahnya untuk meletakkan alat pembersih di sana, ia baru saja selesai membersihkan kolam.


Sepeninggal Alex tadi Afifah langsung bergegas membereskan rumah, mulai dari menyapu, mengepel, mencuci piring, mencuci baju, menjemur baju, membersihkan halaman depan belakang, serta membersihkan kolam semua itu sudah ia lakukan sendiri.


Walaupun beberapa dari itu bukan tugasnya namun hari ini Afifah berinisiatif membersihkannya, karena saat tadi melihat suaminya berangkat kerja entah kenapa Afifah mendadak jadi wanita rajin.


Semua pekerjaan rumah yang seharusnya dibagi dua mulai saat ini dia lakukan sendiri. Bukan apa apa, melihat kegiatan Alex yang semakin hari semakin sibuk menjadikan Afifah sadar diri.


Ia pikir mungkin sekarang sudah waktunya dia menjadi ibu rumah tangga sebenarnya, sebisa mungkin dia berusaha untuk tidak malas dan manja. Afifah ingin dirinya menjadi istri mandiri, dan sempurna untuk suaminya.


"Huh capek juga ternyata beres beres rumah segede ini,. mana haus lagi" keluhnya seraya mendudukan dirinya di atas meja makan dan meminum minuman dingin di tangannya.


"Jam berapa ya ini, oh masih jam setengah satu siang gue pikir udah sore. Ckk itu artinya masih lama dong Alex pulang. Yaelah nggak asik banget sih"


"Nggak ada dia rasanya nggak enak banget deh, nggak ada yang bisa gue ajak becanda. Mana laper lagi, biasanya jam segini dia selalu masak buat gue tapi hari ini dia kerja" cebik Afifah mengerucutkan bibirnya.


"Hmm apa gue samperin dia aja kali ya buat minta di masakin sama Alex, gue yakin pasti tu anak juga belum makan siang. Eh tapi nggak jadi deh, Kalo gue kesana takutnya malah bikin rusuh, secarakan dia sekarang sibuk banget".


"Aelah terus ini gue gimana? udah laper banget perut gue habis beres-beres. Males banget kalo mau masak sendiri pasti ujung ujungnya gagal kayak kemarin, lagian kalo pun berhasil rasa masakannya nggak seenak kayak buatan Alex" gerutu Afifah.


Cukup lama Afifah duduk di sana sambil meminum minumannya sampai akhirnya tiba tiba saja ia mendapat sebuah ide.


"Ah iya, dari pada bosen dan ngomel nggak jelas gini mending gue jalan jalan aja kali yah, seru juga keknya me time sendiri. Yaa.. itung itung refresing, lagian udah lama juga gue nggak pergi sendiri semenjak nikah" ucap Afifah dengan senyum lebar.


Tanpa menunggu lama gadis itu pun segera beranjak dari duduknya dan berlari menaiki tangga menuju kamar untuk bersiap-siap.


...🎃 🎃 🎃...


"Makasih tante sudah nganterin aku pulang" ucap Justin tersenyum hangat menatap Ellie.


"Iya sama sama" balas Ellie yang juga ikut tersenyum manis.


Sekarang ini mereka berdua sedang ada di depan rumah Justin, siang ini Ellie sedang mengantar anaknya pulang setelah tadi sempat beberapa kali debat lantaran Justin menolak tawaran wanita itu.


"Oh ya apa ini rumah mu?" tanya Ellie melihat ke samping dirinya dimana disana terdapat bangunan megah dengan konsep elegan dan simple berdiri kokoh.



"Iya tante itu rumah ku, aku hanya tinggal berdua dengan Papa. Tapi kayaknya sekarang Papa sedang ada di kantor karena ini kan masih jam kerja jadi kemungkinan di dalam sepi" jawab Justin.


Ellie mengangguk mengerti.


"Tante mau mampir?" tawar Justin sekedar basa basi.


"Nggak dulu, tante balik aja. Ada urusan soalnya" tolak Ellie.


"Emm yaudah kalo gitu aku masuk dulu ya tan, sekali lagi terimakasih" pamit Justin.


"Iya sama sama, jaga diri baik baik ya. Jangan mabuk mabukan lagi, jika ada masalah kamu datang aja ke rumah tante ya, kamu masih sangat muda sayang jika anggota tubuh kamu rusak gara gara sering terkena alkohol" ucap Ellie.


"Iya tan" balas Justin lalu ia pun segera melangkah pergi masuk ke dalam rumahnya.


