WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 246 : Gelap gulita


__ADS_3

Sedangkan di sisi lain.


Berbeda dengan Alex yang sibuk berlari kesana kesini untuk mengatur rencananya. Saat ini Afifah malah sedang asik berbincang dengan kedua sahabatnya.


Afifah duduk di kursi sebelah kanan tempat duduk Alex. Dia duduk bersama dengan Iza, Mila, dan siswi lainnya.


"Yaelah bisa diem kagak sih tangan lo, jangan lo sentuh nanti bulu mata palsu lo bisa lepas" cebik Mila menepis pelan tangan Afifah yang sedari tadi sibuk memegang megang bulu matanya.


"Apaan sih, lepasin tangan gue" balas Afifah menghempaskan tangan Mila di pergelangannya.


Dia lalu mengangkat tangannya dan hendak kenbali memegang bulu matanya namun dengan cepat Mila kembali menahan.


"Jangan Fi, mata lo bisa genjeng kalo lo copot! lo kalo dibilangin susah bener ya, disuruh diem malah mau di pegang lagi" seru Mila lagi.


"Kagak enak Mil, mata gue rasanya berat buat kedip kalo gue make ini" ucap Afifah.


"Lagian aneh-aneh aja, gue udah punya bulu mata sendiri ngapain sih di kasih beginian segala" lanjutnya mendumel.


"Ya beda, bulu mata lo tipis jadi kagak kelihatan. Udahlah lo diem bentar dulu napa sih, kagak usah betingkah. Make up lo nanti bisa hancur, baru beberapa jam juga masa iya udah jadi badut" sahut Iza mencibir sebab merasa gemas dengan tingkah sahabatnya.


Afifah hanya melirik sambil cemberut memanyunkan bibirnya tanpa membalas ucapan Iza. Dari kejauhan Alex yang kini sudah berdiri di sebelah kiri panggung setelah sebelumnya membersihkan darah pada pergelangan tangannya di kamar mandi nampak menyunggingkan senyum tipis melihat mereka bertiga.


Meskipun tidak tau apa yang mereka bicarakan namun hanya dengan melihat wajah kesal Mila dan Iza serta wajah cemberut Afifah, Alex sudah dapat menebak apa yang terjadi.


Pasti istrinya sedang membuat ulah, tingkahnya yang tomboy dan barbar Alex yakin jika istrinya sedari tadi pasti sangat ingin melepas pakaiannya sehingga membuat kedua orang sahabatnya merasa kesal. Setelah puas melihat ke arah Afifah, Alex kemudian berjalan sedikit menyamping.


"Huttss hutts" Alex berdesut memanggil salah satu anak yang duduk di dekatnya membuat anak tersebut menoleh kaget.


"Matikan sekarang" ucapnya dengan nada yang sangat pelan, bahkan saking pelannya hanya gerakan mulut yang terlihat, suaranya sama sekali tak terdengar keluar.


"Apa?" tanya bingung anak itu.


"Matikan sekarang" jawab ulang Alex.


"Oh oke, tunggu sebentar" balas anak itu mengacungkan jempol lalu dia berjalan menuju pusat saklar yang berada di koridor dekat dengan kantor guru.


Setelah sampai di sana dengan gerakan hati-hati anak itu segera memencetnya sehingga membuat seluruh lampu di ketiga gedung sekolah mati secara bersamaaan.


Tak


"Aaaaa... "


Seketika suara histeris dan teriakan ketakutan disertai kepanikan langsung terdengar di dalam pesta.

__ADS_1


Siswa siswi yang belum mengetahui kalo ini adalah bagian rencana Alex terlihat ketakutan, mereka ada yang berlari kesana kesini berteriak heboh sembari menjerit² takut, ada juga yang duduk meringkuk di bawah meja, bahkan ada juga yang sampai menangis.


Namun tidak berlangsung lama sebab seseorang yang berada di sekitar mereka memberitahukan hal tersebut sehingga para siswa siswi itu kembali tenang dan tidak panik. Begitu pula dengan Afifah dkk.


Ketiga gadis itu juga nampak kaget, suasana yang tadinya meriah banyak lampu sana sini kini tiba tiba saja mendadak mati. Mila dan Iza nampak saling pegangan tangan satu sama lain, sedangkan Afifah dia berpencar sendiri. Keributan yang terjadi akibat teriakan siswa siswi tadi membuat Afifah menjadi jauh dengan kedua sahabatnya karena kesenggol sana sini.


"Fi Za, ini kenapa mati lampunya?" tanya Mila merinding sambil memegang erat tangan Iza.


"Gue juga nggak tau Mil" jawab Iza memegang balik tangan Mila.


"Mil Za, kalian dimana. Pegangin tangan gue, gue kagak bisa lihat" ucap Afifah sambil meraba raba sekitar.


"Gue ada disini, lo ada dimana?" sahut Iza.


"Gue, gue nggak tau. Gue nggak bisa lihat, Za tolongin gue. Gue takut" ucap Afifah lagi.


Iza yang mendengar suara Afifah meminta tolong lantas berusaha mencari. Meski dalam keadan gelap tapi dia masih sedikit bisa melihat walau remang remang karena sinar cahaya bulan yang malam itu kebetulan terang.


