WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 147 : Flasback 1


__ADS_3

"APA! DIA PERNAH MAU PERKOSA LO DAN JUGA DIA YANG UDAH BUNUH BANG FIAN" teriak Alex terkejut setengah mati.


Afifah menggangguk.


"Dasar cowok brengs*k!! awas aja kalo gue ketemu sama tu anak, gue akan kasih pelajaran sama dia. Bisa-bisanya dia mau perkosa lo dan bunuh bang Fian" ucap Alex dengan tatapan geram.


"Jangan Wolf, dia itu licik. Gue nggak mau lo kenapa napa" ucap Afifah.


"Mama Papa tau soal hal ini?" tanya Alex.


Afifah menggeleng.


"Nggak tau, yang mereka tau itu bang Fian meninggal karna kecelakan beruntun padahal aslinya bang Fian meninggal karna dibunuh. Aku juga nggak berani ngomong kalo aku juga pernah hampir dilecehkan, aku takut jika nanti akan malah menambah luka dihati mereka" jawab Afifah menunduk.


"Bodoh! harusnya lo bilang dari awal. Suapaya tu anak dihukum, jangan dibiarin gitu aja" seru Alex emosi.


"Sekarang lo ceritain semuanya sama gue, ceritain awal mula kenapa lo bisa ketemu cowok bejat itu" ucap Alex halus sambil memegang lembut pundak Afifah dan memghapus sisa air mata Afifah dengan jarinya.


Afifah nampak terdiam sebentar untuk menstabilkan mentalnya sebelum memutuskan untuk mulai bercerita.


👀 ------ 👀 ----- 👀


👄 👄 👄


FLASBACK ON


Didepan sebuah taman kanak-kanak berdiri dua orang anak berbeda jenis kelamin. Terlihat disana seorang pria yang memakai pakaian seragam smp tengah tersenyum pada seorang gadis yang sedang memakai baju tk. Mereka adalah Vita ( Afifah ) dan Bang Fian.


Saat itu Fian tengah mengantarkan adiknya ke sekolah.


"Abang, Vita nggak mau sekolah disini. Vita mau sekolah di indonesia aja bang, disini nggak enak, nggak ada temennya" rengek Afifah.


"Vita cantik, dengerin abang ya. Vita harus tetap sekolah, kan katanya Vita mau jadi orang pinter" ucap Fian.


"Tapi Vita nggak suka disini bang, disini Vita nggak punya teman. Semuanya pada nggak mau temenan sama Vita. Ayolah bang, ayo kita pulang. Aku pengen ikut Mama sama Papa tinggal diindonesia" rengek Afifah.


"Dengerin abang ya, punya temen atau nggak punya temen. Vita harus tetap sekolah. Ingat pesan Mama sama Papa, kita berdua harus tetap tinggal disini, Mama Papa disana bukan liburan, tapi mereka kerja buat kita. Jadi Vita harus nurut ya" bujuk Fian.

__ADS_1


Afifah pun menangguk mengerti, dia pun kemudian berjalan masuk ke dalam. Sepanjang perjalanan Afifah hanya diam melamun. Sampai akhirnya Afifah menghentikan langkahnya ketika mendenger suara sorakan.


Ia pun menengok samping dan mendapati seorang anak kecil cowok berambut pirang sama sepetinya tengah di bully habis-habisan oleh segerombolan siswa lain. Melihat hal itu Afifah menjadi geram, lantas dia langsung berlari menuju kesana.


Samar-samar Afifah mendengar ejekan mereka.


"Pergi lo, jangan duduk disini. Tempat ini nggak cocok lo dudukin"


"Iya, pergi sana lo. Pulang aja sekalian, anak nggak punya Mama nggak boleh berkeliaran. Hahahaa.. "


"Nggak punya Mama, nggak punya Mama..."


Segerombolan anak itu terus menerus mengejek cowok pirang itu. Nampak cowok pirang itu hanya menunduk.


"Heyy! kalian berhenti, jangan terus mengejeknya. Kasian tau" teriak Afifah pada segerombolan anak itu saat dia sampai disana.


"Eh Vita, lo jangan bela dia. Anak seperti dia nggak pantes lo bela. Dia itu nggak punya Mama"


"Terus kalo dia nggak punya Mama kenapa? yang penting dia masih punya Papa. Kalian itu harusnya mendukung dia jangan malah membully nya. Dia akan sakit hati dengan perkataan kalian. Gini gini setiap manusia juga punya perasaan mereka juga bisa merasakan sakit hati. Jadi kalian jangan seenaknya membully dong, jika kalian yang berada diposisi dia saat ini apa kalian masih bisa tersenyum, apa kalian masih bisa tertawa, nggak kan. Harusnya kalian sadar bahwa didunia ini nggak ada manusia sempurna, Semua pasti punya kekurangan" ucap Afifah menasehati.


"Kamu nggak papa? " tanya Afifah.


"Nggak papa. Makasih ya udah mau bela aku, oh ya nama kamu Siapa? " tanya cowok itu.


"Aku Vita, kalo kamu siapa?"


"Aku Justin"


"Nama yang bagus. Tapi aku nggak suka, aku panggil kamu Jeje aja ya biar gampang"


"Terserah Vita"


"Kamu murid baru disini ya?"


"Iya, aku baru pindah kemarin"


"Pantas aja aku nggak pernah lihat"

__ADS_1


"Yaudah yuk, ayo kita masuk ke dalam kelas. Nanti keburu Masuk" ajak Justin.


"Nggak ah. Vita duduk disini aja, percuma Vita dikelas"


"Kenapa kamu nggak mau masuk? "


"Vita nggak punya temen, Vita males kalo duduk sendiri. Mereka semua nggak mau temenan sama Vita, katanya Vita itu terlalu cantik makanya mereka nggak mau temenan takut nanti mereka jadi jelek kalo jalan sama Vita gitu katanya"


"Tapi kamu memang beneran cantik, kamu juga baik. Kalo gitu kamu mau nggak temenan sama aku, aku juga nggak punya temen. Mereka semua nggak mau jadi temen aku karna aku nggak punya Mama" ucap Justin tersenyum.


"Jeje ngajak Vita jadi temen Jeje? " tanya Afifah.


Justin mengangguk.


"Jadi gimana, Vita mau nggak jadi temen Jeje?"


"Nggak mau. Vita mau nya jadi sahabat Jeje, Vita nggak suka pertemanan karna pertemanan itu cuman sesaaat sedangkan sahabatan itu selamanya. Vita pengen punya sahabat bukan temen" tolak Afifah.


"Yaudah, kita sahabatan aja. Lagian Jeje juga pengen dapat sahabat" ucap Justin.


"Itu artinya mulai hari ini Vita sama Jeje sahabatan dong?" tanya antusias Afifah.


"Iya, mulai hari ini kita jadi sahabat" jawab Justin.


Afifah pun langsung melompat kesenangan karna selama ini Afifah tidak punya teman siapa pun kecuali Fian yang setiap hari selalu mengajak Afifah bermain.


Justin sendiri juga nampak senang karna selama ini dia belum pernah sama sekali bermain bareng teman dan hari ini akhirnya dia mendapat teman yang selama ini dia inginkan.


_____________________________________


Jangan lupa Like Komen 🤗


Supaya Author juga makin semangat untuk Up bab selanjutnya 💙


jangan cuman baca doang, masa tinggal pencet tombol susah banget sih. wkwkkwk becanda😂


See You Next Episode

__ADS_1


__ADS_2