WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 267 : Ellie


__ADS_3

"Oh jadi ini ruangan kamu" ucap orang itu begitu dia masuk ke dalam.


Papa Justin yang kala itu sedang duduk bersandar di kursi sofa sambil memejamkan mata seketika langsung menoleh dan detik berikutnya matanya nampak membulat sempurna begitu melihat siapa yang datang.


"Kamu... " pekik Papa Justin sedikit terkejut.


Sedangkan yang di tatap hanya tersenyum tipis melihat reaksi kaget Papa Justin. Ia pun lantas berjalan mendekat dan ikut mendudukan dirinya di sofa tersebut.


"Huh! nggak nyangka banget ya, setelah sekian lamanya mencari sana sini akhirnya aku bisa nemuin keberadaan kamu juga" ucap orang itu sambil menghembuskan nafas lega seraya menoleh ke arah Papa Justin.


"Ngapain kamu kesini! cepat pergi atau aku akan panggil keamanan buat usir kamu" seru Papa Justin yang tampak tak suka dengan kehadiran orang tersebut.


"Eitss santai dulu, jangan emosian kenapa sih. Kita ngobrol sebentar dulu, masa iya tamu baru dateng udah disuruh pergi" ucap orang itu.


"Oh ya ngomong ngomong setelah enam belas tahun lamanya berpisah sepertinya hidup mu tampak berubah ya, aku lihat kamu makin sukses dan kaya. Bahkan sudah memiliki perusahaan sendiri yang sangat terkenal di negeri kincir angin ini, nggak seperti dulu yang hanya jadi seorang pegawai pabrik" sambung orang itu.


"Cukup Ellie, nggak usah basa basi. Kamu kesini mau apa atau aku benar benar akan memanggil keamanan untuk menyeret paksa kamu keluar dari ruanganku" cebik Papa Justin dengan mata melotot.


"Hah.. sebegitu nggak sukanya kamu lihat aku, apa karena kamu masih sakit hati karena dulu aku meninggalkan mu demi kekasih ku hm? duh kasian banget sih, sepertinya mantan suami ku masih belum move on ya sampai sampai melihat ku saja sudah membuatnya emosi hahahaha... " ledek orang itu yang ternyata adalah mantan istrinya Jeff alias mama kandungnya Justin bernama Ellie.


Seorang wanita yang enam belas tahun lalu pernah meninggalkan suami dan anaknya yang masih berusia dua tahun demi bersama seorang pria kaya disaat ekonomi Papa Justin sedang memburuk.


Dia datang kembali karena ingin bertemu dengan putranya lagi. Ellie dan Jeff sempat bertemu lagi setelah enam belas tahun saling pisah sekitar dua bulan lalu waktu Jeff sedang ada bisnis di negara Norwegia. Dan pertemuan pertama itu membuat Ellie menjadi kepikiran dengan anaknya.


Namun Jeff tak mau memberitahu atau memperlihatkan Justin kepada mantan istrinya sehingga membuat Ellie berusaha mencari informasi dan hari ini akhirnya dia berhasil menemukan keberadaan mantan suaminya.


"Aku bilang cukup! kalo kamu kesini hanya untuk bicara omong kosong lebih baik kamu keluar, parasit hina seperti mu tidak pantas berada di gedung perusahaanku" ucap ketus Papa Justin yang hendak menarik tangan Ellie untuk menyeretnya pergi namun dengan cepat Ellie langsung menghindar.


"Sabar dulu, iya fine aku akan pergi dari sini tapi setelah aku bertemu dengan Justin" ucap Mama Justin sambil mengangkat kedua tangannya ke depan.


"Justin? untuk apa kamu mau menemuinya?" bentak Jeff yang terlihat kesal setelah mendengar nama putranya di sebut oleh mantan istrinya yang sangat dia benci membuat Ellie sedikit tersentak.


