WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 258 : Makanan


__ADS_3

"Hais ini emak sama bapak kemana sih, lama banget kagak turun turun" gerutu Siska yang sejak tadi masih duduk menunggu di ruang tamu bersama anak lainnya.


"Tau tuh, udah hampir setengah jam juga" sahut Angga kesal.


"Jangan jangan mereka lagi aneh aneh disana" ujar Mike tiba tiba membuat semua temannya menoleh ke arah dirinya.


Plak


Seketika sebuah tangan kecil dan lentik menepuk pundaknya secara kasar membuat sang empu mengaduh kesakitan.


"Hus mulut lo lamis banget sih. nanti kalo tiba tiba bapak atau emak muncul dan denger omongan lo bisa habis lo kena ajar mereka" ucap Santi sedikit menepuk kasar pundak Angga.


"Aduh sakit bego!" umpat Angga meringis kesakitan.


"Sukurin suruh siapa ngomong nggak di filter" ucap Sinta.


"Ya habisnya lama bener sih gimana gue nggak overthingking coba" balas Angga.


"Mungkin aja lagi nyiapin apa gitu atau ngapain kek makanya lama" ujar Agung menyahut.


"Mungkin aja sih, btw apa gue susul aja kali ya. kepo juga gue mereka masih ngapain" ucap Mike seraya hendak berdiri namun dengan cepat di cegah oleh siska.


"Eh kampret! jangan ngawur lo, ini di rumah orang bukan rumah lo. jangan bertingkah deh, nggak sopan tau nggak" sebal Siska menarik keras baju Mike agar terduduk kembali.


"Apasih lepasin gue, orang gue cuman lihat doang juga" decak Mike yang mencoba melepaskan genggaman tangan Siska dari bajunya.


"Wah ni bocah bener bener ya, woy curut lo bisa diem nggak sih" kesal Siska yang makin mempererat cengkraman tanganya.

__ADS_1


Dari atas tangga Alex yang baru saja turun dan melihat Siska dan Mike bertengkar lantas segera menghampiri.


"Ada apaan ini? Siska curut lo berdua kenapa?" tanya Alex menatap bingung seluruh teman sekelasnya.


"Biasa Lex, lo kayak nggak tau teman sekelas kita sih" jawab Diki.


"Yaelah kurang kerjaan banget, udah sana bubar, ngapain sih pake acara berantem segala. Sumpek mata gue lihat lo berdua" ucap Alex sembari memisahkan kedua temannya.


"Dia dulu pak yang mulai"


"Enak aja gue, elo kali. Eh pak asal bapak tau ya ni curut satu yang ngeselin ini tadi mau nyusul bapak di atas sama emak katanya mau lihat kalian kenapa lama bener turunnya yaudah lah gue cegah, kan namanya nggak sopan kalo keliaran di dalam rumah orang tanpa izinnya" adu Siska melirik sinis.


"Hah yang bener?!"


"Iya pak, suer dah kalo nggak percaya tanya aja sama anak anak lain" jawab Siska membenarkan.


Seketika Mike langsung tersenyum kikuk saat sorot mata tajam milik Alex beradu pandang dengan manik matanya.


Alex hendak menyahut tapi suara ketukan pintu dari luar membuat atensi nya teralihkan begitu juga dengan anak kelas XII - 3 yang juga ikut menoleh.


"Siapa Lex?" tanya Aska penasaran.


"Nggak tau juga gue, coba gue lihat dulu" jawab Alex menggeleng lalu dia berjalan menghampiri pintu.


Dan setelah dibuka ternyata yang datang adalah salah satu karyawan restoran milik Alex yang sedang membawa pesanan yang bosnya minta. Alex pun lantas menyuruhnya untuk menaruhnya di dapur dan setelah itu karyawan itu pun pamit pergi.


"Apaan itu tadi Lex? gede banget bungkusnya?" tanya Mila sedikit penasaran.

__ADS_1


"Makanan, gue tadi minta ke sekertaris gue buat kirimin beberapa menu kesini karena gue nggak sempat masak" jawab Alex.


Mila mangut mangut menanggapi.


"Sekertaris?" ucap ulang Agung dengan dahi berkerut.


"Hm sekertaris restoran gue"


"Apa restoran? jadi bapak punya restoran?" pekik Santi dengan wajah kagetnya.


"Iya punya, namanya AL'RESTO. Restoran itu udah gue bangun semenjak gue masih kelas 3 smp" jawab Alex membenarkan.


"Wtf! demi apa ini seriusan? wah gila itukan restoran terkenal di kota ini, gue sama keluarga gue sering mampir disitu karena masakannya enak eh nggak taunya itu punya lo bapak" seru Sinta melotokan matanya.


"Iya, udahlah kalo gitu mending kita semua makan dulu aja yuk gue tau lo semua pada laper" ajak Alex.


"Hehehe bapak tau aja"


"Iya tuh, tapi ngomong ngomong emak gimana?"


"Kita tunggulah paling sebentar lagi udah turun" jawab Alex.


Mereka mengangguk lalu berjalan memgikuti Alex masuk ke dalam dapur dan duduk di atas kursi makan.


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.

__ADS_1


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya


__ADS_2