
masih dihari dan situasi yang sama -
setelah saling berdebat akhirnya alex maupun Afifah saling berhenti karna lelah.
"yah mak, kok udahan sih adu bacotnya. " ucap agung
"iya nih, padahal lagi seru serunya. " ucap mike
"apalagi pas tadi emak sama bapak saling ngegass!! beh.. tambah gokil deh pokoknya. " ucap santi
"ayo dong pak mak gelud lagi, kita semua belum puas lihatnya tau." ucap sinta.
"Hooh, bener tuh, ayo dong lanjut lagi. " ucap siska.
"kalo mak sama bapak nggak lanjutin berantemnya kita sekelas bakal demo." ancam angga.
"mau demo? yaudah sono demo, dilapangan sekolah aja sekalian biar semua siswa satu sekolah denger!! nanti gue kasih mic juga biar suara lo pada kedengeran jelas!!." ucap alex yang muak dengan tingkah teman temannya.
"hehehee.. nggak jadi deh pak, nanti bukanya lanjut bacotnya malah kita semua yang kena semprott satu sekolah karna bikin keributan. " ucap angga cengingisan.
"pliss lah mak pak, lanjutin napa berantemnya, nyenengin hati anak itu dapat pahala gede tau. " ucap santi sok dramatis.
"dapat pahala gede mata lo!! yang ada lo pada yang dapet dosa gede. lagian di dunia ini mana ada anak yang nyuruh mak sama bapak mereka berantem yang ada itu anak nyuruh mereka untuk damai." oceh afifah sambil berjalan menuju papan tulis.
"kita kan anak special makanya beda dari manusia lain, ya nggak cah. " celetuk mike dan dijawab anggukan kepala oleh semua anak yang ada dikelas.
"bukan anak special tapi anak buangan yang nggak tau aturan makanya tingkahnya pada kayak gini." ucap pedas Alex
"ih, bapak kalo ngomong tajem banget." ucap siska.
"biarin.. lagian apa sih yang buat lo pada suka saat liat gue ama afifah berantem?. " tanya alex penasaran pasalnya setiap dirinya dan Afifah adu mulut maka semua anak malah menyorakinya dan mengompor ngompori mereka.
"lucu aja gitu lihatnya. "
"iya, apalagi kalo udah saling ngegas dan saling nyolot. tambah seru berkali kali lipat."
"kalo gue paling suka saat mareka gelud."
"gue suka semuanya karna selalu bikin gue ngakak lihatnya."
begitulah jawaban semua anak saat alex bertanya pada mereka.
"mil za, kantin yuk. haus nih gue gara gara habis debat sama tu cowok." ucap afifah pada sahabatnya yang saat itu sedang duduk dimeja depan.
"ayo, gue juga haus." jawab mila seraya berdiri dari duduknya.
"lo berdua aja, gue nggak ikut." seru iza yang saat itu masih fokus menonton video youtube, entah apa yang gadis itu tonton sampai dirinya tidak mau ikut sahabatnya.
"yaudah, lo mau nitip kagak?." tawar mila pada iza.
__ADS_1
"nggak, gue lagi nggak mood." jawab iza tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.
"kalo gitu kita pergi ya. " pamit mila dan dijawab anggukan kepala oleh iza.
"eh, bentar mil." cegah afifah saat mila hendak menarik tangannya keluar kelas.
"kenapa?. " tanya mila.
"gue kesana bentar, lo tunggu disini dulu jangan ninggalin gue. " ucap Afifah lalu berjalan menghampiri alex yang kala itu sedang rebahan dibelakang meja bersama aska dan diki.
"wolf." panggil afifah saat sampai disamping alex .
"hmmm.. apa?." ucap alex.
"minta duwit dong, gue haus nih mau ke kantin. " ucap afifah menyodorkan tangannya didepan alex.
"emang duwit lo kemana? udah habis?." tanya alex.
"bukan udah habis tapi bulan ini kan uang bulanan gue belom lo transfer!! makanya gue minta duwit ke elo!! buruan sini duwitnya nanti mila keburu ngambek karna nungguin gue. " jawab afifah.