"Tenang dulu, aku hanya ingin melihat bagaimana dia sekarang dan aku juga ingin tahu tumbuh kembang Justin saat ini. Apakah dia sehat, apakah dia menjadi pria dewasa, sekarang usianya sudah delapan belas tahun kan? ah pasti dia menjadi anak yang sangat tampan" jawab Ellie tersenyum lebar membayangkan dia bisa melihat buah hatinya kembali.


"Justin tidak ada, dia sedang ada di luar negeri untuk studi pendidikannya jadi lebih baik kamu pergi" balas datar Jeff tanpa ekspresi yang sengaja berbohong karena ia tak ingin putranya bertemu dengan mantan istrinya.


"Jangan berbohong, mana mungkin Justin ada diluar negeri sedangkan sekarang dia sudah lulus. Kamu kira aku bodoh hm? mana ada anak seusia Justin masih sekolah, lagi pula ini hari libur"


"Dia kuliah bukan sekolah" jawab jutek Jeff tanpa melihat ke arah Mama Justin.


"Kuliah? di negara mana Justin kuliah dan di kota mana dia berada?" tanya Ellie penasaran.

__ADS_1


"Apa urusannya dengan mu?"


"Dia anak ku, aku berhak tahu keberadaannya"


"Apa anak? siapa yang kau sebut anak mu hah! Justin punya ku, dia putra kesayangan ku bukan anak mu!" bentak Jeff dengan nada keras.


"Dia putraku juga, aku yang mengandung dan melahirkannya kalau kau lupa" balas Ellie tak kalah ngegasnya.


"Iya memang kau yang mengandung dan melahirkannya tapi aku yang merawat dan membesarkannya"


"Asal kamu tahu Ellie?! sejak kamu meninggalkan Justin saat dia baru menginjak usia dua tahun dimana diusia itu seorang balita sedang masa pertumbuhan dan masa butuh butuhnya kasih sayang serta bimbingan seorang ibu maka detik itu juga Justin bukan lagi anak mu jadi jangan sekali kali kamu berani menyebut Justin adalah putramu juga mengerti!!" teriak Jeff dengan nafas memburu dan mata melotot tajam.


"Jeff kuhomon izinkan aku bertemu dengan Justin. Aku ingin melihat wajahnya" pinta Ellie memelas namun Papa Justin hanya diam.


"Jeff izinkan aku bertemu dengan dia sekali saja. Aku sangat merindukannya, apa kamu tidak kasian melihat seorang ibu menderita karena tidak dapat melihat anaknya setelah enam belas tahun lamanya hm? apa kamu juga tega membiarkan seorang ibu tersiksa setiap hari lantaran terus kepikiran dengan anaknya hm? tidak kan. Jadi kumohon izinkan aku menemuinya, sekali aja. Aku ingin tahu dan melihat bagaimana putraku sekarang, aku yakin Justin juga merindukan ku. Dia pasti juga ingin melihat diriku" pinta Ellie kembali.


"Jeff kumohon, aku benar benar merindukan anak itu" sambung Ellie yang masih berusaha merayu.


"Rindu? Cih, bulshit. Kemana aja kamu selama ini ha? setelah sekian lamanya kenapa baru sekarang kamu datang dan memohon ingin bertemu dengan Justin, jika kamu memang rindu dengannya seharusnya dari dulu kamu menjenguk dirinya. Kelihatan banget kalo mau cari muka ciuh..." cibir Papa Justin melirik sinis.


"Maafkan aku, aku menyesal. Tapi Jeff, aku beneran merindukan dia, sosok bayi kecil yang dulunya selalu merengek padaku" jawab Mama Justin.


"Aku memaafkan mu, sekarang kamu pergi" jawab Paoa Justin.


"Jeff, jangan begini. Aku tahu kamu membenciku karena perbuatan bodohku dulu, aku juga tahu kamu merasa murka setiap kali melihat diriku tapi aku mohon tolong izinkan aku menemui Justin"


"Jeff, kamu boleh membenciku, kamu boleh menghinaku sesukamu atau kalau perlu kamu juga boleh menyakitiku tapi jangan larang aku untuk bertemu dengan anak ku. Aku ingin memperbaiki semuanya, Aku tak mau sampai aku mati nanti Justin tidak mengenal diriku, aku ingin dia mengetahui siapa ibunya dan berharap hubungan ku dengan dia terjalin baik layaknya orang lain" ucap Ellie.


