WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 109 : Main Basket


__ADS_3

Setelah ganti baju mereka berdua berjalan keluar kamar menuruni tangga dan pergi menuju halaman belakang dimana disana terlihat Mommy dan Daddy nya sedang duduk santai disalah satu kursi yang ada disana.


"Mom Dad. " sapa Alex dan Afifah bersamaan.


"Kalian berdua mau kemana?. " tanya Daddy Alex.


"Mau main basket Dad, bosen dikamar mulu. " jawab Afifah.


"Memangnya kamu bisa main?. " tanya Mommy Alex.


"Sedikit sih, soalnya Afifah nggak terlalu minat main bola basket, Afifah lebih suka main bola volly sama futsal. Tapi nanti kata Alex dia mau ajarin. " jawab Afifah.


"Oh begitu, yaudah kalo kalian mau main kenapa kalian masih disini? nanti keburu magrib loh. " ucap Mommy Alex.


"Iya mom. Ini juga mau kesana, ayuk Fi. " ajak Alex seraya menggandeng tangan Afifah.


Mereka berdua pun segera pergi menuju lapangan yang ada dihalaman belakang. Sebelum bermain mereka berdua tampak pemanasan dulu lalu setelah itu baru mulai.


"Fi oper bola nya kesini. " ucap Alex pada Afifah saat ditengah tengah permainan.


"Oke. " jawab singkat Afifah lalu melempar bola itu pada Alex.


"YES!! Masuk. " seru Alex saat dia berhasil memasukan bola kedalam ring basket.


"Sekarang giliran gue yang masukin. " ucap Afifah sambil mengambil bola itu lalu dia mulai mendrible bola dan melemparnya.


Tapi sayangnya gagal karna lemparannya meleset.


"Yah, gagal. " ucap Afifah lalu dia kembali mendrible bola dan melemparnya namun lagi lagi gagal.


"Dasar Tupai pendek. Dari tadi gagal terus." cebik Alex yang merasa greget sendiri saat melihat Afifah beberapa kali gagal memasukan bola ke dalam ring karna tangannya tidak sampai.


"Enak aja, gue nggak pendek ya. Gue ini masih masa pertumbuhan jadi ya wajar kalo nggak nyampe." ucap Afifah tak terima jika sudah disinggung mengenai tinggi badan.


"Heleh. Masa pertumbuhan apaan?! Kalo pendek pendek aja. Lagian gue heran sama elo, perasaan orang belanda itu rata rata tinggi lah elo kenapa malah pendek. " ucap Alex meledek.


"Ya ini keturunan gen nya mama, makanya gue pendek. Coba aja gue nurun papa pasti gue tinggi secara papa itu kan asli penduduk belanda sedangkan mama penduduk indonesia." balas Afifah.


"Tapi untungnya rambut gue pirang sama kayak papa dan mata gue juga biru sama kayak punya papa jadi meskipun pendek gue tetap keren dan pastinya cantik, imut, dan gemesin karna muka blasteran gue. " lanjut Afifah.


"Eh tapi mama juga nggak kalah bagus sama papa. Meskipun mama rada pendek tapi bentuk tubuh mama sangat aduhai dan muka mama cantik banget udah gitu awet muda lagi, untung nurun ke gue. Jadi makin sempurna fisik gue. Lo harus bersyukur karna punya istri kayak gue." tambah Afifah membuat Alex mendengus.

__ADS_1


"Bersyukur apanya, yang ada gue harus berhati hati karna pebinor dimana mana. " balas Alex.


"Pelakor juga banyak. Lo kira emang elo doang yang berjuang, gue juga berjuang kali. Ngusir para pelakor nggak gampang, andaikan gue laki gue mah ngajak baku hantam udah kelar, lah ini masalahnya cewek masa mau gue ajak gelud. Ya nggak level dong. Pastesnya kalo diajak adu kecantikan baru mereka mundur. " sahut Afifah.


Dia pun kemudian lanjut mendrible bola dan berusaha fokus untuk memasukan bola tapi lagi lagi Afifah harus gagal dan hal itu membuat Alex greget melihatnya.


"Udah sini biar gue aja yang masukin. Lama lama emosi gue lihat elo gagal mulu. " ucap Alex seraya merebut bola dari tangan Afifah namun segera diambil kembali sama Afifah.


"Nggak. Gue aja yang masukin." tolak Afifah.


