
Waktu demi waktu, jam demi jam sudah terlewati. Tak terasa hari sudah semakin sore.
Di dalam kamar nampak Afifah sedang bersiap siap untuk pergi ke rumah Alex. Hari ini dia memutuskan untuk menuruti ucapan Mama nya.
Setelah selesai bersiap, Afifah kemudian keluar kamar berjalan menuruni tangga menuju garasi rumah.
"Mau kemana Fi, tumben jam segini udah rapi. Kamu mau pergi kemana?" tanya Papa Afifah yang baru saja pulang dari kantor miliknya.
"Eh Papa ngagetin aja" seru Afifah memegang dadanya.
"Kamu mau pergi kemana sore sere begini?" tanya ulang Papa sembari berjalan mendekat ke arah Afifah.
"Aku mau pergi ke rumah Mommy sama Daddy Pa" jawab Afifah.
"Ke rumah mereka, mau ngapain?" tanya Papa dengan alis berkerut.
"Aku mau lihat keadaan Alex, kasian Pa dia sedang sakit. Sekalian aku juga ingin bicara sama dia" jawab jujur Afifah.
"Hah Alex! Papa nggak salah dengerkan ini. Kamu mau jenguk Alex" cebik Papa dengan mata melotot.
"Iya Pa, aku mau jenguk dia"
"Sayang, bukannya kamu sama Alex sedang beramtem?"
"Itu kemarin, sekarang udah enggak, aku udah maafin dia"
__ADS_1
"Ini seriusan. Kamu beneran udah maafin Alex?"
"Iya Pa aku serius. Sekarang aku sedang mencoba untuk ikhlas" jawab Afifah tersenyum.
"Emangnya kamu udah nggak merasa sakit hati lagi sama Alex hmmm?" tanya Papa Afifah yang seakan masih ragu dengan ucapan anaknya.
Pasalnya tadi pagi sebelum dia pergi ke kantor Afifah masih sangat benci dengan suaminya. Lalu kenapa tiba tiba saat dia pulang justru Afifah sudah memaafkan. Hal itu yang menjadi pertanyaan besar bagi Papa yang membuat dirinya masih merasa ragu.
"Sayang, kamu jangan terlalu memaksakan diri. Jika kamu belum ikhlas mending kamu jangan maksain buat memaafkan. Nanti yang ada kamu sendiri yang akan tersiksa. Papa nggak mau ya melihat kamu menderita, Papa juga nggak mau depresi kamu kambuh jika kamu memaksakan diri" ucap Papa Afifah sambil mengusap lembut kepala Afifah.
"Pa, aku beneran udah ikhlas. Aku udah Maafin Alex Pa, semua kejadian kemarin udah aku lupain. Jadi Papa jangan khawatir, ini semua memanglah kemauan aku sendiri, bukan paksaan" ucap Afifah mencoba meyakinkan papa nya.
"Lagi pula, aku dan Alex masih suami istri jadi nggak baik kan kalo kita berdua terlalu lama berantemnya. Nanti bukannya mendapat ketenangan yang ada malah dapat dosa" tambah Afifah.
"Syukurlah kalo kamu udah bisa maafin suami kamu. Jujur saja Fi, melihat kalian berdua berantem hati Papa ikut merasa sakit. Papa nggak tega jika harus melihat kalian saling bermusuhan, apalagi menjauhkan kalian seperti kemarin. Papa bener bener sangat tidak tega. Setelah ini Papa harap kalian bisa belajar dari masalah ini agar kedepannya tidak terulang lagi, Papa nggak mau jikalau harus melihat kalian beramtem lagi" ucap Papa didalam pelukan.
"Iya Pa, maafin kita ya. Gara gara kita beramtem Papa jadi ikutan mikir" ucap Afifah meminta maaf.
"Iya nggak papa, tapi lain kali jangan bertengkar lagi. Kalo ada salah paham bicarakan baik baik dulu, jangan langsung saling emosi" nasehat Papa dan dijawab anggukan kepala oleh Afifah.
Mereka berdua lalu melepaskan pelukan satu sama lain.
"Yaudah ya Pa, kalo gitu aku pamit dulu. Nanti keburu malem" pamit Afifah pada Papa nya.
"Hmmm... hati hati dijalan, kalo naik motor jangan kebut kebutan. Bahaya, kamu itu cewek bukan cowok" ucap Papa Afifah.
__ADS_1
"Kalaupun aku cewek juga nggak masalah. Aku nggak akan jatuh apalagi nabrak hanya karna ngebut dijalan raya" sahut Afifah.
"Fi, kalo kamu berani ngebut di jalan. Papa bakar motor kamu sekarang juga" ucap Papa Afifah sambil menatap tajam.
"Becanda pa becanda. Yaelah jangan galak galak gitu napa, nyeremin tau" cebik Afifah sambil memakai helm.
"Kalo kamu nggak mancing emosi Papa, papa juga nggak akan galak sama kamu" balas Papa.
Afifah hanya tersenyum menanggapi. Ia lalu menaiki motornya dan mulai melajukannya keluar gerbang menuju alamat rumah Mommy dan Daddy nya.
"Benar benar ya anak itu. Suka banget bikin orang naik darah" gerutu Papa setelah Afifah pergi.
"Hah.. semoga saja setelah ini rumah tangga mereka baik baik saja. Aku berharap tidak akan ada masalah yang menghampiri mereka lagi" lanjutnya seraya berbalik dan masuk ke dalam rumah.
____________________________________
𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥𝐤𝐚𝐧 𝐣𝐞𝐣𝐚𝐤
𝙇𝙞𝙠𝙚 𝙠𝙤𝙢𝙚𝙣 𝙫𝙤𝙩𝙚 𝐠𝐢𝐭𝐮
𝐁𝐢𝐚𝐫 𝐀𝐮𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐦𝐚𝐤𝐢𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐮𝐩𝐝𝐞𝐭 𝐛𝐚𝐛 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭𝐧𝐲𝐚.
𝐒𝐞𝐞 𝐲𝐨𝐮 𝐧𝐞𝐱𝐭 𝐞𝐩𝐢𝐬𝐨𝐝𝐞
𝐁𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐛𝐮𝐧𝐠.....
__ADS_1