"Sudah kubilang Justin tidak ada disini" balas Papa Justin yang masih kekeh tak mau memberitahukan anaknya, rasa sakit hati dalam dirinya membuat Papa Justin tidak rela kalau putranya bertemu dengan ibunya lagi, wanita yang tanpa ada rasa belas kasian tega meninggalkan dia disaat dia masih sangat kecil.


"Jeff, sebentar saja. Lima menit juga tidak apa apa yang penting aku bisa melihat dia" pinta Mama Justin namun tak di tanggapi oleh Papa Justin.


"Jeff... "


"Stop Ellie! apa kamu tuli hah! kamu tidak mendengar, Justin tidak ada disini jadi lebih baik kamu pergi. Aku benar benar muak dengan dirimu" bentak Jeff yang sudah kehilangan kesabarannya sambil menarik kasar tangan mantan istrinya dan menyeret paksa keluar dari ruangannya.


"Ah lepasin Jeff, kamu menyakitiku" ringis Ellie sebab lengannya terasa perih akibat tarikan Papa Justin yang terlalu kuat.


"Bodo amat" balas Papa Justin seraya terus menyeret mantan istrinya.


Dan setelah sampai di depan pintu tanpa aba aba Papa Justin langsung mendorong kuat tubuh Mama Justin membuatnya jatuh terpental ke bawah dengan sedikit keras.

__ADS_1


Bruk


"Auuuu... " jerit Ellie menahan sakit.


"Aku peringatkan padamu! jangan pernah kembali di hadapan ku atau menginjakkan kakimu di perusahaan ku atau aku akan memberimu pelajaran yang mungkin tidak akan pernah kamu lupakan" ancam Papa Justin.


"Dasar sialan! benar benar kurang ajar ya, aku datang kesini. baik baik tapi kamu malah memperlakukan ku seperti ini. Lihat saja, aku pasti akan bisa menemui Justin dan akan ku pastikan dia menjauhi dirimu camkan itu" ucap Ellie yang nampak sangat marah.


"Terserah, aku tidak peduli"


Brak


Papa Justin langsung membanting keras pintu itu.


*Pokoknya sampai kapan pun tidak akan kubiarkan wanita parasit itu mendekati anak ku. Justin hanyalah putraku, tidak ada seorang pun yang boleh menyentuh dirinya termasuk ibu kandungnya sendiri. Aku tidak rela orang yang telah menyia-nyiakan kehadiran dia datang kembali padanya hanya untuk cari muka* batin geram Papa Justin dengan tangan mengepal mengepal kuat.


"Sepertinya aku harus menghubungi Justin, aku takut wanita parasit itu mencari dirinya" ucap Papa Justin lalu mengambil ponsel miliknya untuk menelpon putranya.


Namun beberapa kali memanggil telponya sama sekali tidak di angkat, ponsel Justin sedang tidak aktif membuat Papa Justin seketika merasa cemas.


"Aduh dimana anak ini, baru aja keluar eh ponselnya sudah di matikan. Ya tuhan semoga saja dia baik baik saja dan tidak bertemu dengan wanita itu, aku takut jika mereka berdua bertemu maka Justin akan mau ikut dengan ibunya mengingat sekarang aku dan dia sedang bertengkar.


Aku sangat hafal sekali dengan watak dirinya, dia akan melakukan segala cara apapun agar keinginannya tercapai tanpa pikir panjang sama seperti watak wanita itu" gerutu Papa Justin sembari mengusap kasar wajahnya.


.


.


Karma dan hukuman pasti ada, tpi sekarang belum saatnya. Nanti kalo udah waktunya Justin akan mendapat buah dari perbuatannya (* ̄︶ ̄*).


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya


See you next episode🤗


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2