*Hah anak yang baik, entah kenapa setiap dekat dengan anak itu aku selalu merasa senang. Seperti ada perasaan aneh yang menyelimuti hatiku, rasanya tuh aku selalu ingin berada di dekatnya dan melindunginya. Padahal kita baru dua kali bertemu, apa ini karena aku sudah lama tidak melihat anakku makanya setiap melihat dia aku selalu memiliki perasaan aneh ini* batin Ellie menatap punggung Justin dari kejauhan.


*Astaga aku lupa bertanya siapa nama pemuda itu, haiss mana dia udah keburu masuk rumah lagi. Lain kali aja deh kalo ketemu aku akan tanya siapa namanya, untuk sekarang aku harus pergi dulu.


Pokoknya hari ini juga aku harus bisa menemukan keberadaan Justin sebelum terlambat, jika tidak maka Jeff akan membawa dia pergi menjauh dari ku* batin Ellie lagi.


Ia pun kemudian berbalik menuju mobil untuk masuk ke dalam, namun belum sempat Ellie membuka pintu tiba tiba saja dari samping sebuah mobil mewah berwarna silver berhenti di dekat mobilnya.


"Mobil siapa ini? apa ini mobil Papa nya anak itu?" gumam Ellie bertanya tanya.


Tak lama sesorang pun turun dari sana.


Deg


Seketika tubuh Ellie mendadak kaku, jantungnya terasa berhenti setelah melihat siapa yang turun dari sana.

__ADS_1


"Jeff" gumam Ellie melototkan matanya.


"Ngapain kamu kerumah ku hah!" seru Jeff dengan rahang mengeras sambil berjalan menghampiri Ellie begitu melihat mantan istrinya berdiri di depan rumahnya membuat Ellie lagi lagi merasa terkejut mendengar ucapannya.


"Apa rumahmu? jadi ini rumah mu, itu artinya anak tadi adalah..." ucap Ellie sengaja menggantungkan ucapannya sambil menutup mulutnya tak percaya.


"Anak siapa yang kamu maksud?" sela Papa Justin sedikit keras.


*Apa dia sudah bertemu dengan Justin, ya tuhan semoga aja belum. Aku sangat tidak sudi wanita ini menemui anakku* batin cemas Papa Justin menatap khawatir ke arah Mama Justin.


"Jeff katakan padaku, anak laki laki yang tinggal di dalam itu Justin kan hm? dia putra kita kan?" tanya Ellie dengan nada tidak sabaran.


*Hah anak? gawat sepertinya Ellie sudah bertemu dengan Justin. Oh ****! bagaimana ini, aku sudah kalah start dengan wanita parasit ini. Semua ini terlalu cepat, kenapa mereka bisa sampai bertemu* batin Papa Justin gelisah.


"Jeff, lelaki itu Justin?" tanya Ellie dengan mata menatap harap.


Tapi Papa Justin hanya diam.


"Jeff jawab aku, laki laki itu anak kita?" tanya Ellie sekali lagi sambil menggoyang goyangkan kedua bahu Papa Justin.


"Jeff jawab!" seru Ellie sedikit keras.


"Iya dia Justin, terus kenapa" jawab Papa Justin.


"Ja-jadi dia anak ku? anak yang selama ini aku tinggalkan? ya tuhan pantas saja aku merasakan perasaan aneh setiap kali berdekatan dengan dia ternyata dia adalah putraku" ucap Ellie tersenyum bahagia disertai mata yang sedikit berkaca kaca.


Dia kemudian mengusap matanya lalu dengan langkah terburu wanita itu pun segera berlari menuju rumah sambil berteriak memanggil nama Justin dan membuat Papa Justin spontan langsung mengejar.


"Ellie tunggu! mau kemana kamu?" teriak Papa Justin.


"Sayang ini mama nak, tolong keluarlah. Ini Mama" seru Ellie seraya terus berlari.


"Ellie berhenti" teriak Papa Justin lagi.


"Justin, ini mama.. ya ampun akhirnya kita bertemu sayang. Tolong keluarlah, astaga aku sangat senang setelah sekian lama aku bisa bertemu dengan anakku lagi" ucap Haru Mama Justin.


Setelah sampai didepan pintu wanita itu pun segera membuka pintu rumah namun ketika hendak masuk ke dalam dari arah belakang Papa Justin yang baru sampai lantas spontan langsung menarik tubuh mantan istrinya dan mendorong keras menjauh dari dalam rumahnya sehingga Ellie pun terjatuh ke belakang dengan sangat keras.