"oh iya gue lupa bulan ini kan belum gue kasih, yaudah nih duwitnya sekalian beliin buat gue, gue juga haus. " ucap alex seraya menyodorkan uang 300 ribu kearah afifah.
"oke seyap, thank ya duwitnya. " ucap senang afifah.
"fi, iza ikut lo ke kantin juga?. " tanya aska yang sedanh berbaring disamping kiri alex.
"nggak, dia lagi duduk dimeja depan noh." jawab Afifah. aska mengangguk.
"kalo gitu gue pergi dulu ya. " pamit afifah pada alex dan dijawab anggukan kepala oleh alex.
"loncatin aja, lo kan pakai celana jeans." ujar diki.
afifah pun meloncati kaki diki namun tanpa sengaja dia menginjak tangan diki yang ada didekat kakinya.
"Akkhhh!!. " teriak kesakitan diki.
"eh sorry dik sorry, gue nggak lihat. " ucap afifah lalu dirinya pergi begitu saja bersama mila menuju kantin.
"Dasar tarzan sialan!! bukanya ngobatin tangan gue malah langsung pergi aja. " pekik diki sambil melihat kearah tangannya yang sedikit lecet karna diinjak afifah.
"lebay.. luka dikit gitu aja udah ngeluh kesakitan. " sindir alex.
"dikit gini tapi perih g0blok!! lo kira sepatu bini lo itu nggak tajem apa!!." ucap diki sedikit ngegas.
****
"mau pesen apa fah. " tanya penjual kantin yang memang sudah akrab dengan afifah dkk.
"es jeruk 2 bulek." jawab afifah.
"kalo mila mau pesen apa?." tanya penjual kantin pada mila.
"es teh aja bulek satu sama gorengannya 5000." jawab mila.
__ADS_1
penjual kantin tersebut langsung membuatkan pesanan Afifah dan mila.
"bulek, kita tunggu disana ya. " ucap mila sambil menunjuk salah satu meja kantin.
"iya, nanti kalo sudah jadi bulek antar kesana. " jawab penjual kantin.
mila dan Afifah pun lalu duduk dimeja yang ada dikantin tersebut sembari menunggu pesanan mereka jadi.
"fi. " panggil mila.
"apa?. " sahut afifah.
"itu bukannya reza ya? ngapain dia berdiri sendirian disitu?." ucap mila sambil menunjuk kearah reza yang sedang berdiri termenung dipojok kantin.
"lah iya, kenapa tu anak!! kayak ada masalah, gue samperin dulu ya mil, kasian gue lihatnya." ucap Afifah.
"iya buruan samperin, lo kan sahabatnya dia juga barangkali dia butuh elo. " ucap mila.
Afifah pun berjalan menuju kearah reza.
"za, reza. " panggil afifah sambil menepuk pundak reza.
reza tetap diam saat Afifah memanggil namanya. Afifah pun kembali memanggil nya berkali kali sampai akhirnya reza tersadar dari lamunannya.
"eh, iya kenapa fi?. " tanya reza sedikit kaget.
"gue panggilin dari tadi kenapa nggak nyahut²." ucap Afifah
"sorry, gue tadi sedikit ngelamun. " ucap reza.
"lo ada masalah ya? kalo iya cerita aja ke gue, gue siap kok dengerinnya. " ucap afifah.
*masalah gue itu elo fi* batin reza sambil tersenyum kearah afifah
"nggak ada kok, kalo gitu gue pergi dulu ya mau ke kelas. " pamit reza lalu pergi meninggalkan afifah.
"kok gue ngrasa akhir akhir ini reza kayak jauhin gue ya!! apa dia marah ya sama gue ? tapi perasaan gue nggak buat salah." gumam Afifah.
afifah tak ambil pusing lalu dia kembali menghampiri mila kemudian berjalan ke kelas setelah pesanannya jadi.
.
.
jgn lupa tinggalkan jejak ya man teman🤗
LIKE.. 👍👍
KOMEN.. 💬💬
RATE BINTANG LIMA..⭐
karna itu sangat berharga bagiku💙
__ADS_1
.
.