Tetapi belum juga ia dan Mila melangkah tiba-tiba seseorang dari belakang menarik mereka dan langsung menutup mulut mereka serta menyeretnya menjauh dari tempat Afifah membuat mereka berdua panik. iza dan mila semakin ketakutan.


"Ah tolo... "


"Husst jangan teriak ayang. Ini aku pacar kamu" bisik Aska tepat di telinga Iza sebelum wanita pujaan hatinya berteriak histeris.


"Iya ini aku ayang, jangan teriak dan jangan panik ya. Ini semua adalah rencana Alex, dia yang bikin semua ruangan ini mati" jawab Aska.


"Tapi untuk apa? kenapa sampai mematikan lampu seluruh gedung?" tanya Iza masih bingung.


"Ceritanya panjang, nanti aku ceritain. Intinya sekarang ayang diam aja, jangan gerak atau menolong Afifah oke?" ucap Aska. Iza pun mengangguk.


Tak berbeda jauh dengan dirinya, Mila yang juga di seret seseorang juga nampak kaget sekaligus takut. Bayangkan saja dalam keadaan gelap gulita tiba tiba saja tubuhnya di tarik ke belakang, orang mana yang tidak ketakutan jika berada di posisi seperti itu.


"Woi bangs*t!! lepasin gu..."


"Husst, diem mulut lo. Jangan teriak, ini gue Diki" ucap Diki yang ikut berbisik di telinga Mila membuat Mila seketika melotot.


"Hah elo, dasar kadal sialan!! ngapain lo nyeret gue ha? mau ngajak berantem lo. Gue kaget tau nggak, lo itu bi.. "


"Hustt, jangan berisik. Di suruh diem malah nyerocos, jangan buat suara dulu" seru Diki yang kembali membekap mulut Mila sebelum gadis itu menyelesaikan ucapannya.


"Kenapa emangnya, suka suka gue lah. Lepasin tangan lo, nggak usah meluk gue. Minggir, gue mau pergi kesana, kasian tuh Afifah sendirian disana" berontak Mila di pelukan Diki.


"Heh bisa anteng nggak sih lo, di suruh diem malah bertingkah. Kalo lo berani kesana gue gampar pipi lo mau?" ancam Diki sambil melotot.

__ADS_1


Seketika Mila langsung diam.


"Emang kenapa sih gue nggak boleh kesana? Afifah sendirian disana bego! dia nggak bisa lihat, lo nggak kasian apa dia ha?" ucap Mila sedikit nyolot.


"Ya kasian lah, tapi mau gimana lagi. Semua ini rencana Alex, jadi gue nggak bisa ngapa ngapain. Mau nolongin yang ada nanti gue di amuk sama dia, lo kan tau dia kalo ngamuk serem gitu. Gue nggak mau ya muka ganteng gue jadi bonyok gara² nolongin Afifah" ucap Diki.


"Apa Alex? jadi dia yang matikan semua lampu tiga gedung ini?" tanya Mila kaget.


Diki mengangguk.


"Untuk apaan emang? kurang kerjaan banget, ini kan lagi pesta terus kenapa malah di matikan lampunya?' tanya Mila lagi.


"Malam ini dia mau bikin kejutan sama bininya makanya di matikan" jawab Diki.


"Kejutan? kejutan apa?"


"Ada pokoknya, nanti lo juga tau sendiri. Intinya sekarang lo diem aja dulu, jangan gerak ataupun berisik. Dan juga jangan lo respon atau nolongin Afifah, biarin dia seperti itu. Pokoknya kita ikuti aja rencana Alex, ngertikan?"


"Iya ngerti, tapi lepasin dulu pelukannya. Enak banget lo mau nyari kesempatan buat meluk gue" cebik Mila.


"Idih gr banget lo, siapa juga yang mau nyari kesempatan. Badan kek triplek gitu aja dibanggain" ucap Diki yang langsung melepaskan pelukannya.


⚠️⚠️ MOHON DI BACA ⚠️⚠️


Mohon maaf untuk sekarang ini aku cuman mau bilang kalo novel Pasangan Barbar ini akan kembali vakum.


Karena kesibukan real life yang sangat luar biasa sehingga tidak bisa up untuk sementara waktu. Sebenarnya masih bisa up tapi dalam kurun waktu seminggu sekali, itupun juga tidak banyak. Mungkin cuman satu dua bab.


Nah makanya aku memutuskan untuk vakum aja dari pada up sedikit²kan malah bikin leeg, yang ada malah lupa sama jalan cerita atau kesan ceritanya. Tetapi tenang aja, vakumnya nggak lama kok.


Nggk kyak dulu, palingan awal november udah bisa up rutin lagi. So, sekali lagi author minta maaf ya😁.


Btw aku emang sengaja ulur alurnya soalnya buat ngepasin jadi nanti pas udah selesai vakum dan updet lagi itu pas bagian Alex ngasih kejutannya jadi feel untuk bab kedepannya dapet.


Dan mohon maaf klo makin kesini ceritanya makin amburadul atau jelek dan bosenin karena keterbatasan waktu updet jadi idenya nggak sebagus biasanya, kata²nya pun nggak serinci dulu.


Tapi nanti setelah vakum aku akan fokusin buat perbaiki lebih bagus dan melanjutkannya sampai tamat.


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙.

__ADS_1


__ADS_2