"Gue aja, kalo elo yang masukin nanti sampe malam juga kagak bakal berhasil." ucap Alex yang kembali berusaha merebut bolanya.


"Ya makanya ajarin. Tadi katanya mau ngajarin gue. " ucap Afifah sambil menyembunyikan bola itu kebelakang tubuhnya.


"Oh iya, gue lupa. Yaudah sini lo naik ke pundak gue biar lo bisa masukin kedalam ring. " perintah Alex sambil jongkok.


"Haa naik ke pundak elo?! Nggak mau ah.. Nanti kalo gue jatuh gimana?. " tolak Afifah seraya menggelengkan kepalanya.


"Jatuh ya nyungsep, pake nanya lagi." balas Alex.


"Tuh kan. Kenapa pake nawarin kalo udah tau nanti bakal jatuh. " ucap Afifah sambil cemberut.


"Buruan naik. " perintah Alex.


"Iya iya. Dasar bawel, cowok kok cerewet." cibir Afifah.


"Gue cerewet nya juga cuman sama elo, kalo sama yang lain mah bodo amat. Karna mereka bukan urusan gue, lah kalo elo itu kan istri gue jadi udah pasti tanggung jawab gue dan urusan gue jadi wajar kalo gue bawel. " Sahut Alex.


*Dan juga gue sayang dan cinta sama elo. Makanya gue peduli sama keadaan elo karna elo cinta pertama gue plus orang yang mampu nyembuhin trauma gue dan bikin hidup gue jadi berwarna* batin Alex.


"Pastesan setiap kali gue ngapa ngapain selalu aja diomelin sedangkan sama yang lain lo masa bodo banget. Ups.. gue lupa kan emang elo dasarnya manusia cuek seangkasa, jadi nggak heran ngelihatnya. " ucap Afifah sambil tersenyum.


"Mau naik atau mau gue ceburin ke kolam?. " tanya Alex ketus.


"Oke gue diam nih, jangan marah gitu dong. " jawab cepat Afifah.


Afifah pun perlahan naik ke pundak Alex sambil memegangi kepala Alex agar tidak jatuh dan Alex mulai berdiri.


"Sekarang lempar bolanya. " perintah Alex saat mereka berdua berdiri didepan ring dengan jarak hanya beberapa centi saja.


"Pegangin kaki gue. Jangan sampai jatuh. " ucap Afifah sebelum melepaskan tangannya dari kepala Alex.

__ADS_1


"Iya, ini juga udah gue Pegangin." ucap Alex.


Afifah pun mulai ancang ancang melempar bola dan --



"HOREE MASUK...!!." girang Afifah karna berhasil memasukan bola kedalam ring.


"Masuk sih masuk tapi jangan lompat lompat gitu napa. Nanti kalo jatuh gimana?. " tegur Alex yang merasa kesusahan menjaga keseimbangannya.


"Hehehee.. maaf, gue lupa kalo sedang digendong. " balas Afifah terseyum lalu menundukan kepalanya.


Cup


Afifah mengecup sekilas bibir Alex dari atas membuat Alex seketika mematung.


"Lo nyium gue. " ucap Alex tak percaya sambil mendongak keatas untuk melihat wajah Afifah.


"Hmm.. emang cuman elo doang yang bisa nyium gue semau elo, gue juga bisa kali." jawab Afifah.


" Kenapa ekspresi lo begitu? nggak suka? kalo nggak suka gue lain kali nggak bakal nyium lo lagi deh, sorry buat yang tadi. " lanjut Afifah saat melihat ekspresi Alex yang hanya diam.


"Jangan. Gue suka kok, tadi gue cuman kaget aja makanya gue diam. " jawab cepat Alex.


"Masa. Coba deh gue ulang. " ucap Afifah lalu kembali mengecup sekilas bibir Alex.


"Dasar Tupai centil, sekarang udah pinter bikin orang kena serangan jantung ya." ucap Alex sambil menoel hidung Afifah.


"Hahahahaha.... Balas dendam, itulah yang gue rasain tiap lo nyium gue tiba tiba." ucap Afifah tertawa yang masih gendong dipundak Alex.


.


jangan lupa LIKE KOMEN nya🤗


Aku udah crazy up 2 bab loh, jadi jangan pelit pelit buat tekan tombol jempolnya👍.


See you next episode😘


semoga kaLian masih betah buat ngikutin alur cerita ini💙


.

__ADS_1


__ADS_2