
Setelah beberapa jam ujian akhirnya mereka selesai juga mengerjakannya. Kini semua siswa siswi berbondong bondong keluar kelas untuk pulang.
Sama halnya dengan anak kelas XII - 3. Mereka semua juga sedang bersiap-siap untuk pulang.
"Za Mil, gue pulang duluan ya" pamit Afifah pada kedua sahabatnya sambil menyahut tas miliknya yang ada di atas meja.
"Pulang? lo nggak mau ikut kita pergi jalan jalan?" tanya Iza menoleh ke arah Afifah.
"Nggak ah, lain kali aja. Gue lagi ada urusan" jawab Afifah.
"Yaahh.. Fi, kok lo gitu sih! ayolah sekali aja, lo udah beberapa kali loh selalu nggak mau ikut kalo kita sedang pergi. Sejak lo nikah lo nggak pernah mau di ajak jalan bareng. Kan gue juga pengen kita kayak dulu lagi yang tiap hari selalu pergi bertiga, me time bersama. Rindu momen itu tau nggak!" cebik Mila cemberut.
"Sorry, tapi gue beneran nggak bisa Mil. Lain kali aja ya, gue janji deh kalo setelah ini gue akan ikut kalian pergi. Untuk hari ini gue nggak bisa, suer deh. Gue janji akan pergi bareng kalian lagi kayak dulu" ucap Afifah meminta maaf seraya mengangkat tangannya membentuk tanda peace.
"Beneran?" tanya Mila.
"Iya bener, udah dong nggak usah cemberut gitu. Lo nggak pantes pasang muka jutek. Lo pantesnya itu kalo pasang wajah ceria, lebih cantik tau nggak" ujar Afifah sambil memegang kedua pipi Mila.
Lantas Mila pun langsung tersenyum.
"Bisa aja lo, dasar tukang gombal" ucap Mila dan diikuti tawa Iza dan Afifah.
"Yaudah ya, gue pamit dulu. Sekali lagi sorry karna nggak bisa ikut pergi bareng" ucap ulang Afifah dan di jawab anggukan kepala oleh mereka berdua.
Ia pun segera melangkah pergi keluar kelas menuju parkiran. Lalu dia naik ke atas motor sport miliknya dan mulai mengendarai menuju rumahnya.
__ADS_1
...✧・゚: *✧・゚:*...
Sementara itu.
Di kelas sebelah atau lebih tepatnya di kelas XII - 2.
Semua anak yang ada di sana baru menyelesaikan ujian sebab mereka membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk menjawab soal ketimbang anak kelas XII - 3 yang rata rata hanya membutuhkan sedikit waktu untuk mengerjakan.
Sama halnya dengan Justin yang juga baru selesai mengerjakan.
*Gue harus cepat keluar dari dalam kelas. Ini adalah kesempatan gue buat deketin Vita untuk kembali mengambil hatinya* batin Justin buru buru membereskan barangnya.
"Lo mau kemana? kelihatannya lo kayak buru buru banget" tanya Reza yang tak sengaja melihat Justin sedang membereskan barangnya dengan terburu.
"Pulang" jawab singkat Justin.
"Nggak, cuman lagi pengen aja" jawab Justin seraya menyampirkan tas di salah satu pundaknya.
"Gue duluan, byee.. " sanbung Justin lalu dia berjalan menuju arah pintu meninggalkan Reza sendirian disana.
"Minggir, gue mau lewat" ucap Justin dengan nada jutek andalannya pada Nela yang saat itu sedang berdiri di depan pintu.
Nela yang mendengar suara Justin lantas segera memggeser tubuhnya. Justin pun kemudian berjalan lewat setelah Nela minggir.
"Dasar manusia jutek, kalo ngomong nggak pernah berubah. Senyum dikit kek, jangan di tekuk mulu mukanya. Punya muka ganteng bukannya di syukuri malah di sia sia'in" gurutu Nela mengomel namun tak ditanggapi oleh Justin.
__ADS_1
"Huh bener bener ya tu cowok bule. Gue lagi ngomong malah di kacangin. Untung gue orangnya sabar, kalo gue emosian udah gue kasi pelajaran tu anak" cerocos Nela melirik sinis ke arah Justin yang sudah berjalan agak jauh dari tempat berdirinya.
"Oh ya, ngomong ngomong hari ini gue kok nggak lihat Alex sama sekali di sekolah. Gue cuman lihat Afifah dkk dan Aska dkk doang. Apa dia nggak masuk sekolah ya? tapi kenapa? hari ini kan lagi ujian harusnya dia masuk kan" gumam Nela bingung.
Sedangkan Justin, Ia malah semakin mempercepat langkahnya setapak demi. setapak berjalan menyusuri area sekolah.
Setelah beberapa menit berjalan akhirnya Justin sampai juga di depan kelas Afifah.
Tanpa basa basi Justin langsung masuk dan saat sampai di dalam Justin tidak melihat siapa siapa. Keadaan kelas sangat sepi sekali karna semua anak kls XII-3 sudah pulang sejak tadi.
Melihat hal itu Justin merasa sedikit kesal, ia pun lantas memukul bangku meja yang ada di sana dengan keras.
Brak
"Aggtt.. sialan! gue ketinggalan. Kelas ini sudah kosong, itu artinya Vita sudah pulang. Padahal gue tadi pengen banget pulang bareng dia supaya hubungan kita kembali dekat kayak dulu lagi. Gue sangat ingin Vita dan gue seperti dulu yang kemana mana selalu bersama, tapi ini gue malah terlambat" gumam Justin sedikit marah.
"Resek emang! baru juga mau mulai eh udah gagal. Tapi nggak papa, mungkin kali ini usaha gue nggak berhasil. Tapi besok gue akan usahain buat deketin Vita sampai dia kembali jadi milik gue lagi, tidak akan ku biarkan siapapun merebutnya lagi"
"Dan gue juga bakal pastikan cowok penikung itu nggak akan gangguin Vita lagi. Lihat aja, perlahan namun pasti semua itu akan terjadi suatu saat nanti. Gue yakin usaha nggak akan mengkhianati hasil. Tunggu dan lihat saja, gue dan Vita akan kembali bersatu seperti dulu" gumam Justin tersenyum miring.
Masih ada lanjutan, namun masih proses ngetik. Mungkin nanti malam baru up.
________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak😍
__ADS_1
Like komen vote💜.