WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 153 : Flashback 7


__ADS_3

Patah hati membuat seseorang menjadi gila bahkan sampai kehilangan akal. Kehilangan orang yang sangat kita cintai memang sangat menyiksa diri dan memyakiti hati kita sendiri.


Mungkin ini yang sedang dialami oleh Justin. Akibat sebuah kesalah pahaman membuat hubungan yang dia dan Afifah bangun selama 10 tahun ini harus sirna. Afifah memilih pergi meninggalkan Justin karna merasa kecewa dan sakit hati. Begitupula dengan Justin, keadaan dirinya tidak jauh berbeda seperti Afifah bahkan terkesan lebih dari apa yang dirasakan Afifah.


Rasa takut kehilangan akan sosok yang dicintai membuat Justin mulai kehilangan akal, dia memilih jalan pintas untuk tetap selalu bersama selamanya tanpa memikirkan akibatnya.


Seperti sekarang, saat ini dirinya tengah asik melucuti satu persatu pakaian yang sedang dikenakan oleh Afifah. Mulai dari ikat rambut, topi, sepatu dan baju satu persatu Justin lepaskan dari tubuh Afifah dan hanya menyisakan rok pendek sebatas paha serta bra yang dipakai Afifah.


"Astagaa Vita... tubuh mu ini benar-benar sangat menggoda sekali. Ternyata benar jika kamu memang memiliki tubuh yang sangat seksi sekali, aku kira hanya rumor belaka. Selama ini aku tidak terlalu memperhatikan nya dan sekarang aku mengakui jika tubuhmu memang sangat seksi dan menggoda Vita" decak kagum Justin saat melihat tubuh Afifah.


"Meskipun kita masih kelas 1 smp tapi kamu memiliki bentuk tubuh seperti seorang wanita dewasa. Oh Vita.. aku semakin tak tahan untuk memiliki mu sepenuhnya" lanjut Justin.


"Jangan Je, jangan. Tolong jangan sepeti ini, aku pengen pulang. Hiks.. hikss.. hiks.. aku pengen pulang. Tolong lepasin aku Je" mohon Afifah dengan berurai air mata.


"Nggak, sampai kapan pun aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu mau balikan lagi. Vita, sekarang aku kasih kamu 2 pilihat. Pertama kamu mau balikan atau kedua aku akan melakukan cara kasar agar kita dapat bersama lagi" ucap Justin.


"Vita nggak mau semua. Vita cuman pengen pulang, kasian bang Fian nanti nyariin. Hari ini Mama sama Papa juga pulang, Vita takut nanti abang dimarahin karna dikira Vita hilang, padahal lagi sama Jeje" jawab Afifah yang masih menangis.


"Ouhh baiklah, jadi Vita lebih memilih aku melakukan cara kedua dari pada pertama. Oke.. tunggu lah Vita, aku pastikan hari ini kamu akan menjadi milikku selamanya. Hahahah.. "


"Jangan"


Brak


Terdengar bunyi dobrakan pintu yang sangat keras membuat Juatin yang kala itu hendak melepaskan bra Afifah menjadi diurungkan.

__ADS_1


"Justin! apa apaan ini?! Lepasin Vita" teriak marah Fian.


"Bang Fian, bang tolongin Vita bang. Jeje mau perkosa Vita dan dia juga mau hamilin Vita, Vita takut bang. Vita nggak mau nikah sama Jeje, vita nggak mau hamil. Hiks.. hiks.. hiks.. "


"Dasar brengs*k! berani sekali lo mau perkosa adik haa? Lo itu masih smp. Nggak sepantasnya lo berbuat seperti ini"


"Bang Fian jangan ikut campur, ini urusan ku sama Vita. Aku cinta sama dia dan aku juga sayang sama dia tapi dia malah nggak mau lagi lihat Wajahku. Hanya dengan cara ini aku bisa milikin Vita, jadi abang jangan mencegahku atau menghalangiku"


"Kurang ajar!!"


Bugh


Bugh


Plakk


Bugh


Dugh


Tanpa aba-aba Fia langsung menghajar Justin tanpa ampun membuat Justin yang kala itu belum sepenuhnya siap menjadi jatuh tersungkur dengan luka lebab bekas tonjokan sangat banyak ditubuhnya.


"Rasain tuh, makanya jangan berani macam-macam sama adik gue! ngerti nggak lo!! " peringat Fian dengan emosi mengebu.


Dia pun menoleh ke arah samping dan melihat adiknya yang sedang ketakutan sambil menangis. Melihat hal itu hati Fian ikutan sedih, lantas dia melepas jaket miliknya dan memakaikan pada adiknya untuk menutupi tubuh setengah telanjang adiknya.

__ADS_1


"Tenang lah Vita, ada abang disini. Kamu jangan takut. Abanga akan lindungin kamu dari cowok bejat ini. Sekarang ayo kita pulang " ucap lembut Fian pada Afifah sambil sesekali mencium kening Afifah berharap rasa takut didalam hati Afifah segera hilang.


Dalam keadaan babak belur, Justin berusaha kabur dengan merangkak secara mengendap-ngendap. Namun sialnya Fian mengetahui hal itu membuat Justin harus berlari kencang agar tak bisa tertangkap Fian tanpa memperdulikan luka ditubuhnya.


Mereka berdua terus saling mengejar diikuti Afifah yang juga ikut berlari dibelakangnya untuk mencegah abangnya. Saat sampai disebuah gang, Fian kehilangan jejak Justin membuat dirinya semakin kesal.


Sedangkan disisi lain, saat ini Justin sedang duduk diatas mobil. Matanya tak sengaja melihat Fian sedang berdiri tepat ditengah jalan membuat otaknya tiba-tiba mendapat hal gila, dengan senyum yang mengerikan Justin lantas menancapkan gas mobil miliknya dan melajukannya ke arah Fian dengan kecepatan tinggi.


"Sampai jumpa bang Fian. Hari ini aku bakal beri kamu pelajaran karna sudah berani mengacaukan rencana ku dan merebut kembali Vita dari genggamanku. Rasakan ini bang Fian. Hahahahaa..." ucap Justin sambil tertawa.


Justin terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Afifah yang kala itu hendak memghampiri abangnya melihat mobil Justin sedang berjalan kencang ke arah abangnya membuat dirinya langsung histeris.


"BANG FIAN! AWAS!!"


Brakk


Benar saja setelah Afifah berteriak mobil Justin langsung menabrak tubuh Fian membuat tubuh Fian terpental jauh beberapa meter dengan luka yang sangat serius.


Akibat tabrakan itu membuat sejumlah pengendara dibelakang Justin menjadi oleng dan terjadilah kecelakan beruntun dijalan itu.


"ABANG!! Hiks.. hikss.. bangun bang bangun, jangan tinggalin Vita bang, ayo bangun abang " tangis Afifah kala menghampiri tubuh Fian yang sudah tergeletak dipinggir jalan dengan sejumlah luka ditubuhnya.


______________________________________


Jangan lupa tinggakan jejak🤗

__ADS_1


Like komen gitu😁.


See you next episode😘


__ADS_2