
Sudah sejak tadi sore sikap Alex menjadi aneh, ia lebih banyak diam dan mengurung diri di kamar.
Tingkah anehnya bermula saat mereka habis selesai gym dia mendapatkan sebuah notif di ponselnya. Setelah melihat entah kenapa tiba-tiba ekspresi Alex yang semula cerita mendadak jadi datar. Dia sama sekali tak tersenyum ataupun menyapa Afifah seperti biasanya.
Bahkan saat makan malam pun dia sama sekali tak keluar kamar, hal itu membuat Afifah menjadi bingung. Tak mau cemas Afifah pun kemudian berinisiatif mengambilkan suaminya makanan.
Saat sampai di kamar Afifah dapat melihat suaminya itu sedang duduk melamun di balkon kamar dan sama sekali tak menyadari kehadiran dirinya.
"Ehem"
"Eh sejak kapan lo duduk di sini?" tanya Alex terkejut kala lamunannya buyar dan mendapati istrinya duduk di sampingnya.
"Baru aja" jawab Afifah.
"Oh ya ini gue bawain lo makan malam, tolong di makan ya. Sejak siang lo belum makan apapun" ucap Afifah sambil menyodorkan piring.
"Nggak, gue nggak laper" Alex menolak dengan kepala menggeleng pelan.
"No excuse! pokoknya lo harus mau makan, gue suapin" paksa Afifah sembari menyodorkan sesuap nasi di depan mulut suaminya.
Alex pun terpaksa menerima suapan tersebut karena jika ia melawan percuma saja. Toh pada akhirnya ia juga yang harus kalah jika sudah berdebat dengan istrinya.
__ADS_1
Setelah makannya habis, Afifah segera membawa piring dan gelas ke dapur untuk mencucinya. Kemudian ia masuk ke dalam kamar dan kembali duduk di samping Alex yang masih terlihat murung.
"Wolf, lo ada masalah ya? gue lihat lo dari tadi sore nglamun mulu? emang lo lagi ada masalah apa?" ucap Afifah yang akhirnya memberanikan diri utnuk bertanya.
"Nggak ada"
"Jangan bohong, gue tau lo itu sedang ada masalah. Kalo lo mau cerita, cerita aja. Nggak usah lo pendem sendiri nanti malah jadi beban" ucap Afifah sambil mengelus pundak suaminya.
Alex menoleh sebentar sebelum akhirnya memberanikan diri untuk menjawab.
"Gue emang nggak lagi ada masalah tapi gue cuman keinget masa lalu gue aja" jawab Alex yang kini sudah mengganti posisinya menjadi tiduran di paha istrinya, tempat paling nyaman selain kamar pribadinya.
"Masa lalu? emang kenapa dengan masa lalu lo?." tanya Afifah, namun Alex hanya diam menatap tanpa menjawab pertanyaan dirinya .
"Lo yakin mau tau tentang masa lalu gue?" tanya Alex.
"Iya tapi kalo lo ijinin" jawab Afifah.
Alex pun kemudian mulai menceritakan masa lalunya.
🖇🖇🖇🖇
__ADS_1
FLASHBACK ON
Sepuluh tahun yang lalu di sebuah danau dengan suasana asri dan rindang tampak tiga anak laki-laki sedang bermain yang diantaranya dua anak kembar berumur sekitar 8 tahun dan satu orang laki dewasa berumur 19 tahun.
Mereka adalah Brian, Alex, dan Juan.
Brian adalah kakak kandung Alex sedangkan Juan adalah adik kembarnya, mereka hanya selisih 15 menit saja. Namun ditengah asiknya bercanda dan bermain tiba-tiba saja datang seorang wanita menghampiri mereka.
"BRIANN" wanita itu berlari sambil berteriak memanggil nama kakak kandung Alex.
"Loh elo, ngapain lo kesini?" sahut ketus Brian melihat siapa yang datang.
"Gue kesini karena gue mau minta maaf sama lo. Bi, gue mau kita balikan lagi, gue nyesel karena udah mengkhianati elo dengan memanfaatkan elo untuk membuat saham perusahaan Papa gue naik atas bantuan Daddy kamu" ucap wanita itu.
"Balikan sama elo? cih, sampai kapan pun gue nggak mau menjalin hubungan sama lo lagi. Enak aja setelah membuat perusahaan Daddy gue hampir bangkrut eh dengan entengnya lo minta maaf" tolak Brian menatap sinis.
"Bi, gue mohon jangan gini. Gue sayang sama lo Bi, gue juga cinta sama lo. Tolong kasih gue kesempatan, gue mau mempeevak semuanya" pinta wanita itu dengan mata berkaca-kaca.
___________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak😍
__ADS_1
Like komen Vote gitu biar authornya makin semangat updet