
"Lanjut main lagi yuk. " ajak Afifah setelah dia dan Alex istirahat sebentar dibawah pohon sambil meminum jus dan cemilan yang sudah disiapkan pelayan.
"Bentar. " sahut Alex yang nampak masih meminum jus miliknya.
"Ayo. " lanjut Alex seraya berdiri.
Mereka berdua pun kembali bermain bola basket, nampak Afifah yang sekarang sudah mulai jago bermain setelah dirinya tadi diajari oleh Alex.
"Wolf, lempar bola nya kesini. Gue mau coba masukin. " teriak Afifah karna jarak mereka cukup lumayan jauh.
"Oke. Kalo lo masih nggak nyampe buat masukinnya, gendong lagi aja. " sahut Alex lalu melempar bola tersebut.
Hap
Afifah menangkap bola tersebut lalu ia mendrible nya dan berancang ancang memasukan.
Tapi karna Afifah terlalu bersemangat, bola yang ia lempar bukan masuk kedalam ring tapi malah terlempar jauh melewati pembatas pagar belakang rumah.
"Aduh.. Meleset lagi. " kesal Afifah.
"Yaudah sono ambil, tapi hati hati." peringat Alex dan dibalas acungan jempol oleh Afifah.
Dia pun perlahan membuka pintu belakang lalu mulai melangkah secara hati hati sembari menengok kanan kiri mencari keberadaan bola yang ia lempar tadi.
"Nah itu dia. " ucap Afifah setelah menemukan bola basket. Ia pun mengambil bola tersebut.
__ADS_1
Dugh
"Auuu.. Dasar batu nggak tau diri, main nyandung kaki orang sembarangan. Untung nggak lecet." gerutu Afifah sambil menendang batu tersebut.
Tiba tiba terdengar suara ngaungan yang sangat keras. Afifah pun menengok samping kirinya, betapa terkejutnya dia saat melihat seekor banteng tengah berdiri tak jauh dari tempatnya dengan aura menyeramkan seperti ingin memakan mangsanya dengan mata memerah menahan marah.
"Gek. Waduh gawat nih, kayaknya batu yang gue tendang tadi kena dia. " gumam Afifah merinding.
Perlahan Afifah melangkah mundur kebelakang namun sang banteng malah ikut melangkah maju mendekat kearahnya.
"Eh eh.. kenapa malah jalan kearah gue dan juga kenapa matanya ngelihat gue kayak lihat musuhnya. Apa ada yang aneh ya ditubuh gue. " ucap Afifah lalu melihat dirinya dari atas sampai bawah.
Lagi lagi Afifah dibuat kaget setengah mati saat menyadari bahwa dirinya sedang memakai baju berwarna merah.
Tiba tiba saja sang banteng berlari ke arah Afifah sambil mengaung marah.
"AAAAAA... " Jerit Afifah, lantas dia melempar bola itu kearah banteng dan langsung berlari secepat kilat menuju pintu belakang.
*****
Disisi lain
Alex tengah mondar mandir dilapangan menunggu kedatangan Afifah.
__ADS_1
"Ckk, tu anak kemana sih? lama banget, cuman ambil bola juga. " gerutu Alex.
"Apa jangan jangan terjadi sesuatu ya sama dia. Kok gue jadi khawatir gini." ucap Alex gelisah.
"Samperin aja deh, dari pada gue mondar mandir nggak jelas begini. " putus Alex lalu berjalan menuju kearah pintu belakang.
Brak
Tedengar suara dorongan pintu yang amat keras bersamaan dengan munculnya Afifah sambil berlari terbirit birit kearah Alex.
"WOLF, TOLONGIN GUE!! HUWAA... GUE DI KEJAR BANTENG!!. " Teriak Afifah berlari kearah Alex.
"Hah?! Dikejar banteng. Kok bisa?. " tanya Alex.
"Hah.. hah.. ceritanya panjang, pokoknya tu banteng marah banget sama gue karna gue pake baju merah." jawab Afifah sedikit ngos ngosan setelah sampai disamping Alex.
"La terus kenapa elo lari ke arah gue. Kan gue juga sedang make celana merah, nanti kalo bantengnya ikutan ngejar gue gimana?." ucap Alex yang menjadi merinding.
"Kalo nggak lari kearah elo, gue mau lari kearah mana lagi? Lo kan suami gue jadi lo harus lindungin gue. " jawab Afifah.
.
Jangan lupa LIKE KOMEN nya man teman🤗
Suapaya Author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya💙.
__ADS_1
See you next episode 😘