Sret


Bruk


"Mau apa kamu hah! jangan coba coba untuk masuk ke dalam rumah ku, cepat pergi dari sini" bentak Papa Justin sambil menatap tajam.


"Jeff izinkan aku menemui Justin, aku ingin dia tahu jika aku mamanya" pinta Ellie memohon.


"Tidak, sampai kapan pun aku tidak akan sudi jika putraku menemui mu apalagi mengetahui jika kamu adalah mamanya" tolak tegas Papa Justin.


"Kenapa sih kamu itu selalu saja melarangku menemuinya, dia juga anak ku. Aku berhak untuk melihat dia, jadi minggirlah. Aku mau masuk ke dalam"


"Ellie jaga batasan mu, lancang sekali mulutmu bicara kalo dia juga anak mu. Kan kemarin sudah ku bilang, Justin hanya putraku bukan putramu. Apa kamu sedang menantangku hah!"


"Bukan seperti itu, Jeff aku tau aku bukan ibu yang baik. Aku juga tau jika aku bukanlah istri yang baik juga tapi untuk saat ini sekali aja biarkan aku menemui dia. Aku hanya ingin bilang kalo aku mamanya" pinta Ellie lagi.


Papa Justin tak merespon, dia masih tetap berdiri di depan pintu menjaga agar mantan istrinya tidak masuk ke dalam.


"Jeff biarkan aku bertemu dengan Justin, dia perlu tau kalo mama nya ada di sini. Aku hanya ingin menunjukan kalo Mamanya sangat sayang padanya bukan seperti apa yang dia bayangkan selama ini.


Jeff apa kamu tau, ternyata selama ini Justin sangat membenci diriku, dia sangat sangat tidak menyukaiku. Dari yang aku tangkap setelah sempat memgobrol denganya kemarin dia itu menganggap jika aku adalah wanita jahat. Dia juga menganggap jika ibunya adalah seorang wanita tidak tahu diri, dari sorot matanya terlihat jelas kalo Justin dendam dengan diriku. Maka dari itu aku ingin bicara dengannya, aku perlu menjelaskan semuanya agar dia tidak membenciku lagi.


Hiks.. hiks... aku mohon izinkan aku Jeff, jika tidak maka hubungan ku dengan dia akan semakin hancur. Aku tidak mau hal itu terjadi jadi tolong izinkan aku hiks... hiks.. hiks.. aku janji setelah ini aku tidak akan memaksa ataupun mengganggu kehidupan mu lagi" ucap Ellie menangis sambil mengatupkan tangan.


"Hahahaha kamu pikir dengan menangis aku akan luluh gitu? cih nggak segampang itu Ellie. Kamu pikir aku bodoh hm? aku tau ini hanya akting mu supaya kamu bisa berhasil cari muka kan di depan Justin. Aku tidak percaya jika kamu kembali setelah belasan tahun menghilang hanya untuk bertemu dengan dia dan beralasan kalo kamu merindukannya.


Aku tau persis bagaimana sifat mu, kamu itu licik. Kamu juga sadis, di balik semua ini pasti ada sesuatu sehingga kamu bisa setidak sabaran gini untuk menemui Justin iyakan?" tawa Papa Justin meledek reflek membuat Ellie seketika mendongak kaget.


*Sial dari mana dia tau kalo aku tidak benar benar ingin menemui anak itu? apa rencanaku sudah terbongkar? jika iya bisa gawat* batin Ellie mendelikkan matanya.


*Tapi aku harus tetap bersikap biasa saja dan berpura pura seperti wanita polos tidak tau semuanya. Mungkin aja ini hanya akal akalan Jeff agar aku berhenti memohon padanya, iya benar mungkin ini hanya akal akalan Jeff. Sampai semuanya berhasil aku tidak akan berhenti berusaha untuk mendekati Justin* batin Ellie tersenyum miring.


"Sudahlah Ellie lebih baik kamu pergi, percuma saja jika kamu terus berada disini karena sampai kamu menangis darah pun aku tidak akan pernah membiarkan kamu memanfaatkan anak ku demi kepentingan mu" sambung Papa Justin seraya menyeret tangan Ellie keluar dari teras.


"Ah lepasin aku, jangan mengusirku. Kuhomon biarkan aku bertemu dengan anak ku" berontak Ellie berusaha lepas dari cenkraman kuat tangan Papa Justin.


