WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 176 : Cium bibir dan pipi


__ADS_3

Mereka berdua terus saja berpelukan. Tidak ada pembicaraan diantara mereka. Hanya suara nafas berhembus yang terdengar ditelinga mereka masing masing.


"Wolf" panggil Afifah sambil memdongakkan wajahnya untuk melihat wajah Alex.


"Hmmmm" sahut Alex berdehem.


"Jangan diem mulu. Senyum dong"


"Males"


"Ihh.. lo mah gitu, udah jangan marah lagi. Gue kan udah minta maaf" seru Afifah.


"Wolf"


"Apa lagi sih Pai?"


"Jangan diemin gue. Lo masih marah sama gue?"


"Nggak"


"Kalo nggak kenapa lo diem aja"


"Lagi hemat suara" jawab cuek Alex.


Afifah nampak mendengus kasar lalu tiba tiba saja ia mendapat ide jahil. Dengan senyum yang mengembang Afifah lantas kembali mendongak menatap wajah Alex lalu dia berjinjit dan--


Cup


Cup


Afifah mengecup sekilas bibir Alex dan pipi Alex dari bawah membuat Alex melototkan matanya karna terkejut.


"Udah ya jangan marah lagi. Lihat tuh bibir lo udah kayak bibir ikan tau nggak, cemberut mulu. Jadi gue cium kan" ucap Afifah tersenyum lalu dia mencoba melepaskan pelukan mereka dan hendak pergi namun dengan cepat Alex langsung mendorong tubuh Afifah hingga terpentok di dinding toilet.

__ADS_1


"Auuu.. Wolf, ada ap--" belum juga Afifah menyelesaikan pertanyaannya tiba tiba saja bibirya sudah dibungkam oleh bibir Alex.


Hmmppphhh... Hmmmppphhh... eemmmpphhhh...


Alex melumut bibir Afifah sedikit kasar sambil tangan kirinya menekan pelan tengkuk Afifah agar ciumannya semakin dalam dan tangan kanan Alex


menyangga dinding toilet sebagai penumpu.


Untung saja suasana disana sedang sepi jadi tidak ada orang yang melihat mereka berciuman dan hanya Nela saja yang berada disana.


Mendapat serangan dadakan seperti itu, Afifah hanya diam. Saat ia sadar ia lalu langsung mendorong tubuh Alex sebab takut nanti ada orang yang melihat mereka berdua ciuman. Sudah beberapa kali Afifah mencoba melepaskan ciuman itu namun ia kalah dan akhirnya ia ikut membalas ciuman itu karna mulai terpengaruh oleh tarian lidah Alex.


Cukup lama mereka berciuman hingga membuat Afifah kehabisan nafas. Ia pun memukul mukul dada Alex dan menjambak rambut Alex membuat Alex perlahan melepaskan ciumannya.


"Haaahhh... hahhhh.. hahhhh" deru nafas mereka saling bersahutan untuk menghirup udara sebanyak banyaknya.


"Alex saputra!" pekik Afifah sambil menatap tajam Alex yang berada didepannya.


"ih.. dasar mesum, serigala mesum. Bisa bisanya lo nyium gue disaat kita masih berada disekolah. Nanti kalo ada orang lihat giamana? bisa masuk bk kita" cerocos Afifah seraya memukul dan mendorong tubuh Alex berulang kali.


Alex langsung mencekal tangan Afifah dan menariknya ke atas lalu memepet tubuh Afifah di dinding.


"Suruh siapa lo mancing gue duluan. Udah tau gue itu paling nggak bisa nahan nafsu gue, selama ini gue nggak nyentuh elo bukan berarti gue nggak pengen. Tapi gue nggak mau aja merusak masa depan lo jika lo hamil dengan masih berstatus pelajar. Tapi lo malah mancing gue, yaudah terima aja resikonya" bisik Alex ditelinga Afifah.


"Ya tapi nggak disekolahan juga. Bisa berabe nanti masalahhya kalo ada orang lihat kita ciuman, apalagi kita ciumamnya didepan toilet" ucap Afifah.


"Tenang aja, mereka nggak akan berani lapor kita berdua. Emang punya nyali berapa dia sampai mau berurusan sama gue" ucap Alex.


"Nggak usah sombong. Mentang² ditakuti semua anak disekolahan main seenak jidatnya aja bertindak" cibir Afifah.


"Terserah gue lah. Ngapain lo sewot" balas Alex.


"Iya iya terserah lo. Eh btw, lo mau kan maafin gue. Gue tadi beneran nggak ada niat buat bikin lo kesal, gue tadi cuman iseng becanda aja" ucap Afifah menatap Alex.

__ADS_1


"Oh soal itu jangan lo pikirin gue, orang gue tadi juga cuman prank biar lo kebingungan lihat muka marah gue" ucap santai Alex langsung membuat Afifah melototkan matanya.


"Ooo.. jadi tadi itu prank. Hebat banget ya lo hebat, lo tau nggak, gue udah hampir gila tau takut lo marah" seru kesal Afifah.


"Sorry, kan biar adil. Udah dong jangan kesal gitu, senyum dong. Kalo lo nggak senyum gue cium lagi nih" ucap Alex sedikit mengancam.


"Eh eh jangan, iya gue senyum nih gue senyum" seru Afifah sambil menunjuka senyum terbaiknya.


Alex yang melihat itu langsung kembali merangkul pundak Afifah.


"Yaudah yuk, kita pergi ke kantin. Kasian yang lain udah pada nungguin" ajak Alex.


"Eh bentar dulu, itu ulat bulu gimana? masa iya gue biarin aja kagak gue labrak" ucap Afifah menunjuk ke arah Nela yang sedari tadi menatap ke arah dia dan Alex dengan tatapan sulit diartikan.


"Biarin aja, nggak penting banget lo ngurusin tu cewek gatel. Mendingan sekarang kita ke kantin, udah laper banget perut gue" ucap Alex.


"Hmmm benar juga. Ngapain buang waktu buat ngurusin manusia jadi jadian kayak dia. Lebih baik kita makan" jawab Afifah membenarkan.


Mereka berdua lalu berjalan menuju kantin meninggalkan Nela sendiri disana. Alex berjalan sambil sesekali mencium pipi Afifah. Masa bodo dengan tatapan aneh para siswa yang perting Alex bahagia karna rumah tangganya masih baik baik saja.


"Wolf, jangan cium gue lagi. Lo nggak malu apa dilihat anak lain" seru Afifah yang sesekali menghindari Alex agar tak menciumnya lagi.


"Cuman pipi Pai"


"Sama aja" balas Afifah.


Namun Alex tak menanggapi, dia masih terus mencium pipi Afifah membuat Afifah merasa muak tapi tak bisa menolak karna Alex selalu mencegah ia pergi.


____________________________________


Jangan lupa Like Komen 🤗


Supaya Author juga makin semangat untuk Up bab selanjutnya 💙

__ADS_1


jangan cuman baca doang, masa tinggal pencet tombol susah banget sih. wkwkkwk becanda😂


See You Next Episode


__ADS_2