"Diam, jangan bergerak" bentak Papa Justin yang semakin memeperkuat tarikannya.

__ADS_1


"Agghhtt ini sakit sekali, tolong lepaskan aku" desis Ellie merintih sakit tapi tak di tanggapi oleh Papa Justin.


"Jeff lepaskan aku" berontak Ellie lagi.


-_-_-_-_-


Didalam rumah Justin yang kala itu baru saja selesai mandi mendengar suara keributan yang sangat kencang menjadi penasaran.


Ia pun lalu buru buru turun untuk melihat apa yang terjadi di depn rumahnya. Dan setelah sampai di depan Justin dibuat terkejut kala melihat Papa nya sedang menyeret seseorang yang dia kenal. Lantas Justin bergegas menghampiri mereka.


"Papa berhenti! lepasin tante ini, kenapa Papa menyeretnya. Dia itu orang baik tidak pantas Papa memperlakukannya seperti ini" ucap Justin sembari melepas paksa cengkraman tangan Jeff di lengan Ellie.


"Justin, kenapa kamu keluar! cepat masuk" cebik Jeff menepis tangan anaknya yang berusaha melepaskan cengkramannya.


"Tidak akan sebelum Papa melepaskan tante ini" tolak Justin menggelengkan kepala.


"Hah akhirnya kamu keluar juga, aku tidak perlu susah susah untuk masuk ke dalam" ucap Ellie dengan mata berbinar.


"Tante, tante tidak papa kan? maafkan papa ku ya tan. Apa tante merasa sakit?" tanya Justin setelah ia berhasil melepaskan cengkeraman Papanya.


"Tidak, tante baik baik saja. Terima kasih nak kamu sudah mau menolong tante"


"Iya sama sama"


"Justin, apa apaan kamu ini. Menyingkirlah dari wanita itu, dia sangat licik" seru Jeff yang langsung menarik tangan anaknya menjauh dari mantan istrinya.


"Auuu sakit Pa" ringis Justin.


"Jeff kenapa kamu menarik anak ku, dia hanya ingin bicara dengan ku. Lepasin dia, kamu akan menyakitinya" ucap Ellie sambil mengulurkan tangannya untuk menarik tangan Justin namun dengan sigap Papa Justin langsung menepis.


"Berani menyentuh dia nyawa taruhan mu" ancam Papa Justin menatap tajam.


"Dia anak ku" .


Plak


"Sudah kubilang berhenti menyebut dia sebagai anak mu. Justin hanya milikku, dia anak ku bukan anak mu" teriak kesal Jeff sembari menampar keras pipi Ellie.


"Kurang ajar, habis sudah kesabaran ku. Sepertinya kamu benar benar mengajak ku berantem hah! berani sekali kau menampar pipiku" cebik Ellie melirik sinis.


Justin yang berada di antara keduanya nampak kebingungan melihat Papa nya dan tante yang menolongnya saling berantem.


"Ada apa ini? kenapa dengan mereka berdua?" gumam Justin bertanya tanya.


"Itu pantas kamu dapatkan karena sudah menganggu ketenangan hidup ku lagi" jawab Jeff tak kalah sinisnya pada mantan istrinya.


"Pa, ini ada apa? kenapa kalian bertengkar?" tanya Justin dengan kening berkerut.


"Jangan ikut campur, lebih baik kamu menjauh. Wanita ini sangat berbahaya untuk mu" jawab Jeff.


"Enak aja, tidak jangan Justin. Kamu disini aja jangan pergi" larang Ellie.


"Justin masuk ke dalam, jangan dengarkan wanita parasit ini" ucap Papa Justin tanpa melihat.


"Jangan Justin, kamu disini saja" larang Ellie kembali.


"Tolong jelaskan ada apa ini? kenapa kalian bertengkar, sebenarnya apa yang terjadi" ucap Justin frustasi.


"Nak lihat tante, tante ini adalah mama kamu sayang. Tante ibu kandung kamu" ucap lembut Ellie berjalan mendekat ke arah Justin.


"Ibu?"


"Iya sayang, tante ibu kandung kamu, mama kamu" ucap ulang Ellie.


Duar


Bagai disambar petir mendengar pernyataan mengejutkan itu lantas membuat Justin kaget setengah mati.


Bahkan matanya sampai membulat dan mulutnya sedikit terbuka saking kagetnya.


*Apa katanya? mama? dia bilang mama? jadi tante ini ibu kandung ku* batin Justin terkejut.


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.

__ADS_1


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya


__ADS_2